Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 20 ~ Dia ~


__ADS_3

Sudah hampir sepuluh hari tinggal di Jakarta Selvi mulai kangen dengan orang tua serta rekan-rekan kerjanya,dia sudah mulai bosan rasanya ingin sudah ingin cepat-cepat pulang ke Surabaya.


"Vi,kok kamu kelihatan murung apa ada sesuatu yang menjadi beban pikiranmu?" Tanya Diwan rekan kerja Selvi,semenjak kedatangan Selvi ke kantor itu Diwan selalu memperhatikan Selvi yang sangat ramah,sopan dan sederhana.Selvi dibawah naungan Diwan,sudah tentu mereka akan bertemu setiap saat.


"Tidak papa bang,aku cuma teringat dengan ayahku saja."


"Ohh kirain apa,laporan yang aku suruh kerjakan sudah siap kita makan siang yuk lapar."Ucap Diwan,Selvi merasa segan untuk menolak karna sudah beberapa kali dia menolak permintaan pria itu.


"Ya sudah lah bang."Selvi dan Diwan lalu berjalan menuju cafe langganan semua kariawan,karna mereka hannya punya waktu tiga puluh menit untuk istrahat siang.Beberapa pasang mata tampak memperhatikan Diwan dan Selvi.


"Sepertinya Diwan menyukai Selvi."Ucap salah seorang kariawan wanita mereka langsung membuat gosip hangat di cafe itu,bahkan saat mereka sudah memasuki kantor mereka masih membahas Selvi.


"Kamu tau nga ada gosip hangat di lingkungan perusahaan ini!!!" Ucap salah seorang wanita saat memasuki lift mereka tidak menyadari jika seorang dari beberapa orang yang sedang berada di lift adalah Hariz dia memasuki lift kariawan Karna lift pribadinya sedang ada perbaikan jadilah dia menaiki lift kariawan.Kedua wanita itu terus melanjutkan gosip nya walaupun ada beberapa orang lain di lift itu.


"Gosip apa sih cin,sepertinya aku ketinggalan berita deh."


"Itu wanita yang baru datang dari Surabaya siapa namanya, Selvi ya namanya Selvi,sepertinya kepala divisi menyukainya tadi aku melihat mereka makan bersama di cafe."Ucap temannya jantung Hariz sedikit bergetar mendengar nama Selvi.Saat lift lift berhenti di gedung tujuannya dia langsung keluar dan menatap kedua wanita itu dengan tajam.


"Maafkan kami tuan,kami tidak melihat ada tuan disini,sekali lagi maafkan kami."Ucap salah satu dari mereka Hariz langsung meninggalkan kedua wanita itu dan pergi ke ruangannya.

__ADS_1


"Selvi,tidak mungkin itu Selvi yang ku kenal.Bara mana bara dia harus mencari tau siapa wanita itu sebenarnya.Saat akan menghubungi bara tiba-tiba ruangannya diketuk,


"Masuk.."


"Permisi tuan,ini dokumen yang tuan minta."Ucap Diwan,saat itu juga mata Hariz tertuju ke kartu nama pria itu tiba-tiba dia teringat ucapan kedua wanita yang ada di lift tadi.


"Suruh kesini kariawan yang dari Surabaya,aku ingin memastikan sebaik apa prestasi wanita itu."Ucap Hariz,dia tetap berusaha terlihat tegas agar pria itu tidak curiga kepadanya.


"Maksud tuan Selvi,baiklah aku akan membawanya ke hadapan tuan."Ucap Diwan.Setelah dia keluar dari ruangan direktur Diwan sedikit bingung karna ini pertama kalinya dia melihat sang direktur peduli kepada kariawan-kariawan yang datang dari luar kota untuk latihan dipusat perusahaan ini.Setelah Samapi di ruangannya dia langsung membawa Selvi menghadap Hariz,tiba-tiba saja perasaan Selvi tidak enak.


"Bang kok aku sampai di panggil direktur sepertinya aku tidak membuat kesalahan apa pun."Ucap Selvi dengan wajah yang sangat cemas.


"Tenang saja."Ucap Diwan menenangkan perasaan Selvi yang terlihat gelisah.Meteka lalu mengetuk ruangan direktur dan memasukinya saat Hariz sudah mempersilahkannya.


"Tuan sayang sudah disini,ada apa memanggilku tuan?"Tanya Selvi perasannya semakin tidak enak melihat pria itu terus menunduk.Jantung Hariz semakin gemetaran saat dia semakin mengenali suara itu.


"Aku sangat berharap kamu orang yang saya cari selama ini."


"Deg...." Tiba-tiba jantung selvi bergetar hebat saat melihat wajah Hariz di hadapan nya dia langsung mundur beberapa langkah Karna begitu kaget melihat wajah pria itu.

__ADS_1


"Sel.....Selvi ternyata itu kamu,aku tidak menyangka dan aku ternyata tidak berhalusinasi jika itu kamu."Ucap Hariz lalu keluar dari mejanya dan mendekati Selvi.


"Jangan mendekat aku tidak kenal dengan tuan,mungkin tuan salah orang."Ucap Selvi lalu mundur sampai mencapai pintu dan membuka pintu dan pada saat itu pintu terbuka Alice memasuki ruangan sang direktur.


"Pak Hariz ada apa?" Tanya Alice dia menatap tajam ke arah Selvi dan Hariz terlihat sangat gugup.Selvi langsung keluar dan pergi ke ruangannya dia benar-benar kaget saat mengetahui jika Hariz adalah bos di perusahaanya.


"Sel,tuan Hariz bicara apa sama mu,apa kamu membuat kesalahan kepadanya."Tanya Diwan dia memperhatikan perubahan di wajah Selvi.


"Bang,aku permisi pulang tiba-tiba kepalaku sangat pusing."Ucap Selvi lalu bergegas menyambar tas yang ada di meja dan berjalan menuju pintu keluar.


"Ini tidak mungkin,dan ini tidak bisa terjadi kenapa bisa pria itu muncul lagi setelah aku berusaha mati-matian meluapkannya,kenapa bisa seperti ini."Ucap Selvi dia berjalan menjauhi perusahan dia takut pria itu akan muncul lagi.


Sementara itu Hariz terlihat sangat kaget bahkan dia tidak menyangka jika Selvi benar-benar memang ada,dia tidak memperhatikan jika Alice terus berdiri di ruangannya sambil menatap curiga kepadanya.


"Pak Hariz apa bapak sehat,kenapa wajah bapak terlihat pucat?" Ucap Alice sambil meraba kening pria itu membaut Hariz kaget.Lalu dia menarik tangan alice dan melepaskannya dia tidak ingin wanita itu curiga kepadanya.


"Aku baik-baik saja,ada apa kamu keruangan ku?" Tanya Hariz Alice lalu memberikan dokumen pengeluaran perusahan selama bulan ini.Setelah dia memberikan dokumen Alice lalu permisi dari ruangan itu,dia tidak ingin menganggu Hariz yang terlihat kurang baik-baik saja.


"Selvi,setelah menunggu mu sekian lama akhirnya takdir mempertemukan kita kembali,mungkin memang kamulah jodohku,aku tidak akan membiarkanmu dimiliki pria mana pun."Ucap hariz lalu dia mengambil dokumen yang disusun oleh Selvi dia ingin mencari celah kepada selvi agar bisa menemui wanita itu lagi.

__ADS_1


Hariz turun melalu lift dia berjalan ditemani oleh bara selama ini dia terlihat sangat mandiri Tampa di temani oleh asistennya itu tapi hari ini dia tidak ingin para manusia kepo menjadikannya bahan gosip di perusahannya itu.Bara terlihat kesal Karna dia harus meninggalkan semua pekerjaannya hannya untuk menemani tuan nya itu mencari seseorang yang belum dia ketahui. [ Disini bara tidak tau jika Selvi sudah sepuluh hari lebih berada di perusahan itu ]


***bersambung****


__ADS_2