Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 48 ~ Cuek ~


__ADS_3

Sudah dua minggu ini Hariz maupun Selvi sama-sama cuek,Selvi bekerja seperti biasa,dia tidak peduli lagi dengan sikap Hariz yang mengabaikannya.


"Dia pikir aku ini wanita apaan,aku sudah menjelaskan berkali-kali tapi kamu tidak percaya ya sudah jalani hidupmu aku juga demikian."Suara hati Selvi.


"Selvi.....Aku membawakan kopi kesukaanmu,mari kita bekerja dengan semangat hari ini."


"Oke....Makasih kopinya ya."


"Sel,ngomong-ngomong nanti sore temani aku membeli sepatu untuk pacarku,hari ini ulang tahunnya aku ingin membelikan sepatu kesukaannya."Ucap Diwan,dia mendekati Selvi dan mereka berbincang-bincang.


"Liat nanti lah ya,soalnya aku mau mengajak ayahku belanja juga sudah lama aku dan ayah tidak belanja."Jawab Selvi.


"Kalau gitu kita sekalian saja."


"Engga ah,nanti ayahku mengira kamu pacarku."


"Hahahahah....Kamu bisa aja." mereka tertawa dengan sangat keras hingga Hariz yang kebetulan melewati ruangan itu menatap sinis kepada mereka,padahal semua orang terlihat keluar tapi mereka malah tertawa keras di ruangan itu membuat Hariz cemburu.


"Apa dia harus memamerkan senyumnya kepada semua laki-laki,semakin aku menjauhinya bukannya dia berusaha memperbaiki diri malah dia asik dengan pria lain dasar."Ucap Hariz lalu melanjutkan jalannya meninggalkan ruangan itu.


Hariz kembali memasuki ruangannya dengan wajah lemas,dia terbayang senyuman Selvi kepada Diwan yang membuatnya sangat kesal.


"Arrgg,kenapa dia terlihat sangat bahagia,apa cuma aku yang sampai hari ini sangat kecewa kepadanya,apa dia tidak memikirkan aku sedikit pun."Ucap Hariz dia terlihat sangat gelisah ingin memanggil Selvi tapi dia terlanjur malu.


*****

__ADS_1


Rara menyusuri jalan demi jalan untuk mencari keberadaan kemal dan anaknya Selvi,sudah beberapa Minggu ini dia pokus mencari mereka tapi kenyatannya dia belum juga mendapatkan hasil.


"Kemana aku harus mencari kalian mas,aku sangat menyesal pernah meninggalkan kalian sekarang aku malah menderita sendiri aku tidak menyangka kamu bisa membesarkan anak kita dan menjadikannya wanita yang sukses."Rara berbicara sendiri,perutnya sudah sangat mengisap karna dia kelaparan,beberapa hari ini dia merasa enggan memulung,karna dia pokus mencari kemal dan anaknya Selvi.


Rara memandangi semua orang yang lalu lalang di pasar tradisional itu,dia belum tau seluk beluk pasar ini,karna dia baru menginjakkan kaki di lokasi ini.


"Aduh....Perutku terus mengisap,aku lapar banget."Rara memegangi perutnya dia sudah tidak tahan menahan rasa lapar di perutnya.


"Apa yang kamu lakukan disini."Tiba-tiba seseorang memukul pundak Rara membuatnya sangat kaget


"Mas kemal....Mas aku sangat beruntung bertemu kamu disini mas aku lapar perutku sudah tidak kuat."


"Kalau lapar makanlah ngapain malah duduk disini."Jawab kemal,kebetulan hari ini dia belanja ke pasar yang tidak jauh dari rumahnya, karna Selvi mengirim pesan kepadanya ingin makan seafood yang dijual di pasar jadilah hari ini kemal ke pasar untuk belanja udang yang masih segar-segar.


"Aku tidak punya uang mas,tolong aku mas."Ucap Rara mengiba,membuat kemal luluh,dia juga merasa kasihan melihat wajah Rara yang terlihat sudah pucat.


"Mas kalian pindah kemana? " Tanya Rara dia tidak ingin kehilangan jejak lagi,dia akan berusaha keras agar Selvi dan kemal suaminya menerimanya kembali.


"Kami pindah ke daerah sini,kebetulan Selvi membelikan rumah kepadaku,sebagai hadiah ulang tahunku Minggu kemarin "Ucap Kemal sedikit pamer,dia ingin istrinya sadar dengan perlakuannya di masa lalu.


"Mas,kamu beruntung,Selvi menjadi wanita hebat dan mandiri,dia bahkan membahagiakan kamu di hari tua,andai saja Selvi masih mau menerimaku lagi mas."Ucap Rara terlihat berharap,tapi dia terlihat menyeringai,


"Apa pun yang terjadi mas,kita harus bisa rujuk,tidak ada yang namanya mantan orang tua,apa pun ceritanya Selvi harus mau menerima ku lagi."Suara hati Rara.Dia menikmati semua makanan yang dipesankan oleh kemal mantan suaminya.


Kemal mengambil lima lembar uang ratusan dari kantongnya lalu dia memberikan kepada Rara mantan istrinya.

__ADS_1


"Ra,ini aku ada uang sedikit,kamu pakai pandai-pandai lah mengatur uang,aku mau pulang,soalnya Selvi sebentar lagi pulang."Ucap Kemal.Rara melihat uang pemberian kemal matanya langsung berbinar,setidaknya untuk tiga hari ke depan dia tidak perlu memikirkan tentang makanan.


"Mas,apa aku tidak bisa datang kerumah kalian?" Tanya Rara,Kemal hannya diam sangat berat untuknya memberitahu alamat rumahnya kepada mantan istrinya itu,dia takut Selvi marah dan dia juga harus menjaga lingkungan sekitar Karna mereka bukan muhrim.


"Lain kali saja Ra,kamu habiskan makanan mu,aku mau pulang,takut Selvi pulang dan tidak melihatku dirumah."Ucap kemal.Lalu dia bergegas meninggalkan Rara yang masih menikmati makanannya,setelah kemal lumayan jauh rara mengikutinya dari belakangnya dia sangat penasaran kemana kemal pergi.


Kemal menaiki becak saat mau pulang kerumahnya,memang dari pasar kerumahnya cukup dekat bahkan jika jalan kaki tidak menghabiskan waktu tiga puluh menit.Setelah membayar ongkosnya dia membuka pintu pagar lalu memasuki rumah dan menguncinya,dia memang ayah yang sangat baik bagi Selvi,dia melakukan apa saja demi Selvi.


Hari ini Selvi mengirim pesan kalau dia ingin sekali malam seafood,dengan semangat dia langsung belanja ke pasar dan membelinya lalu menyibukkan diri untuk memasak,dia tidak ingin anak gadisnya itu kecewa.


"Ayah....Aku pulang," Panggil Selvi,dia langsung masuk ke rumah padahal ayahnya belum selesai memasak.


"Kamu udah pulang aja nak,padahal ayah belum selesai masak,kamu Uda lapar ya?"


"Banget....Aku sangat lapar,aku sengaja nga makan dikantor karna aku sangat merindukan masakan ayah."Ucap Selvi,dia lalu memakai celemek,lalu membantu sang ayah memasak sup kepiting,Udang asam manis sudah terhidang dan juga cumi sambel,tinggal menunggu sup kepiting yang belum selesai.


"Masakan ayah terlihat sangat menggiurkan,aku sampai ingin menghabiskan semuanya."Ucap Selvi sambil mencicipi udang asam manis.


Saat ayah dan anak sedang asik memasak di dapur tiba-tiba saja Hariz sudah memasuki rumah mereka dan berdiri memandang kegiatan mereka.


"Apa kedatanganku menganggu?" Kemal dan juga Selvi sangat kaget mereka langsung menoleh ke arah suara itu dan disana Hariz sudah berdiri.


"Deg..." Tiba-tiba jantung selvi berdetak,dia sangat kaget melihat kedatangan Hariz,setelah hampir satu bulan pria itu diam akhirnya hari ini dia luluh.


"Tidak nak,silahkan masuk."

__ADS_1


****bersambung****


__ADS_2