
Selvi mengenakan baju Sarjana,hari ini adalah hari wisudanya,tidak terasa empat tahun Selvi menjalani hidup penuh dengan tantangan dan juga penderitaan tapi semua dilewatinya dengan baik.
"Ayah,sini kita poto!!!" Ucap Selvi lalu menarik tangan ayahnya yang sudah sangat sehat.Mereka akhirnya mengambil gambar setelah itu mereka kembali kerumah dengan wajah yang penuh kebahagiaan.Selama ini baik Selvi atau ayah berjuang keras untuk melanjutkan hidup mereka.Selvi begitu bangga kepada ayahnya,sejak mamanya meninggalkan mereka ayahnya benar-benar tidak menikah lagi,dia lebih pokus membesarkannya dan membahagiakannya.
"Yah,aku belanja dulu ya,aku akan masak semua makanan kesukaan ayah sebagai ucapan syukur kita untuk wisudaku hari ini."Ucap Selvi lalu menganti pakaiannya dan berangkat ke pasar.
Sementara itu Hariz sedang mengikuti meeting setelah empat tahun dia mencari keberadaan Selvi,akhirnya dia memutuskan untuk melupakan wanita itu,karna sudah banyak kehancuran yang dia alami selama ini,beberapa cabang perusahannya hampir mengalami kebangkrutan,dia akhirnya berjuang keras untuk memperbaikinya.
"Tuan,ini beberapa berkas yang tuan minta kepadaku."Ucap bara dan meletakkan dokumen itu di atas meja Hariz.
"Bara,menurutmu Selvi masih hidup atau tidak?" Tanya Hariz.Bara sebenarnya enggan untuk membahas wanita itu lagi karena nantinya akan membuat mood bosnya itu kembali buruk.
"Tuan jika kalian berjodoh yakinlah dia akan datang kepada mu suatu saat.Tuan aku mohon pokus lah untuk memperbaiki semuanya,jika tuan masih menginginkan perusahan ini aku tau tuan pasti orang profesional."Ucap bara lalu keluar dari ruangan itu.Hafiz menghela napas panjang entah kenapa begitu sulit baginya melupakan wanita yang pernah hadir di hidupnya.
Mendengar sedikit nasihat dari bara membuat Hariz kembali memulai aktifitasnya dia tidak ingin menghancurkan semua perusahannya yang sudah berdiri kokoh hannya karna seorang wanita.
"Baik lah,maafkan aku Selvi aku akan berusaha mengubur mu dalam hatiku."Ucap bara lalu dia memulai pekerjaannya.
"Tok....tok
__ADS_1
"Tuan,Alice dan nyonya sudah datang."Ucap bara yang tiba-tiba sudah kembali datang keruangan nya.
"Hufff...Menganggu terus belum aku memulai kerja kamu sudah datang lagi."Sungut Hariz membuat ibunya kesal melihat sikap anaknya yang tidak menghargainya.
"Jadi maksud mu mama nga bisa datang kesini lagi,mama kesini bersama Alice calon mantu mama,jika kamu sudah mengakhiri hubunganmu dengan Bella sekarang kamu bisa memulai hubungan dengan Alice."Ucap mamanya.Hatiz mengangkat kepalanya dan melihat wanita yang cukup cantik dan elegan berdiri di samping mamanya.
"Maaf ma,aku hannya sibuk saja."Hariz hannya menatap Alice sekilas dan hatinya tetap biasa saja sama seperti selama ini secantik apa pun wanita uang menggodanya dia sama sekali tidak tergoda lagi.Semenjak kepergian Selvi dunia Hariz benar-benar berubah bahkan selama empat tahun dia tidak pernah menyentuh tubuh wanita lagi.Dia merasa nafsu besar yang dimilikinya suku sudah dibawa wanita itu bersamanya.
"Hariz,Alice akan bekerja di perusahan ini,bukankah kamu lagi membutuhkan menejer keuangan,Alice lulusan luar negri dan dia sudah memiliki banyak pengalaman,kamu bisa bekerja kalian bisa menjalin kerja sama yang baik di kantor ini."Ucap mamanya,Hariz tidak menolak bahkan tidak punya alasan untuk menolak Alice,dia cantik dan juga berpendidikan.
"Baiklah ma,dia bisa mulai bekerja besok."Ucap Hariz.
"Hari ini juga aku sudah bisa mulai bekerja pak Hariz."Ucap Alice dia lumayan tertarik dengan Hariz pria dewasa yang sudah sukses.
Beberapa Minggu setelah Selvi wisuda akhirnya dia mendapat pekerjaan sebagai tim pemasaran di sebuah perusahaan.Selvi benar-benar bekerja dengan baik bahkan dia sangat bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya serta membuat terobosan-terobosan baru di bagian pemasaran,tidak heran selama enam bulan dia bekerja dia sudah sangat dikenal di perusahannya bahkan sampai ke pusat namanya sudah mulai tercium.
" Selvi bagaimana dengan penjualan buan ini, apa semakin ada peningkatan?" Tanya menejer pemasaran dia semakin bersemangat memiliki anggota seperti Selvi.
"Alhamdulilah Bu,semuanya berjalan dengan baik."Ucap Selvi.
__ADS_1
Saat sedang melakukan rapat bulanan tidak sengaja Hariz membuka file penjualan di perusahannya,dia melihat nama yang sangat melekat di hatinya sampai hari ini.
"Nama ini?" Ucap Hariz,dia sedikit kaget tapi dia kembali sadar dia tidak ingin kecewa seperti sebelum-sebelumnya.
Alice mantap Hariz yang membawakan rapat hari ini,rasa kagum di hati wanita itu semakin bertambah melihat kharisma Hariz dalam membawakan rapat.Dia tidak menyangka pria setampan dan sekaya dia belum menikah sama sekali.
"Baik lah rapat hari ini saya akhiri,dan untuk kariawan yang sangat berkualitas yang ada di kota S agar hubungi pihak cabang untuk mengkompirmasi supaya kariawan itu segera dikirim ke pusat ini untuk mengikuti latihan.Sudah sewajarnya kariawan sebaik dia di angkat menjadi kepala bidang di kantor cabang itu,saya melihat dia cukup berprestasi.Akhirnya rapat selesai dan Hariz kembali keruangan nya.
"Hari yang cukup melelahkan."
"Pak Hariz,ayo makan bersama aku akan traktir bapak."Ucap Alice yang sudah berdiri didepan meja hariz.Hariz tampak berpikir tapi dia tidak merasa enak menolak Alice karna wanita itu terlihat cukup baik,dan tenang dia wanita yang sangat Kalam.Pelan-pelan Hariz mulai membuka hatinya dia sudah terlalu lama menunggu sesuatu yang tidak pasti,bahkan dia tidak tau jika Selvi masih sendiri atau menikah.
"Baik lah." Ucap Hariz lalu mulai keluar dari kursinya dan berjalan bersama Alice menuju cafe depan gedung kantor.
"Lihat,sepertinya tuan Hariz sudah mulai membuka hatinya kepada wanita lain!!!!" Ucap salah satu kariawan yang kebetulan habis selesai istrahat siang.
"Kalian tidak ada kegiatan lain kecuali menggosip."Ucap bara membuat kariawan itu segan lalu membubarkan diri dari kumpulan mereka.Entah kenapa walaupun Hariz sudah berusaha membuka hati dan mulai merespon Alice entah kenapa tidak ada sedikit pun getaran di hati pria itu,dia ingin merasakan getaran saat bersama Selvi dulu,dia sudah berusaha membuka hatinya tapi entah kenapa hati kecilnya selalu menolak.
"Hariz.....Anda sudah memiliki wanita lain lagi?" tiba-tiba Arya sudah menarik kursi lalu mulai duduk di hadapan hariz membaut mood Hariz langsung buruk.
__ADS_1
"Jangan marah bro..Aku hannya ingin tau dimana Selvi berada sampai hari ini aku mencarinya tapi aku tidak menemukannya sama sekali."Ucap Arya dengan wajah yang sedikit melow.Alice memperhatikan raut wajah Hariz yang tiba-tiba berubah saat Arya menyebut nama Selvi.
***bersambung****