
Selvi berusaha melepaskan tangan hariz yang terus memeluknya dari belakang,semakin Selvi melawan Hariz semakin mempererat pelukannya hingga membuat Selvi marah.
"Dasar pria nga tau malu,keluar dan urusi semua wanita mainanmu itu."Ucap Selvi dengan nada sedikit meninggi.Hariz sama sekali tidak peduli dengan ucapan Selvi dia membalikkan tubuh Selvi lalu ******* bibirnya hingga Selvi susah bernapas.Selvi terus melawan dan berusaha mendorong tubuh Hariz tapi pria itu semakin mengencangkan pelukannya dan terus menjelajahi mulut Selvi hingga bibirnya memerah dan bengkak.
"Dasar pria mesum aku sangat membencimu pergi...."Ucap Selvi lalu dia keluar dari kamar dan melihat wanita malam yang di bawa Hariz sedang menonton dan menikmati anggur merah.
"Keluar dari sini.."Ucap Selvi sambil menarik tangan wanita itu dan membuka pintu lalu mendorong wanita itu keluar.Hari ini dia benar-benar kesal sudah lama Hariz tidak kembali ke apertemen nya tapi saat dia kembali pria itu malah membawa wanita malam.
"Mau kamu apa sih bisa tidak kamu tidak membawa wanita lain ke tempat ini,apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan ku disini?" Tanya Selvi dengan nada tinggi.Hariz terkekeh mendengar ucapan Selvi.
"Heh..e,kamu tidak berhak melarang apa pun kepadaku termasuk membawa wanita mana pun ke apertemenku.Kamu bukan siapa-siapa bagiku,bukankah kita bersama Karna kamu mempunya utang kepadaku,apa hak mu melarang ku."Ucap Hariz.Seketika perasaan Selvi terhempas dia seperti tersadar dari mimpi saat mendengar ucapan pria itu.
"Oke....oke aku tidak melarang mu,ya...aku tau aku ini punya utang kepadamu bahkan sangat banyak baiklah....aku akan melayanimu sekarang."Ucap Selvi perlahan dia mulai membuka bajunya lalu mendekati Hariz mencium bibir Hariz dan memeluknya.Dia mendorong pria itu sampai ke sopa dan mulai melakukan sesuatu yang di inginkan pria itu.Hariz menyesal dengan ucapannya barusan,dia tidak menyangka jika Selvi akan sakit hati dengan ucapannya.Usai mereka melakukan permainan panas Selvi mulai memunguti pakaiannya lalu bergegas meninggalkan Hariz dan masuk kedalam kamar.
"Maafkan ucapan ku barusan,itu hannya karna aku sangat marah kepadamu,kamu melakukan sesuatu yang tidak kusukai."Ucap Hariz sambil berdiri depan pintu.Selvi pura-pura tidur dia mengabaikan ucapan Hariz.Melihat Selvi tidak bergeming sama sekali Hariz lalu keluar dari kamar dan mengambil kunci lalu pergi meninggalkan apertemen itu.
__ADS_1
Suara alarm mulai berbunyi Selvi terbangun dari tidurnya dan mulai melakukan aktifitasnya pagi ini,dia mengabaikan Hariz yang tidak pulang malam ini.Dia benar-benar sakit hati dengan ucapan yang di lontarkan Hariz tadi malam.Selvi berangkat kerja dengan membawa beberapa pakainnya.Saat ini Selvi begitu banyak pikiran,belum lagi Nindi sahabatnya yang sudah tiga hari tidak masuk kerja.Dia tidak tau apa yang terjadi kepada sahabatnya itu.
Hari ini dia bertekad ingin menemui ayahnya,sudah beberapa Minggu ini Selvi tidak bertemu dengan orang yang sangat dia cintai itu.Bahkan dia menggadaikan seluruh tubuhnya kepada pria Casanova itu hannya karna ingin melihat ayahnya bisa sehat Kemabli.
Saat dia sampai di restoran lagi-lagi dia tidak menemukan sahabatnya yang bawel,dia merasa sedikit kehilangan,Karan biasanya dia akan di sambut ocehan uang tidak bermanfaat dari sahabatnya.Setelah jam pulang kerja, Selvi langsung mencari angkot tujuan kontarakan sahabatnya.Dia ingin tau apa yang terjadi dengan Nindi hingga tidak masuk kerja beberapa hari ini.Dia memutuskan untuk bertemu Nindi terlebih dahulu baru orang tuanya.
Nindi memakai salonpas di kepalanya,dia merasa kepalanya sangat pusing karna dia menghabiskan waktu untuk menagis selama tiga hari ini.Dia tidak menyangka pria yang begitu dia cintai melebihi apa pun akan menghianatinya.Dia bahkan rela kerja banting tulang untuk membantu biaya kuliah kekasihnya malah yang dia dapatkan hannya penghianatan.Dia masih mengingat jelas apa yang dikatakan oleh Roy kekasihnya
"Maafkan aku Nindi,aku sangat mencintai Stella,lupakan aku bahkan keluargaku sangat mencintai dia."Ucap Roy membuat dunia Nindi seakan ingin pecah.Nindi berlari meninggalkan Roy dan ke kekasihnya.Nindi kembali ke kontrakan lalu menangis histeris hingga tetangga nya mengira terjadi sesuatu kepadanya.
"Nindi....tok....tok...tok,Nindi,buka pintunya aku tau kamu di dalam ini aku Selvi."Selvi terus mengetuk pintu hingga akhirnya Nindi mengalah lalu membuka kan pintu,dia sebenarnya ingin mengabaikan Selvi,tapi dia tidak tega karna dia adalah sahabatnya yang paling peduli dengannya.
"Huaa......Selvi.......Aku sakit sel,hiks.....hiks...hiks...Roy selingkuh Sel,dia sudah punya kekasih bahkan keluarga Roy sudah tau itu hiks....hiks....hiks."Nindi langsung memeluk tubuh Selvi dengan erat, dia melampiaskan semua emosinya di pelukan sahabatnya.Selvi tidak bisa berkata-kata dia cukup prihatin dengan sahabatnya ini,dia tau sedalam apa hubungan Nindi dengan Roy,bahkan Selvi tau Nindi bekerja keras hannya untuk membiayai kuliah dan biaya hidup pria itu.
"Dasar pria bajingan,dia memang brengsek,pria sampah."Suara hati Selvi,dia tidak tega melihat sahabatnya yang sangat menyedihkan.
__ADS_1
"Sabar Nindi,dia bukan pria baik untukmu,kamu akan mendapat pria yang lebih baik darinya "Ucap Selvi sambil menepuk-nepuk tubuh nindi menenangkan sahabatnya itu.
"Tapi kamu tau kan sel,bagaimana pergaulanku dengan dia,bahkan kamu tau aku sudah tidak perawan,bagaimana jika suatu saat ada pria yang menyukaiku bagaimana aku menjelaskannya hiks....hiks....Lebih baik aku mati,aku tidak mau hidup lagi sel,berikan aku obat tidur dosis tinggi supaya aku tidak bangun lagi,hiks...hiks."Selvi begitu prihatin melihat sahabatnya itu,dia juga kehilangan perawan nya tetapi setidaknya dia melakukan itu karna dia sangat membutuhkan uang untuk pengobatan ayahnya.
Selvi hannya diam,dia sangat kasihan dengan hidup Nindi,tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sudahlah,jangan menagis aku ada disini bersama mu,lebih baik sekarang kamu pokus dengan masa depanmu,aku yakin pasti ada pria baik yang datang kepadamu.Lupakan pria bajingan seperti Roy."Ucap Selvi.Sebenarnya di balik setiap tangisan Nindi,Selvi juga ingin menangis,dia juga sangat prihatin dengan hidupnya yang begitu menyedihkan.
Dia teringat dengan semua kata-kata Hariz,semua perlakuan Hariz.Dia mengira semua pria sama saja brengseknya.Nasibnya tidak lebih baik dari Nindi.
"Apa kamu sudah makan?aku akan pergi ke depan sebentar untuk membeli makanan untukmu dan juga obat,kamu kelihatannya sedang demam."Ucap Selvi dia menempelkan jarinya di kening Nindi untuk mengecek suhu tubuh sahabatnya itu.
"Sel,jangan tinggalkan aku."Ucap Nindi saat Selvi akan keluar dari kamarnya,Selvi membalikkan tubuhnya dan menganggukkan kepalanya.
"Tenang saja aku akan menemanimu malam ini."Lalu Selvi keluar dan berjalan menunju warung makan yang ada di sebrang jalan raya.
__ADS_1
"Selvi...Apa yang kamu lakukan disini?"
****Bersambung****