Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 23 ~ Siapa wanita itu? ~


__ADS_3

Alice menatap kepergian Selvi sampai tidak terlihat lalu dia menggeleng-gelengkan kepalanya dia merasa ada sesuatu antara Hariz dan wanita itu.


"Siapa itu,sepertinya dia bukan orang sembarangan."Ucap Alice lalu berjalan menuju lift dan menekan tombol ruangan direktur.


"Aku harus selidiki dia,jangan sampai aku kecolongan Hariz, dia pria hebat pasti banyak wanita yang ingin bersamanya." suara hati Alice.Seaampainya di depan ruangan Alice langsung memasuki ruangan sang direktur Tampa mengetuknya hingga Hariz sedikit kesal.


"Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu ini dikantor menjaga kesopanan itu masih harus kita patuhi."Ucap Hariz dengan nada sinis.Alice mengernyitkan keningnya tidak biasanya Hariz bersikap tidak sopan kepadanya.


"Kenapa aku harus melakukan itu kepadamu,kurasa Tampa aku beritahu kepadamu kamu tau kalau aku menyukaimu,dan aku juga tau kamu ada perasaan kepadaku,janganlah kita bersikap seakan-akan masih ada batas di antara kita."Ucap Alice,Hariz mengabaikan ucapan Alice dia berdiri lalu mengambil kuncinya dan ingin pergi meninggalkan Alice.Belum sampai mencapai pintu Hariz Alice langsung menyambar tangan Hariz lalu memeluknya dari belakang dengan erat.


"Aku mencintaimu,jangan pernah membiarkan aku terus menunggumu."Ucap Alice membuat Hariz menghentikan langkahnya dan membiarkan wanita itu memeluknya.Sebagai laki-laki normal dia sedikit terpengaruh saat Alice mulai menggesek-gesekkan dada di tubuhnya.Melihat Hariz seperti menikmati permainannya Alice melepaskan pelukannya dan mulai menuruni tangannya ke bagian sensitif Hariz yang sudah sangat mengeras.Alice tersenyum puas dia semakin menggoda Hariz hingga akhirnya pria itu terpengaruh lalu mengangkat tubuh alice ke kamar mandi.


"Kamu menggodaku,kamu membuatku pusing."Ucap Hariz lalu ******* bibir Alice dan membuka kedua kancing kemeja Alice dan menyentuh kedua gunung Alice bahkan mempermainkan ujungnya uang berwarna kecoklatan.Alice mendesah hebat dia semakin tidak tahan saat bibir Hariz memainkan kedua pucuk miliknya yang sudah mengeras.


Saat itu tangan Hariz langsung membuka celananya dan menurunkan pakaian dalam Alice dan menghujam area sensitif milik Alice yang sudah basah karna dia sudah sangat menginginkan itu.Mulut Alice tidak berhenti mendesah saat Hariz terus-menerus menghujam miliknya desahannya semakin membuat Hariz gila.Mereka benar-benar menikmati permainan itu.Bara yang sudah berada di ruangan itu hannya bisa mengelus dada,dia sangat tau nafsu tuan nya yang sangat tinggi.


"Lagi-lagi dia melakukan itu dikantor,wanita mana lagi yang dia mainkan enak banget dia jadi pria tiap hari ganti lobang."Ucap bara,karna tidak tahan mendengar ******* dari kamar mandi akhirnya dia keluar dari ruangan itu.


Setelah merasa puas,akhirnya Hariz mengakhiri permainannya lalu dia memakai pakaiannya dan keluar meninggalkan Alice yang sudah lemas tak berdaya di dalam bathub.


"sial,kenapa aku harus terpengaruh tadi."Ucap Hariz akhir dari permainannya adalah penyesalan dia memukul-mukul kepalanya dan menghela napas panjang.

__ADS_1


"Sayang,kita makan aku sangat lapar."


"Pergilah aku lagi sibuk,lihatlah semua pekerjaanku masih terbengkalai."Ucap Hariz menolak membuat Alice kesal.


"Hiks....hiks....hiks...,apa kamu tidak kasian padaku setelah melayani aku kelaparan tapi kamu nga peduli padaku,hiks...hiks..."Ucap Selvi dia pura-pura merajuk dia ingin melihat sampai dimana Hariz bisa menolak keinginannya.


"baik...oke...kita makan,biarkan lah pekerjaanku terbengkalai karna mu."Ucap Hariz lalu keluar dari ruangan dengan wajah masam.Dia tidak menyangka hidupnya akan semakin rumit.Dia membawa Alice ke cafe depan kantor biasanya dia malas berkunjung ke cafe itu karna semua kariawan nya akan makan siang disana.Tapi karna dia sudah kesal dia tidak perduli lagi.


Saat mereka sampai di cafe dia langsung melihat Selvi dan seorang pria duduk dimeja,mereka terlihat sedang membahas laporan yang ada di tangan Selvi.Hariz lalu berjalan ke arah mereka dan duduk di samping Selvi.


Deg


"Tu...tu..tuan,maaf tuan,kami hannya membahas sekedar saja agar tidak bosan."Ucap Diwan,rasanya dia begitu kaget seorang Hariz yang jarang mau duduk bersama kariawan hari ini dia duduk bersama mereka.


"Sayang...Kita tidak memesan makanan?" Tanya Alice dia meraih lengan Hariz membuat pria itu risih lalu dia melepaskan tangan Alice yang mengapitnya.Hariz terus dan terus memandang ke arah Selvi membuat Selvi sangat gugup.


"Sayang.....Aahhh,pesan makanan,aku sudah lapar,kamu memang tidak lapar?bukankah tadi tenaga mu sudah terkuras?"


"Uhuk.....uhukkm...uhukk!!"Diwan batuk mendengar kata-kata Alice sementara Hariz terus mencuri pandang ke arah Selvi,dia sangat kesal saat Alice berusaha memamerkan kebodohannya di hadapan kariawan.


"Pak Diwan,aku sudah selesai aku duluan.Permisi tuan."Ucap Selvi dengan sopan lalu melangkah meninggalkan kedua pasangan yang sangat menjijikan itu.

__ADS_1


"Tunggu,kita sama dong masak aku di tingalin."Ucap Diwan lalu berlari mengejar Selvi dia tidak mungkin menjadi nyamuk di antara tuan dan pacarnya.


"Lepaskan,kamu apa-apaan sih,kamu mau mencoba menghancurkan reputasi ku dikantor ini,kamu membuatku kesal saja."Ucap Hariz lalu berjalan meninggalkan Alice yang kelewat lebay menurutnya.


"Dasar wanita gatal,kamu yang melempar tubuhmu kepadaku tapi kamu yang berlagak manja di hadapanku."Ucap Hariz dia mengabaikan Alice yang mengejar dan memanggilnya.


"Sayang,please maafin aku jangan marah ya." Ucap Alice sambil terenggah-enggah karna mengejar Hariz dari cafe sampai memasuki gedung perusahaan,semua kariawan yang ada di tempat itu menatap mereka,yang membuat Hariz semakin kesal.


Hariz terus berjalan bahkan dia tidak memperhatikan jalan hingga akhirnya dia menabrak seseorang,


"Pake Mata mu!!!!"Ucap Hariz,dia melampiaskan emosinya kepada seseorang yang belum dia lihat wajahnya,sepanjang di cafe dia sudah dibuat emosi oleh Alice.


"Maaf tuan!!!"Ucap Selvi lalu meninggalkan kedua manusia yang selalu mengotori pemandangannya.Hariz sangat kaget mendengar suara Selvi lalu dia berteriak


"Hei....Kau ikut saya ke ruangan ku,jika kamu masih ingin bekerja di perusahan ku baik di sini atau di cabang."Ucap Hariz.Seketika Selvi menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya dan memandang ke arah Hariz dengan tajam.


"Jika tuan mau pecat saya silahkan...Aku tidak takut,bukankah aku sudah minta maaf tapi tuan malah menjerit kepadaku."Ucap Selvi membuat Hariz semakin kesal.Lalu dia mendekati Selvi mencengkram tangannya dan membisikkan sesuatu ke telinganya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi,setelah kamu meninggalkan aku sekian lama."Ucap hariz lalu menarik Selvi dan membawanya naik lift.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2