
Selvi sangat kaget saat Hariz tiba-tiba menciumnya dari belakang dia mengira semua orang sudah pulang tidak terkecuali dengan sang direktur.
"Anda belum pulang tuan?" Tanya Selvi.Hariz kesal mendengar ucapan yang begitu formal untuknya.
"Sekali lagi kamu memanggilku dengan kata tuan saat kita sedang berdua aku akan menghukum mu,panggilan yang sangat menjijikan."Ucap Hariz,dengan wajah yang sudah terlihat masam.
"Bukankah ini masih dikantor tuan Hariz yang terhormat,kita harus proporsional aku bukan seperti wanita yang selalu mengejar-ngejar mu dan selalu ingin lengket di ketiak mu itu ya."Jawab Selvi sambil mencibirkan bibirnya membuat Hariz sangat geram,dia langsung meraih bibir mungil Selvi lalu ********** saking gemasnya.Selvi langsung mendorong tubuh Hariz dengan kasar dia tidak ingin ada orang yang melihat,bahkan dia tidak suka melakukan hal senonoh seperti itu apalagi mereka masih di gedung perusahannya.
"Kenapa sayang,aku sangat gemas dengan bibirmu ini,makanya jangan menggodaku."
"Dasar kamu nya aja yang gatal,Uda ahh aku mau pulang aku sudah capek."Ucap Selvi lalu mulai membereskan semua laporannya dan mengambil tasnya.
"Aku mengantarmu pulang sayang."Ucap Hariz,lalu mengandeng tangan Selvi dengan mesra.Mereka keluar dari kantor langsung memasuki mobil mewah milik Hariz.
"Sayang kita mampir di restoran dulu aku lapar!!"
"Malas,kita makan di pinggiran jalan saja,makanan disana jauh lebih nikmat di banding makanan di restoran."Ucap Selvi,dia memang sudah lumayan lama tidak makan di pinggiran jalan,dulu sewaktu di Surabaya dia sering melakukan itu bersama sang ayah saat dia sedang punya rejeki lebih.
"Tapi makanan disitu tidak sehat sayang."Ucap Hariz,dia keberatan karna seumur hidupnya dia tidak pernah makan di pinggiran jalan melihat sekelilingnya saja kadang dia sudah bisa menebak kalau makanan pinggiran jalan kurang higenis.
"Kata siapa,itu karna kamu dibesarkan di keluarga kaya,kamu tidak tau nikmatnya makan di pinggiran jalan."Ucap Selvi dia tetap memilih makan di pinggir jalan dari pada makan di restoran yang mahalnya selangit tapi tidak bisa membuat perutnya kenyang.
__ADS_1
"Baiklah aku mengikuti keinginanmu."Ucap Hariz.Dia menyetir sambil melihat-lihat tempat yang sekiranya ada yang sedikit agak romantis.
"itu,kita makan disitu saja aku pernah makan disitu."Ucap Selvi.Hariz memperhatikan arah tangan Selvi lalu mulai menyetir mobilnya ke tempat yang lumayan rame.Setelah Hariz memarkirkan mobil mewahnya Selvi turun dari mobil dengan sangat antusias,beberapa orang menatap heran kepada Hariz,Karna pria tampan dengan gaya maskulin tapi membawa kekasih makan di pinggiran jalan.Hariz lumayan kesal melihat para emak dan juga remaja- remaja yang ada disana menatapnya.
"Kayak nga pernah melihat orang ganteng saja mereka."Ucap Hariz kesal kepada Selvi saat dia sudah duduk dikursi kosong dekat Selvi.
"Itu Karna mereka tertarik denganmu,siapa juga yang tidak menyukai pria setampan kamu."Ucap Selvi tanpa sadar, membuat kuping Hariz naik tiga meter dia senyum-senyum sendiri mendengar pujian dari kekasihnya itu.
Selvi menikmati makanan itu dengan sangat lahap,berbeda dengan Hariz dia sedikit jijik melihat bentuk makanan itu,dia mencoba memasukkan ke mulutnya dan dengan sangat terpaksa dia menelannya karna takut Selvi tersinggung.
Setelah menghabiskan hampir tiga sendok,Hariz mengakhiri makannya dan meletakkan sisanya di atas meja,Selvi melihat makanan Hariz yang masih tersisa banyak.
"Kamu nga suka sayang?"Tanya Selvi,dia menatap Hariz dia menyesal karna menganggap Hariz sama sepertinya menyukai makanan itu,karna merasa sayang akhirnya dia meraih piring Hariz lalu menghabiskan semuanya membuat Hariz takjub.
"Lidahmu saja sudah aku nikmati apalagi makanan ini?" Ucap Selvi sambil membisikkan ditelinga Hariz membuat Hariz semakin bangga padanya yang benar-benar terbuka.
"Sel...Kamu disini nak?" Tiba-tiba seorang wanita sudah berdiri dibelakang mereka dengan membawa goni besar berisi banyak botol minuman bekas membuat Selvi kaget setengah mati.Ternyata ibu kandungnya sekarang bekerja sebagai pemulung.Selvi kembali duduk dia merasa sangat enggan untuk bicara kepada ibunya dia tidak tau harus memanggil wanita itu karna baginya dia tidak layak memanggilnya ibu.
"Iya."Jawab Selvi,Hariz sedikit bingung ada kecanggungan diantara mereka,Hariz langsung berdiri dan memperkenalkan diri untuk mencairkan kecanggungan di antara mereka.
"Kenalkan Tante namaku Hariz,kekasih Selvi."Ucap Hariz,Rara menatap takjub kepada Hariz,dari penampilan Hariz saja dia sudah tau jika pria itu bukan pria sembarangan,dan dia juga sangat bangga kepada Selvi yang pintar mencari pasangan sehebat Hariz.
__ADS_1
"Saya Rara mama kandung Selvi."Ucap Rara,dia sengaja menekan kata kandung agar Hariz mengingatnya dengan jelas.Selvi mengabaikan perkenalan mereka berdua dia langsung membawa piring kotor kepada penjualnya.
"Mas,bungkus satu ya."Ucap Selvi,dia sudah yakin jika papanya belum makan makanya dia memesankan satu untuk pria yang selalu dihormatinya.Hariz memang belum tau latar belakang kekasihnya tapi baginya apa pun itu Selvi punya alasan kenapa dia sedikit tidak peduli dengan ibu kandungnya itu.
"Tante,jika ingin makan biar aku pesankan."
"Nga usah nak,tapi kalau tidak keberatan kasih mentahnya saja biar aku bisa belikan sendiri nanti."Ucap Rara tampa rasa malu padahal mereka baru saja kenal.Hariz langsung mengerti dia langsung mengambil dompet lalu memberinya beberapa lembar uang ratusan ribu kepada Rara.Sementara itu selvi merasa malu kepada Hariz karna ulah ibunya yang sangat memalukan.
"Mas,kita pulang,ayahku tidak akan makan jika aku belum pulang takutnya dia kelaparan."Ucap selvi,Hariz langsung membayar semua makanya dan memberikan selembar uang ratusan ribu.
"Ambil kembaliannya pak."Ucap Hariz.Dan penjual begitu senang Karna mendapat rejeki yang tidak terduga.
"Terima kasih den,semoga kalian berjodoh."Jawab penjual dengan senang.
"Amin...."
Setelah selesai membayar makanannya Hariz dan Selvi meninggalkan tempat itu,tidak lupa dia pamit kepada Rara ibunya Selvi,sementara Selvi pergi begitu saja ada rasa kecewa yang semakin dalam kepada wanita itu ternyata sikap buruknya belum juga berubah sampai hari ini.
"Maafkan tadi atas sikap ibuku,rasanya lidahku begitu berat untuk menyebutnya sebagai ibu,rasa kecewaku kepadanya semakin dalam saat dia begitu berani meminta uang kepadamu."Ucap Selvi,Hariz terdiam dia tidak tau harus menjawab apa kepada Selvi kenyatannya dia tidak ingin bertanya lebih kepada Selvi karna takut akan melukai hatinya.
"Nga papa sayang jangan dipikirkan bagaimana pun keadaaan keluargamu tidak akan mengurangi rasa cintaku kepadamu."Ucap Hariz.
__ADS_1
****Bersambung****