
Selvi akan terus berusaha memberikan kebahagian untuk ayahnya yang sudah banyak berkorban untuknya.Tapi dia tidak ikhlas dan rela jika ayah yang dia sayang setulus hatinya aku Kemabli kepada ibunya yang memiliki sifat yang sangat buruk dan matre.Rasanya hinaan ibunya sepuluh tahun yang lalu kepada ayah ya masih teringat dengan jelas di ingatannya.
"Dasar pria sampah,kamu tidak punya apa-apa,kamu hannya modal barang pribadimu itu untuk menikahi ku,tidak sudi aku hidup menderita bersama mu sampai tua nanti ."Ucap ibunya,kata-kata itu jelas-jelas masih tersimpan di otak Selvi.Saat itu ayahnya hampir depresi Karna kehilangan wanita yang sangat dia cintai,yaitu ibunya Selvi atau Rara.
"Nak,ganti pakaian mu biar kita makan siang papa sudah masak."Ucap sanga ayah membuyarkan lamunan Selvi tentang masa lalu mereka sepuluh tahun yang lalu.
"Iya ayah,makasih."Ucap Selvi lalu beranjak ke kamar dan Menganti pakaiannya.Dia mengabaikan semua panggilan hariz dan juga pesan-pesannya membuat pria itu emosi sendiri di kantornya.
"Kemana sih dia,membuatku khawatir saja! padahal pesanku sudah dibaca tapi nga dibalasnya."Ucap Hariz kesal.Akhirnya dia meninggalkan kantornya dan kembali ke apertemenya,mood kerjanya sudah berantakan karena selvi mengabaikan semua panggilannya hari ini.
"Lihat saja aku akan memberikan kamu pelajaran nanti,kamu tidak tau rasanya khawatir,mungkin kamu tidak memikirkan aku."Ucap Hariz. Dia terus gelisah bahkan dia sudah di apertemen saja sebentar-sebentar masuk kamar,keluar dari kamar menghidupkan televisi pikirannya tetapi tidak tenang akhirnya dia mematikan televisi dan kembali lagi ke kamar dan merebahkan tubuhnya.
"Entah kemana sih dia,harusnya dia membalas pesanku agar aku bisa tenang disini."Ucap Hariz.Lalu dia memandangi ponselnya berharap ada pesan masuk dari kekasih hatinya.Karna begitu lelah akhirnya Hariz tertidur,hingga dia tidak sadar bangun saat jam sudah menunjukkan jam dua dini hari.
"Sial,aku ketiduran."Ucap Hariz lalu dia mengambil ponsel dia ingin memastikan apa Selvi sudah membalas semua pesan-pesan yang dikirimnya,tapi lagi-lagi dia harus kecewa karna ternyata Selvi tidak mengirim apa pun kepadanya.
Hariz mencoba iseng menghubungi Selvi di tengah malam,dia tersenyum kecut meratapi kebodohannya Karna siang saja Selvi mengabaikannya apalagi dini hari.Sambungan teleponnya langsung masuk membuat jantungnya bergetar hebat.
π Aahh siapa yang menghubungiku tengah malam apa kamu gila?.... " Ucap Selvi dengan suara khas orang baru bangun membuat Hariz sangat kaget.
__ADS_1
π Ternyata kamu masih menerima telpon dariku,dari mana kamu tadi kenapa telfon ku nga di angkat?" Walaupun hal sederhana ternyata itu mampu membuatnya sangat bahagia walaupun dia harus pura-pura marah.
π Maaf sayang,aku ngantuk kita bicarakan ini besok."Jawab Selvi lalu melempar ponselnya menjauh dan kembali tidur karna memang dia sangat ngantuk.
πSayang,....Halo...Sayang...."Hariz menjerit-jerit di dalam apertemen dia sangat kesal karna Selvi kembali tidur dan mengabaikannya lagi.
"Sial,wanita itu mampu mengobrak-abrik hatiku belum pernah sejarahnya aku melakukan hal gila seperti ini."Ucap Hariz lalu melempar ponselnya lalu Menganti pakaiannya karna dia masih memakai pakaiannya tadi siang.
*****
Alice semakin merasa diabaikan oleh Hariz,karna pria itu benar-benar tidak mau mengangkat panggilannya,akhirnya hari ini dia menemui ibunya Hariz kerumah pribadinya.Sesampainya disana dia melihat ibunya Hariz sedang bersiap-siap ingin berangkat entah kemana karna dia pun belum bertanya.
"Alice.....Kamu datang sayang,tumben bukankah harusnya kamu masuk kantor hari ini apa kamu sudah permisi kepada Hariz? duduk nak" Tanya Irawati mamanya Hariz.
"Maaf Tante,aku datang menemui Tante karna ada sesuatu yang ingin ku sampaikan kepada Tante."Ucap Alice dengan wajah menunduk,dia sebenarnya malu,menceritakan aibnya tapi mau gimana lagi apa pun akan dia lakukan demi masa depannya dan juga anaknya nanti.
"Ada apa nak,tumben wajahmu lesu seperti itu,ayo katakan ada apa? Hariz!!! apa anak itu menyakitimu cepat katakan."Ucap Ira dengan bijak.
Irawati atau mamanya Hariz adalah wanita yang sangat bijak,dia sebagai ibu tidak pernah mengurusi pergaulan Hariz,dan dia selalu memberikan kebebasan kepada Hariz yang penting tidak melampaui batas.Dia sudah lama menjanda sejak suaminya meninggal beberapa puluh tahun yang lalu.Beruntung dia punya anak yang sangat hebat hingga perusahan mereka bisa berkembang seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Katakan nak ada apa tante akan menghajarnya jika dia menyakitimu."Ucap Ira membuat Alice sedikit lebih tenang.
"Tante maafkan Alice sudah membuat malu keluarga ini,tapi aku tidak bisa menutupinya lagi tante,aku sudah tidak kuat karna Hariz menjauhiku akhir-akhir ini.Tante.....Aku hamil anak Hariz."Ucap Alice membuat Ira sangat kaget.
Ira memang tau anaknya yang sangat suka bermain wanita,sudah lama dia mengetahui itu tapi Ira tidak menyangka jika Hariz sampai menghamili seorang wanita apalagi sampai tidak bertanggung jawab seperti itu.
"Tante cukup kaget mendengar ucapan mu,tante tidak menyangka jika anak tante yang sangat hebat dan berpendidikan itu bisa melakukan hal bodoh seperti ini.Tante tau kekurangan anak tante,dia memang sangat suka mempermainkan wanita tapi tante nga nyangka sampai hamil begini."Ucap Ira,bukannya dia tidak menyukai Alice karna baginya siapa pun yang menjadi menantunya dia akan menerima asal anaknya bahagia dan wanita itu memiliki sikap dan tabiat baik itu hal terpenting dalam hidupnya.
"Baiklah Tante akan membatalkan kegiatan arisan Tante hari ini kita ke kantor Hariz sekarang juga meminta pertanggung jawaban darinya,tapi ingat biar pun Hariz anakku keputusan mutlak di tangannya."Ucap Ira.Lalu dia memanggil supir dan akhirnya mereka berangkat menaiki dua mobil karna awalnya Alice membawa mobilnya sendiri.
Sementara itu Hariz di ruangannya,sedang deg-deg an menunggu Selvi ,dia sengaja menyuruh Selvi datang keruangan nya,dia ingin meminta alasan apa yang membuat wanita kesayangannya itu harus mengabaikannya sepanjang hari kemarin.
Tok....Tok...
"Masuk..." Hariz langsung berlari ke depan pintu dia ingin mengagetkan Selvi,dia sudah tidak sabar menunggu kehadiran Selvi diruangannya.Setelah mengetuk dan mendengar suara direktur Selvi langsung masuk Tampa melihat kanan kiri.
"Haaapppp......Dapat Kamu,jelaskan kepadaku kemana kamu dari kemarin,dan kenapa kamu mengabaikan semua panggilanku."Ucap Hariz,lalu mengangkat tubuh selvi dan membawanya ke kursi lalu membuatnya duduk di pangkuannya.
***bersambung***
__ADS_1