Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 53 ~ Kemarahan Selvi ~


__ADS_3

Selvi begitu kaget saat Hariz tiba-tiba menarik lengannya lalu mendaratkan ciuman di bibirnya.Selvi berusaha melepaskan diri dari pelukan Hariz,dia mendorong Hariz dengan kasar.


"Apa...Apaan sih!" ucap Selvi lalu mengambil sapu tangan dari tasnya dan membersihkan bibirnya,Hariz tersenyum melihat tingkah selvi


"Kenapa dibersihkan,bukan kah itu nikmat."Ucap Hariz lalu dia mencoba memeluk Selvi kembali tetapi Selvi menolaknya.


Arya meninggalkan Hariz dan juga Selvi dengan perasaan yang sangat kesal,dia tidak menyangka kalau Hariz berani melakukan hal seperti itu di hadapannya,dia tidak habis pikir kenapa Selvi begitu mencintai Hariz.


"Sialan banget itu Hariz,bisa-bisanya dia melakukan itu di hadapanku,apa dia sedang berusaha pamer di hadapanku."sungut Arya,dia langsung menyetir dengan kecepatan tinggi,dia tidak ingin terus melihat kemesraan antara hariz dan Selvi jika dia bertahan di tempat itu.


Sementara itu,kemal masih menunggu kepulangan putrinya,dia sesekali memandangi jam yang ada di dinding,dia merasa tidak enak jika Rara tidur di rumahnya sementara mereka tidak ada ikatan apa pun.


"Kenapa Selvi lama sekali,kemana dia pergi apa mungkin dia tidak kembali."Ucap kemal,dia mondar-mandir di ruang tamu,berharap Selvi kembali dengan cepat.Kemal menunggu sampai hampir tengah malam Selvi belum juga kembali,kemal menjadi khawatir,


"Lihat anak gadismu,belum juga menikah tapi sudah keluar malam bersama teman prianya sampai jam segini belum juga pulang,mau jadi apa dia," tiba-tiba Rara sudah keluar dari kamar Selvi,tiba-tiba saja dia terbangun dan menyadari jika Selvi belum juga kembali.

__ADS_1


"Diam kamu,harusnya kamu keluar dari rumah ini,ingat di antara kita tidak ada hubungan apa pun,kamu tidak takut jika tetangga tau."Ucap kemal dia sangat kesal saat Rara bangun hannya untuk mengomporinya.


"Bodo amat,kamu pikir orang-orang sini mau peduli urusan begituan.Kamu memang belum bisa menjadi ayah yang baik untuk Selvi,berarti selama ini kamu membiarkan dia pergi bersama pria sembarangan."Ucap Rara,memojokkan kemal.Kemal semakin emosi melihat Rara,ingin sekali dia mengusir wanita itu,tapi dia takut jika wanita itu membuat keributan yang memancing tetangga-tetangga mereka.Saat mereka sedang adu mulut tiba-tiba mobil memasuki halaman,dengan cepat kemal membuka pintu lalu dia melihat Hariz dan Selvi keluar dari mobil.


"Kenapa lama pulang nak?" Tanya kemal,dia akhirnya merasa lega karna dengan jantan Hariz mengantar Selvi sampai kerumahnya.


"Maaf om,kami tadi dari taman,terus kami makan jadinya kemalaman ini ada makanan kami bawa untuk om,tapi maaf tante,Selvi memesan hannya untuk om karna tadi dikira tante sudah pulang." Ucap Hariz.Wajah Rara langsung merah,dia terlihat sangat kesal mendengar ucapan Hariz.


"Nga papa nak,jadi nak nama kamu siapa tante memanggilmu apa tante lupa."


"Hariz,tante bisa memanggilku Hariz."


"Apa maksudnya pertanyaan itu,kenapa kamu belum pergi dari rumah ini,apa urusanmu dengan hidupku,keluar dari rumah ini sekarang juga bawa barang-barang mu."Selvi memekik membuat Hariz dan semua yang ada di ruangan itu kaget.Rara mendongak ke arah Selvi,dia tidak terima di perlakukan kasar oleh Selvi,


"Plak....Dasar anak durhaka,berani sekali kamu berteriak di hadapan mamamu yang sudah melahirkan mu,kamu tidak akan bisa membalas air susu yang sudah kamu ambil dariku dan kamu juga belum bisa membayar banyak nya darah yang terbuang dari tubuhku hannya untuk melahirkan anak durhaka sepertimu."Ucap Rara tidak kalah kuat dia sudah bertekad untuk memberi pelajaran kepada Selvi.

__ADS_1


"Rara,berani sekali kamu menampar anakku,keluar dari rumah ini."Kemal menarik tangan Rara lalu mendorongnya keluar dari rumahnya setelah itu dia mengambil barang-barang Rara dan melemparnya keluar dari rumah.


"Berani-beraninya kamu kasar kepada anakku,aku sudah membesarkannya dengan susah payah,jangankan menamparnya membentaknya saja aku tidak mampu,aku tidak mengampuni mu saat kamu berani kasar kepada anakku."Ucap kemal,Rara sangat kaget melihat kemarahan mantan suaminya,ini pertama kalinya dia melihat kemal marah,dari dulu kemal selalu bersikap lembut kepadanya.


"Aku juga berhak atas Selvi,aku melakukan ini semua demi kebaikannya,aku perhatikan Hariz bukan pria sembarangan jangan sampai nanti Hariz mempermainkan dia."Ucap Rara,menyudutkan Hariz.Sementara itu Hariz sedang menenangkan Selvi,dia mengelus wajah Selvi,terlihat jelas bekas tamparan di wajah putihnya.


"Maaf tante,aku tidak terima jika tante menyudutkan aku,sudah berapa kali aku melamar Selvi untuk menjadi istriku tapi dia menolaknya karna dia pokus ingin membahagiakan om dulu katanya aku dan Selvi sudah empat tahun saling kenal jadi aku harap tante tidak sembarangan berasumsi." Ucap hariz tegas,mendengar ucapan Hariz,Rara merasa malu dengan semua ucapannya tadi dan juga tamparannya ke wajah Selvi.


Rara,mengangkat kembali barang,barangnya,yang sudah dilempar kemal keluar,dia memang wanita yang tidak tau malu,bahkan di saat dia sudah di usir dia masih berani masuk taman ijin kepada yang punya rumah.


"Ingat sel,apa pun yang terjadi mama tidak akan keluar dari rumah ini,masa depan mama bersama kalian."Ucap Rara,Selvi menghela napas berat,dia frustasi dengan ibunya yang sangat keras kepala.


"Ayah....Aku keberatan dia kembali ke rumah ini,jika dia memilih tidur di kamarku,aku tidur ruang tamu saja.Sayang ini sudah sangat larut malam sebaiknya kamu pulang saja,maaf ya sayang karna sudah melihat keributan di rumah ini."Ucap Selvi.Hariz tau jika Selvi sangat tertekan terlihat saat dia selalu menghela napas beratnya.Hariz juga sedikit merasa kesal dengan sikap ibunya rara,dia tidak nyangka jika di dunia ini ada wanita model ibunya itu.


"Jika ibuku seperti dia kemungkinan aku juga tidak bisa menerimanya,masak dia yang membuang Selvi dulu setelah Selvi bisa mencari uang dia malah kembali,ibu macam seperti itu."Suara hati Hariz.

__ADS_1


"Iya nga papa sayang,sampai ketemu besok dikantor,selamat malam sayang,om aku pulang dulu,tante." Ucap Hariz akhirnya dia keluar dari rumah itu setelah melihat keributan keluarga itu,Hariz merasa kasihan melihat Selvi,ibunya ingin menjadikannya sebagai tulang punggung nya di masa tuanya.Walaupun berat hati untuk pamit kepada wanita itu,dia tetap melakukannya karna dia takut dikira tidak punya etika.


****bersambung****


__ADS_2