
Hariz menyetir dengan santai,dia sedikit lega karna mereka tidak terjebak macet.Sejenak mereka terdiam,Selvi asik dengan pikirannya sendiri.
"Untuk rapat besok apa semua laporan mu sudah beres?Tanya Hariz,tiba-tiba saja mereka terlihat canggung mungkin karna Selvi lebih banyak diam setelah bertemu dengan ibunya tadi.
"Sudah,tadi aku sudah membereskannya.Tapi tunggu ya ampun, aku lupa tadi menyimpannya ke flashdisk aku takut ada yang iseng dengan komputer ku soalnya orang-orang satu timku lumayan mengerikan."Ucap Selvi,Haris tetap tenang akhirnya suasana mereka kembali mencari,dia tidak peduli dengan laporan itu,karna tidak mungkin dia marah kepada Selvi jika pun laporannya belum selesai.
"Nga usah dipikirin sayang,tidak akan mungkin ada yang iseng,orang-orang kantor tidak ada yang sejahat itu."Ucap Hariz percaya diri.Tidak berapa lama akhirnya mereka memasuki area komplek rumah kontarakan Selvi,dia bisa mengantar Selvi sampai kerumahnya karna kebetulan rumah kontrakan mereka persis di pinggir jalan.Hariz keluar dari pintu rencananya dia mau membuka pintu untuk Selvi tapi sayang,dia sudah lebih dulu turun.
"Huh,kamu nga ada romantisnya sayang,masak langsung keluar sendiri harusnya aku yang buka pintu untukmu."Ucap Hariz,
"Lebay,aku nga suka digituin,banyak tingkah kalau kekgitu toh aku juga punya tangan dan kaki.Sayang kamu langsung pulang aja ya."Ucap Selvi,dia masih enggan untuk mengenalkan Hariz kepada ayahnya.
"Tapi aku pengen ketemu calon mertua sayang."Ucap Hariz dia memang punya keinginan untuk bertemu orang tua Selvi agar dia semakin kenal dan semakin dekat dengan ayahnya Selvi.
"Lain kali sekarang pulang "Ucap Selvi,walaupun merasa sangat berat hati Hariz menuruti hati kekasihnya karna dia tidak ingin Selvi marah kepadanya.
"Baiklah sayang,aku pulang sampai ketemu besok dikantor ya."Ucap Hariz,sebenarnya ingin sekali dia mencium kening Selvi tapi dia takut jika tiba-tiba ayahnya keluar atau entah sudah mengintip di dalam sana,makanya Hariz langsung memasuki mobilnya dan langsung pulang ke apertemenya.Semenjak Selvi kembali ke hidupnya,dia akhirnya kembali tinggal di apertemen itu,dia selalu menganggap jika Selvi bersamanya jika dia sedang di dalam apertemen nya itu.
__ADS_1
Selvi langsung membuka pintu,dia memang memiliki kunci cadangan karna takut jika dia kemalaman maka akan menganggu istrahat sang ayah seperti malam ini.Dia melihat semua ruangan sudah gelap artinya sang ayah sudah tidur.Saat akan berjalan menuju dapur tiba-tiba saja lampu ruangan sudah hidup semua.
"Kamu lembut nak? Tanya ayahnya padahal jam masih menunjukkan pukul setengah sepuluh tapi komplek itu sudah sepi saja.
"Tidak pa,tadi makan diluar jadi agak lama,aku membawa makanan untuk ayah."Ucap Selvi lalu menyerahkan kantong plastik yang ada ditangannya kepada sang ayah.Setelah itu dia berjalan kebelakang dan membersihkan wajahnya.
"Ayah,tadi Selvi bertemu dengan ibu,ternyata dia bekerja sebagai pemulung untuk melanjutkan hidupnya."Ucap Selvi saat dia hendak melewati meja makan,ayahnya sedang menikmati makanan pemberian Selvi.
"Uhuk...uhukk.."Sang ayah tiba-tiba batuk mendengar penuturan Selvi,dia begitu kaget mengetahui jika mantan istrinya itu ternyata sekarang se hancur itu,dia tidak menyangka jika wanita yang dulu begitu keras menghina dan merendahkannya bisa menjadi wanita jalanan.Tiba-tiba saja selera makannya hilang,jika dibilang cinta dihatinya tidak ada tersisa sedikit pun rasa untuk Rara,semuanya sudah hilang saat dia memilih pria lain dari pada dirinya.Ternyata hidupnya tidak sebahagia yang dia bayangkan.
"Tidak,untuk apa ayah kasihan dengannya,aku hannya prihatin ternyata hidupnya tidak sebahagia yang dia bayangkan.Ucap sang ayah ya Selvi merasa puas mendengar jawaban ayahnya,dia memang tidak setuju jika ayahnya masih mempunyai perasaan lagi kepada ibunya karna dia takut ibunya kembali memanfaatkan ayahnya,Selvi sangat yakin dia ingin kembali kepada ayahnya karna dia melihat dirinya sudah bisa menghasilkan uang.
"Baiklah ayah,Selvi istrahat besok Selvi akan berangkat lumayan lagi karna Selvi ada rapat."Ucap Selvi lalu memasuki kamarnya dan meninggalkan sang ayah yang masih menikmati makannya yang sempat berhenti tadi.
******
Alice menyusun semua berkas yang akan dia bawa keruang rapat hari ini,dia terlihat sangat bahagia hari ini karna dia sangat yakin sesuatu keributan akan terjadi di ruang rapat hari ini.
__ADS_1
"Aku akan melihat apa calon suamiku akan membelamu saat kamu melakukan kesalahan sebesar ini."Ucap alice lalu membawa berkas dan leptop nya,dia langsung memasuki ruangan dan disana sudah lumayan banyak yang sudah duduk di kursi masing-masing.
Sementara itu Selvi berlari memasuki gedung perusahan, dia terus melihat waktunya yang sudah lumayan mepet.Selvi mulai membuka leptop nya dan ingin mencetak laporannya betapa kagetnya dia semua laporan yang sudah dikerjakannya setengah mati hilang begitu saja bahkan tidak tertinggal apa pun disana.Selvi sangat panik dia kembali memeriksa semuanya mana tau dia lupa tapi kenyataannya memang tidak ada.Seketika tubuh Selvi lemas dan dia tidak bisa menahan air matanya yang sudah berlinang.Semua orang sudah yang berkepentingan sudah memasuki ruangan rapat tapi Selvi hannya menagis di mejanya.
"Selvi....Kenapa kamu belum masuk ayo tuan Hariz sudah mau masuk tadi dia sudah datang Lo tidak ada yang bisa terlambat saat dia sudah memasuki ruang rapat dia bisa marah."Ucap Diwan,tapi betapa kagetnya dia saat melihat wajah Selvi sudah sembab karna air matanya.
"Kamu ada apa sel.......Kamu kenapa menagis?" Tanya Diwan,dia memberikan tissue kepada Selvi melihat Selvi yang tidak meresponnya dia akhirnya mendekati meja Selvi lalu memeriksa leptop nya akhirnya dia baru sadar jika laporan Selvi hilang semua.
"Sel,siapa yang tega melakukan ini padamu,sudah mari kita keruang rapat kita hadapi ini bersama-sama kamu jangan menagis disini,dasar memang brengsek yang sudah tega melakukan semua ini kepadamu."Ucap Diwan,Selvi semakin menagis,akhirnya Diwan meninggalkan Selvi dan memasuki ruang rapat karna Selvi terus menolak nya untuk ikut kesana.
Saat dia ingin masuk dia sudah melihat Hariz dan asistennya yang sudah memulai acara rapatnya tiba-tiba saja nyalinya ciut karna akhirnya dia terlambat hannya karna ingin memangil Selvi tadi.
"M..m....maaf tuan saya terlambat."Ucap Diwan,dengan nada gemetaran bara menghentikan ucapannya dan menatap sinis ke arah Diwan,dia bisa bersikap tegas kepada kariawan yang tidak disiplin seperti Diwan.
"Barusan saya mengurus teman saya Selvi yang tiba-tiba sakit tuan,saya tidak tega meninggalkannya."Ucap Diwan berbohong,Haris langsung melangsung menatap sinis kepadanya membuat Diwan semakin salah tingkah.
**** bersambung****
__ADS_1