
Hariz membawa Selvi dan calon mertuanya ke sebuah restoran mereka memilih tempat paling pojok agar mereka tidak merasa terganggu dengan pelayan yang lalu lalang membawa pesanan pelanggan restoran itu.
Kemal sangat kaget saat melihat banyaknya makanan yang dipesan calon menantunya rasanya sangat sayang jika nanti makanan itu tidak habis dan akhirnya terbuang sia-sia tapi dia tidak ingin mempermalukan putrinya dengan keluhan yang tidak jelas.
"Om,silahkan dinikmati." Ucap Hariz,lalu mereka mulai menikmati makanan,kemal terlihat lahap makan karna mungkin dari lagi makannya tidak teratur karna masalah yang terjadi di rumahnya.
Selama makan mereka tidak satu pun yang berbicara hannya suara orang-orang yang terdengar di tempat itu hingga mereka mengakhiri makan malamnya.
"Sel,di depan om aku bertanya kepadamu,apa kamu bersedia menerimaku jadi suami mu,aku sengaja membawa kalian kesini agar kita bisa membicarakan ini lagi dengan bebas,maaf aku belum membeli cincin lamarannya aku mohon,pikirkan dengan baik." Ucap Hariz tampa rasa malu dia meraih jemari Selvi dan menatap wajahnya rasanya Selvi begitu malu saat Hariz memperlakukannya sedemikian rupa di hadapan orang tuanya.
Selvi akhirnya mengangguk tanda setuju,akhirnya dia menerima lamaran Hariz,karna dia berfikir menunda juga bukan solusi terbaik yang ada dosa semakin menumpuk dan takutnya hariz di ambil wanita lain.
__ADS_1
"Kamu menganggu,itu artinya,kamu menerima lamaran ku,terima kasih sayang sudah mau menerimaku menjadi suami mu,aku akan berusaha menjadi suami yang baik,dan aku juga akan menjagamu dan juga om dengan baik." Ucap Hariz terharu,dia tidak menyangka malam ini akhirnya Selvi wanita pujaannya menerimanya dengan baik.
Kemal sangat bahagia akhirnya anak anak gadisnya akan segera menikah,dia tidak menyangka akan mendapat seorang menantu yang sangat hebat.
"Tuhan memang sangat adil untukmu nak,Tuhan memberikan pria yang hebat untukmu,aku sellau berdoa semoga nak Hariz bisa menjadi imam yang baik untukmu." Batin kemal.Akhirnya mereka meninggalkan restoran dengan perasan yang sangat bahagia.Hariz membawa kemal dan Selvi calon istrinya ke apertemen nya rencananya besok dia akan mengumumkan pernikahannya kepada semua orang yang ada di perusahaanya.
Keesokan harinya Hariz berangkat bersama ke perusahannya,Selvi memakai baju biasa Karna Hariz tidak mengijinkan dia lagi untuk bekerja kedatangannya pagi ini ingin pamit dan juga mengumumkan hubungan mereka kepada semua orang agar tidak ada lagi persepsi lain dari semua kariawan di perusahan itu.
"Selamat pagi tuan?" Sapa semua kariawan,begitu juga dengan Diwan,dia begitu kaget melihat kedatangan Hariz dan Selvi lagi ini.
"Ada apa ini,kenapa mereka bersama,apa mungkin selama ini Selvi menutupi hubungannya dari ku." Batin Diwan.
__ADS_1
"Selamat pagi semuanya,mungin diantara kalian ada yang merasa aneh dengan kedatangan kami pagi ini,disini saya umumkan secara resmi jika aku dan Selvi akan menikah dalam waktu dekat ini,dan mulai hari ini Selvi tidak akan bekerja lagi di perusahan ini.Satu lagi jangan heran aku dan Selvi sudah pacaran dari empat tahun yang lalu." Ucap hariz mantap,Selvi terlihat malu-malu,dia menunduk.Setelah selesai mengumumkan hubungan mereka Hariz memasuki ruangannya dan meninggalkan Selvi untuk berpamitan dari teman-temannya.
"Bagaimana ceritanya sel,tapi biar bagaimana pun selamat ya kamu beruntung mendapat suami hebat seperti tuan Hariz." Ucap Diwan lalu memeluk Selvi,dia sangat terharu dengan sahabatnya itu.Setelah selesai sekedar basa-basi dengan semua teman-temannya ya setelah mereka tau Selvi dinikahi tuan besar mereka semua datang sendiri menjilat kepada Selvi.Selvi mengakhiri semuanya lalu menemui Hariz di ruangannya.
"Sayang kita berangkat sekarang?" Tanya Selvi,hari ini mereka akan melakukan fitting baju untuk acara pernikahannya nanti,Hariz memberikan tanggung jawabnya sementara kepada bara karna mungkin dia akan sibuk mengurus semua keperluan untuk pernikahannya nanti.
Sementara itu dari kemarin Rara tidak melakukan apa pun,dia masih terus kepikiran dengan sikap kasarnya kepada Selvi anaknya.
"Teryata mendapat rumah ini tidak bisa membuatku bahagia." Ucap Rara,dia menghela napas berat ingin menemui Selvi dan meminta maaf tapi dia tidak tau mereka tinggal dimana.Sekarang hannya penyesalan yang ada di hati Rara,ini akibat sikap serakah di hatinya dan tidak mau berkorban sebagai ibu.Sangat berbeda dengan kemal sekarang dia sangat bahagia,apalagi dia menikah dengan laki-laki yang tepat,kebahagiannya tidak bisa diukur dengan apa pun.
๐บ๐บ๐บ๐บ Tamat๐บ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1
Terima kasih untuk semua reader yang sudah mendukung karya ini sampai jumpa Kaka I love you