
Hariz terus menyetir mobilnya walaupun Selvi memohon untuk berhenti,dia terus mengabaikan permintaan Selvi.
"Tolong tuan Hariz,turunkan aku disini aku bisa melaporkanmu ke polisi dengan tuduhan penculikan."Ucap Selvi pura-pura mengancam Hariz tapi pria itu benar-benar mengabaikan semua ucapannya.Akhirnya Selvi hannya bisa pasrah dia berharap pria itu tidak melakukan sesuatu yang membuatnya semakin membencinya.
Setelah sampai di apertemen lamanya, Hariz dengan paksa menarik tangan Selvi dan membawanya masuk kedalam apertemen.Ada rasa rindu di hati Selvi saat memasuki apertemen itu, dulu dia menghabiskan hari-harinya di apertemen,walaupun sangat banyak kenangan buruk di apertemen ini Selvi masih bisa merasakan kehangatan di dalam apertemen ini.
"Kamu mau minum apa?" Tanya Hariz Selvi mengabaikan pertanyaan Hariz lalu dia mengelilingi ruangan itu.
"Belum ada yang berubah dari ruangan ini,semuanya masih sama."Ucap Selvi dia berguman sendiri dan dia tidak sadar jika Hariz sudah berdiri di belakanganya dan memeluknya dengan erat.
"Lepaskan aku,kamu jangan kurang ajar ya,aku tidak suka pria yang tidak menghargai perempuan kamu masih sama dengan yang dulu bajingan."Ucap Selvi lalu melepaskan pelukan Hariz dengan paksa.Hariz lalu melepaskan pelukannya dia tau kali ini Selvi begitu marah kepadanya,dia hannya merindukan wanita itu tidak lebih ternyata dia nga menyangka jika Selvi se marah itu kepadanya.
"Maafkan aku sel,jika perlakuan ku dulu sudah melukai hatimu aku benar-benar minta maaf kepadamu,aku mohon maafkan aku."Ucap Hariz membuat Selvi kaget,dia tidak menyangka pria itu bisa berbicara setulus itu kepadanya.Akhirnya Selvi luluh dia tidak tega melihat wajah Hariz yang sangat lesu,dia mengira wajah Hariz lesu karna sedang memikirkan semua kesalahannya kenyataanya dia merasa frustasi karna memikirkan ucapan Alice tadi pagi.
Hariz lalu masuk kedalam apertemen lalu mendaratkan bokongnya di sopa,dia terus memikirkan ucapan Alice.
"Bagaimana mungkin wanita itu hamil jelas-jelas aku mengeluarkan nya di luar, baru kali ini aku mendapat ancaman besar seperti ini."Ucap Hariz lalu dia merebahkan tubuhnya di atas sopa dan meletakkan lengannya di wajah menutupi matanya.Dia membiarkan Selvi menikmati suasana apertemen ini dibalkon.Sementara itu,Selvi merasa sepi akhirnya dia masuk kembali kedalam dan melihat Hariz sudah tidur di sopa.
__ADS_1
"Ada apa dengannya,dia terlihat sangat pendiam hari ini,apa dia ada masalah?" Ucap Selvi dari luar karna melihat Hariz tidur dan tidak mengganggunya sama sekali.Hampir dua jam menunggu Hariz bangun tapi belum ada tanda-tanda pria itu akan bangun akhirnya Selvi masuk ke kamarnya dulu dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu dia bermain ponsel,mungkin karna dia kelelahan akhirnya dia tertidur di ranjang itu.
siang berganti sore bahkan sampai berganti malam akhirnya Hariz terjaga dia kaget lalu melihat jam sudah lumayan malam,dia memperhatikan sekitarnya dan dia tersadar jika tadi dia bersama Selvi.
"Kemana wanita itu apa dia meninggalkan aku disini sendiri?" Tanya Hariz lalu dia berdiri dan mulai mencari selvi. Saat akan melewati kamar dia melihat pintu kamar yang terbuka sedikit lalu dia masuk dan melihat Selvi tidur dengan sangat pulas.
"Dia memang sangat cantik,seandainya dulu aku menikahinya mungkin kami sudah punya anak dan hidup bahagia,tapi aku begitu polos membiarkan dia pergi dari kota ini."Suara hati Hariz dia menatap wajah Selvi yang sedang tertidur,dia akhirnya duduk di pinggiran ranjang dan terus memperhatikan wajah Selvi.Karna perutnya sudah mulai lapar dia memesan makanan lewat online.
Hariz,sangat menyesali semua perbuatannya di masa lalu dia terlalu menghabiskan waktu untuk bermain dan menghabiskan banyak uang untuk wanita.
"Apa jadinya jika benar Alice hamil anakku,aku sama sekali tidak mencintainya arrrrgghhh,kenapa masalah ini harus datang kepadaku benar-benar membuatku frustasi."Ucap Hariz,setelah dia kehilangan Selvi empat tahun yang lalu dia memang sudah merubah semua sifat buruknya,dia tidak pernah lagi bermain perempuan apalagi membayar Tubun perempuan.
"Apa mungkin aku dan Selvi tidak berjodoh,apa aku harus menikahi Alice bagaimana bisa aku hidup berumah tangga dengan wanita yang tidak kusukai."Suara hati Hariz dia terus terlihat merenung hingga Selvi merasa ada yang aneh dengan sifat Hariz yang tidak biasa.Dia terus melihat Hariz yang merenung dari tadi tanpa melakukan apa pun di ruangan itu.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Hariz saat melihat Selvi melewatinya diruang tamu.
"Sudah!!"
__ADS_1
"Aku sudah memesan makanan lewat online kita tinggal menunggunya aku akan mengantarmu pulang."Ucap Hariz,Selvi semakin yakin jika Hariz sedang ada masalah besar.
"Baiklah."Jawab Selvi singkat.Mereka terlihat kaku satu sama lain,Selvi bingung melakukan apa pun karna harus terlihat sangat berbeda hari ini.
"Sel,apa kamu sudah punya pacar?aku hannya ingin tau saja,maaf jika pertanyaan ku begitu lancang."Ucap Hariz membuat Selvi sedikit takut.
"Belum,aku tidak pernah punya waktu pacaran sejak aku pindah ke Surabaya aku menghabiskan waktuku untuk kuliah dan kerja untuk biaya kuliah dan biaya kami sehari-hari di rumah.Aku beruntung waktu itu punya uang dari mu hingga bisa membantuku biaya kuliah." Ucap Selvi,Hariz menelan ludahnya tiba-tiba saja dia merasa tenggorokannya sangat kering,dia merasa sangat bersalah karna sudah merusak wanita sebaik Selvi.
"Maafkan aku sel,sejujurnya aku sangat kehilangan saat kamu pergi meninggalkan aku,aku terus mencari keberadaan mu bahkan aku beberapa kali menemui nindi menanyakan keberadaan mu."Ucap Hariz.Selvi merasa hatinya sangat tersentuh saat Hariz mengakui segalanya jika bisa jujur sampai hari ini dia masih memiliki rasa kepada pria itu tapi dia hannya takut jika Hariz mempermainkannya.
Selvi tidak tau harus memberikan jawaban apa kepada Hariz akhirnya dia memilih diam jika dia mengakuinya jika dia juga sangat mencintainya dia takut jika Hariz hannya ingin mengujinya jadi dia memilih diam dari pada memberi jawaban kepada Hariz.
Mereka akhirnya diam tidak tau harus bicara apa lagi,apalagi saat ini Hariz masih memikirkan semua ucapan Alice.Tidak lama akhirnya makanan yang dipesan oleh Hariz tiba lalu mereka menikmati makanan itu.Setelah selesai makan Selvi memungut semua sampah yang ada di meja lalu membuangnya ke tempat sampah dan kembali ke meja.Saat akan mencapai pintu tiba-tiba kakinya tergelincir hingga dia jatuh kepelukan Hariz dan dia mencium wajah Hariz tampa sengaja.
Deg...
"Maaf....Maafkan aku,aku tidak sengaja."
__ADS_1
***bersambung***