Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 52 ~ Tidak setuju ~


__ADS_3

Hariz dan Selvi menikmati suasana malam disebuah taman,mereka asik dengan pikiran masing-masing.Hariz tau jika Selvi sangat banyak beban pikiran terbukti saat dia beberapa kali menghela napas berat.


"Sel,kalau ada beban pikiran kamu bisa menceritakan kepadaku,mana tau setelah kamu curhat,beban dipikiran mu berkurang."Ucap hariz,dia meraih tangan Selvi lalu mengecupnya dengan mesra.


Selvi kembali menghela napas panjang,kali ini dia merasa frustasi menghadapi ibunya yang ngotot minta rujuk kepada ayahnya,sementara dia sendiri merasa terbebani dengan keberadaan ibunya,apalagi melihat ibunya yang sangat egois dan keras kepala.


"Sayang,menurutmu bagaimana aku menyikapi ibuku,aku tau ibuku selalu memaksa untuk rujuk kepada ayah aku tau persis bagaimana sikap ibuku itu,aku kasihan dengan ayah."Ucap Selvi,dia membayangkan sepuluh tahun yang lalu saat ibunya menghina-hina ayahnya saat sang ayah bersekukuh mempertahankan pernikahan mereka demi aku,tapi dengan kejamnya ibunya menolak bahkan mengatakan tidak mau mengurusi anak yang hannya membuatnya terbebani.


"Ahh sudalah sayang tidak usah memberiku nasihat, aku tidak setuju bahkan menolak keras jika ibu ingin rujuk dengan ayah."Ucap Selvi,entah kenapa tiba-tiba saja rasa kecewanya di masa lalu menari-nari dipikirannya saat itu Selvi memeluk erat ibunya sambil memohon untuk tidak meninggalkan mereka tetapi dengan kejam sang ibu mendorongnya bahkan melayangkan tamparan di wajahnya agar tidak menghalangi rencananya menikah dengan pria lain.


Selvi mengingat bagaimana hancurnya perasaan ayahnya bahkan dia mencoba untuk bunuh diri beberapa kali beruntung ayahnya sangat menyayangi nya hingga ayahnya selalu mengurungkan niatnya untuk bubuh diri.


"Kenapa sayang,apa kamu tidak ingin kedua orang tuamu bisa hidup rukun dimasa tua nanti?" Tanya Hariz,dia bingung menanggapi permasalahan Selvi karna dia tidak tau masa lalu kedua orang tuanya.


"Bukan gitu sayang,aku tau persis sikap ibuku,jika mereka rujuk aku tau ibuku akan terus menyakitinya dengan menjadikannya pembantunya,ibuku sangat egois dan ayahku adalah pria yang sangat baik.Kamu tau aku kenapa belum mau menikah itu karna aku ingin menabung uang yang banyak agar ayahku punya tabungan masa tua nanti." Ucap Selvi.Hariz tidak menyangka jika ayahnya suatu alasan untuk menolak menikah dengannya waktu cepat ini.


"Ya ampun sayang,kamu bisa membawanya tinggal bersama kita,bukan kah itu menjadi tanggung jawabku."Ucap Hariz memandang wajah Selvi.


"Tidak sayang,aku tidak mau suatu saat itu akan menjadi masalah buat kita,tahun depan kita menikah saat aku sudah punya banyak uang."Ucap Selvi.Hariz menghela napas berat.Padahal dia tidak keberatan sama sekali saat orang tuanya tinggal bersama mereka jika sudah menikah nanti.

__ADS_1


*****


Arya memasuki rumah orang tuanya,sudah lama dia tidak berkunjung kesana karna kesibukannya.


"Tumben kamu kemari biasanya kamu tidak punya waktu." Sapa sang mama,Arya hannya tersenyum menanggapi ucapan mamanya,betul kata mamanya hampir setahun dia tidak berkunjung ke rumah orang tuanya.


"Ma,kesya mana? bagaimana keadaanya apa sudah ada perubahan."Tanya Arya,semenjak Hariz menolak menikahinya adik perempuannya memang sedikit berubah,Arya tidak mengerti kenapa Kesya begitu terobsesi untuk menikah dengan pria bajingan seperti hariz.Sayangnya Hariz dengan keras menolak menikahinya apalagi saat itu Kesya hamil dari pria lain.


Tok....tok...tok


"Kesya...Abang bisa masuk?" tanya Arya,tampa menunggu ijin Arya memasuki kamar adiknya,Arya sedikit merasa lega karna ternyata adiknya sudah banyak perobahan.


"Kamu sudah melupakan dia?"


"Sudah bang,aku menyesal menghabiskan waktu untuk menunggunya bahkan aku kehilangan janin yang ada di dalam kandunganku karna depresi yang berlebihan,bodohnya aku memaksa perasaan pria untuk mencintaiku."Ucap Kesya,Arya benar-benar bahagia melihat perubahan yang ada di diri adiknya.Dia sangat bersyukur ternyata tidak sia-sia dia menghabiskan uang banyak untuk membayar psikiater untuk menyadarkannya dari depresi yang dia alami.


"Dek jika kamu sudah bisa bekerja datang kah ke perusahan Abang,jadilah wanita yang hebat tunjukkan kepada Hariz jika kamu wanita yang hebat."Ucap Arya sebelum dia meninggalkan kamar adiknya.Entah kenapa malam ini dia teringat dengan Selvi,dan dia sangat emosi saat Selvi jatuh cinta kepada Hariz,dia takut suatu saat Selvi mengalami hal yang sudah di alami oleh adiknya Kesya.Dan hal itu juga yang membuat akhirnya dia mengunjungi rumah ibunya.


Arya akhirnya meninggalkan rumah ibunya,karna malam sudah larut akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke apartemennya.

__ADS_1


"Selvi....Bukankah itu Selvi ngapain dia malam-malam duduk di taman sendirian." Ucap Arya lalu dia menepikan mobilnya dan menghampiri Selvi yang duduk sendiri,padahal sebenarnya Hariz pergi meninggalkannya untuk membeli cemilan,Selvi menolak ikut ke minimarket dekat taman itu.


"Selvi ....!! Apa yang kamu lakukan di taman ini sendirian?" Tanya Arya dia memandangi sekeliling nya sama sekali tidak ada orang.Selvi menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.Saat dia melihat Arya sudah berdiri didepannya tiba-tiba saja dia teringat kejadian sebulan yang lalu.


"Aku disini bersama kekasihku,kebetulan saja dia sedang ke mini market untuk belanja cemilan."Ucap Selvi,dia sengaja menekan kata pacarku agar Arya segera meninggalkannya sebelum Hariz memergokinya disitu.


"Pacarmu..? Hariz maksudmu,sel....Maafkan aku masalah kemarin sejujurnya aku tidak ikhlas jika kamu memiliki hubungan dengan Hariz,kamu tidak tau seberapa busuknya dia jadi pria." Ucap Arya,dia selalu berusaha untuk memutuskan hubungan Hariz dan Selvi.


"Arya,berhentilah untuk menjelekkan Hariz aku tau dia pria seperti apa,setiap orang berhak untuk berubah lebih baik,jangan menghakiminya hannya karna masa lalu nya aku mohon tinggal kan aku dan jangan ganggu hidupku lagi." Ucap Selvi,Arya terdiam seribu bahasa,dia selalu bingung pesona apa yang sudah ditebarkan Hariz hingga semua wanita tergila-gila kepadanya.


"Apa kamu tidak mendengar ucapan Selvi,pergi dan jangan ganggu kami lagi."Ucap Hariz,dia cukup puas mendengar ucapan yang dilontarkan Selvi kepada Arya.


Arya menatap sengit ke arah Hariz ingin sekali dia melayangkan tamparan di wajah pria yang sok ganteng,tapi ini di taman banyak orang lalu lalang ,dia takut aksinya nanti akan mengundang keributan.


"Pergi...Apa kamu ingin melihat aku dan Selvi berciuman,sekarang kami ingin melakukannya,apa kamu ingin melihatnya." Ucap Hariz lalu dia meletakkan barang belanjaannya lalu mendekati Selvi dan meraih tangannya lalu mendaratkan kecupan di bibir Selvi hingga dia kaget bukan main.


"Dasar bangsat..." Ucap Arya lalu bergegas pergi meninggalkan Hariz dan Selvi.Hariz begitu puas Karna dia bisa membalas apa yang dia lakukan terhadap Selvi sebulan yang lalu.


****bersambung***

__ADS_1


__ADS_2