
"Melody!" Panggil seorang pria pada Claudia yang baru turun dari panggung.
Siapa pria itu?
Claudia tak mengenalnya.
"Mel!" Pria itu tiba-tiba sudah memeluk Claudia.
"Mel, aku minta maaf soal sikapku tempo hari yang tiba-tiba memutuskanmu," ucap pria asing itu yang entah siapa dan sedang bicara apa.
Memutuskan?
Apa itu artinya pria jelek dekil ini mantan pacar Melody?
Ck! Payah juga selera Melody.
Mending-mending Andez yang body goal dan lumayan tampan.
Eh!
"Maaf, kamu siapa,ya?"Claudia mendorong pria yang memeluknya sembarangan itu dan menatapnya dengan remeh. Jika benar pria ini adalah mantan pacar Melody,maka Claudia akan sedikit memberikannya pelajaran pada pria jelek nan dekil ini.
"Aku Irwan, Mel! Kenapa kamu pura-pura tak kenal padaku?" Tanya Irwan bingung.
"Aku memang tak kenal. Jauh jauh!" Claudia mengibaskan tangannya dengan sombong ke arah Irwan.
"Mas Irwan!" Seru Bagus yang akhirnya ikut turun dari panggung. Jika tadi Claudia bagian menyanyi, maka Bagus bagian pemain keyboard. Keren juga sepupu Melody itu. Kelihatannya saja usil dan menyebalkan. Tapi nyatanya ada bakat terpendam.
Sedangkan Andez?
Dia bagian sawer menyawer.
Banyak juga ternyata duitnya si pria berkacamata itu.
Claudia benar-benar panen banyak duit dari Andez. Bu Ayana pasti senang nanti.
__ADS_1
"Mas Irwan ngapain ganggu Mbak Mel lagi?" Tegur Bagus galak.
"Diam kamu, Bagus-".
"Jangan membentak Bagus!" Gertak Claudia pada Irwan yang membentak Bagus.
"Aku tidak mau kenal lagi dengan pria brengsek sejenis dirimu!" Claudia menuding dengan berani ke arah Irwan.
"Jadi pergi jauh-jauh dari hidupku, karena-"
"Mel, ada apa ini?" Kedatangan sekaligus pertanyaan dari Andez memotong kalimat Claudia.
"Karena aku sekarang sudah punya pacar yang tulus dan yang pastinya tak brengsek sepertimu!" Claudia melanjutkan kalimatnya dan sudah sambil menggamit lengan Andez.
"Secepat itu kau menemukan penggantiku, Mel?" Raut wajah Irwan terlihat tak percaya atau mungkin merasa tak terima.
"Mas Irwan sendiri yang sudah mengkhianati Mbak Mel dan mencampakkannya! Jadi tidak usah playing victim!" Sergah Bagus yang bagaikan skakmat untuk Irwan.
Oh, ternyata pria dekil, jelek, dan brengsek ini sudah mencampakkan Melody! Mungkin itu alasan lain Melody kabur dari rumah selain hendak diperkosa oleh Pak Seno baj*ngan. Kenapa juga, para pria di sekitar Melody brengsek dan baj1ngan? Kecuali Bagus maksudnya.
"Sombong kamu sekarang, Mel!" Ucap Irwan penuh kecewa bersamaan dengan seorang wanita yang memanggil-manggil pria tersebut.
"Mas Irwan!"
"Tu! Dicariin istrinya, Mas! Jangan ganjen makanya jadi orang!" Ledek Bagus yang langsung berhadiah delikan mata dari Irwan, namun Bagus hanya acuh dan tak peduli. Irwan akhirnya berbalik dan pergi.
Sesaat setelah kepergian Irwan, Andez terlihat membisikkan sesuatu pada Bagus.
"Jangan lama-lama tapi, Mas! Nanti kalau Budhe Aya tahu Bagus juga bakal kena omel."
"Bentar aja! Kamu tunggu di depan rumah aku dulu," pesan Andez pada Bagus masih sambil berbisik.
"Kalian berdua ngomong apa, sih?" Tanya Claudia bingung, seraya menatap bergantian pada Bagus dan Andez.
"Bagus mau pulang duluan, Mbak! Kebelet!"
__ADS_1
"Nanti Mbak Mel bareng Mas Andez saja, ya!" Pesan Bagus seraya ngacir pergi meninggalkan Claudia dan Andez.
"Bagus!" Panggilan Claudia hanya terbang tertiup angin karena sekarang Bagus sudah tak terlihat lagi.
"Tadi bisik-bisik apa, sih, Andez?" Tanya Claudia akhirnya pada Andez yang hanya mengulas senyuman aneh.
Ck! Dasar aneh!
"Aku mau ngajak kamu jalan-jalan sebentar. Jadi aku minta izin sama Bagus," jelas Andez seraya melepas jaketnya,lalu memakaikannya pada Claudia.
"Dingin, ya?" Tanya Andez berbasa-basi.
"Udah enggak," jawab Claudia seraya merapatkan jaket Andez yang membalut tubuhnya. Aroma maskulin langsung menyeruak dan memenuhi indera penciuman Claudia.
"Kita mau jalan-jalan kemana? Nanti Ibu khawatir kalau aku tak kunjung pulang," tanya Claudia sedikit memberikan alasan.
"Bentar aja, kok! Nanti pulang sebelum jam sembilan," janji Andez yang tiba-tiba sudah merangkulkan lengannya ke pundak Claudia. Tak ada penolakan dari Claudia, dan dua sejoli itu berjalan ke arah pematang sawah yang gelap gulita. Andez langsung mengajak Claudia menuju ke saung yang berada di tengah sawah.
Hah?
Andez mau berbuat apa?
Jadi the next Surti dan Tejo?
.
.
.
😆😆😆😆😆😆
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1