Mendadak Jadi Nona Muda

Mendadak Jadi Nona Muda
USAHA MATTHEW


__ADS_3

Melody memeluk erat Bu Ayana setelah wanita itu juga memeluk Bagus dan Bulik Anita secara bergantian.


"Ingat pesan ibu, ya!" Pesan Bu Ayana sekali lagi yang hanya membuat Melody mengangguk. Raut wajah putri Bu Ayana itu masih saja sedih dan murung.


"Ibu jaga kesehatan di sana. Tidak usah kerja cuci-cuci lagi," Melody balik berpesan pada Bu Ayana.


"Pokoknya ibu jaga kesehatan, ya!" Ujar Melody seraya memeluk Bu Ayana sekali lagi.


"Iya, Mel! Kamu juga jaga kesehatan disini," pesan Bu Ayana pada sang putri.


Melody ganti menghampiri Bagus dan Bulik Ani.


"Gus, kalau ibu kenapa-kenapa, langsung telepon Mbak, ya!"


"Iya, Mbak! Siap! Bagus bakal jagain Ibu dan Budhe, kok. Mbak Mel todak usah khawatir," jawab Bagus menenangkan Melody.


"Ayo berangkat sekarang!" Ajak Bu Ayana selanjutnya pada Bagus dan Bulik Ani.


"Hati-hati, Bu! Nanti Matthew akan mengantar Melody ke rumah kalau dia kangen sama Ibu," pesan Matthew sekaligus berjanji pada sang ibu mertua.


"Iya, Nak Matthew. Tolong lebih sabar menghadapi Melody, ya!"


"Iya, Bu. Pasti," jawab Matthew seraya mengulas senyum.


Tak berselang lama, Bu Ayana, Bulik Ani, dan Bagus akhirnya pergi diantar oleh supir Matthew menuju ke bandara kota.


Melody tak berucap sepatah katapun setelah kepergian Bu Ayana,dan wanita itu langsung masuk ke rumah meninggalkan Matthew.


"Nona, anda mau makan siang?" Tanya maid di rumah saat Melody pergi ke dapur untuk mengambil minum.


"Tidak, aku belum lapar," jawab Melody cepat.


"Mau makan sesuatu? Biar aku carikan," Tanya Matthew yang sudah menyusul Melody ke dapur. Melody sedikit kaget dengan suara dan pertanyaan Matthew.


"Tidak!" Jawab Melody singkat.


"Mau jalan-jalan dan makan di luar?" Tanya Matthew lagi.


"Atau kau bisa belanja apa saja. Aku akan menemanimu seharian," tawar Matthew lagi yang lagi-lagi hanya dijawab Melody dengan gelengan kepala.

__ADS_1


"Aku akan ke kamar dan beristirahat saja. Perutku sedikit mual," ucap Melody seraya berlalu meninggalkan Matthew yang hanya mampu mendengus frustasi. Sepertinya Matthew harus meningkatkan rasa sabarnya berkali-kali lipat demi bisa mengambil hati Melody.


Matthew membuka kulkas dan memilih untuk mencari camilan saja. Kebetulan ada brownies alpukat yang begitu menggiurkan di dalam kulkas, jadi Matthew mengambilnya dan segera melahap dessert tersebut di meja makan dengan lahap.


Tepat saat Matthew selesai menghabiskan brownies alpukatnya, Melody kembali ke dapur dan membuka kulkas. Wanita itu terlihat mencari-cari sesuatu di dalam kulkas.


"Mbak!" Panggil Melody pada seorang maid.


"Iya, Nona! Sedang mencari apa?"


"Brownies aku yang semalam dimana? Tadi malam masih sisa satu kotak sepertinya," tanya Melody yang langsung membuat Matthew yang sejak tadi menyimak obrolan Melody dan maid langsung melirik ke arah thinwall di atas meja yang isinya sudah berpindah ke dalam perut Matthew.


Oh, tidak!


Brownies itu milik Melody ternyata!


"Yang itu, Nona?" Tanya maid seraya menunjuk ke thinwall kosong di depan Matthew. Raut terkejut sekaligus kecewa langsung tampak di wajah Melody.


"Maaf, aku menghabiskannya," ucap Matthew seraya bangkit berdiri dan mendekat ke arah Melody.


"Mbak, bisa buatkan lagi atau pesankan saja lagi yang seperti tadi? Dimana belinya?" Tanya Matthew cepat pada pelayan di rumahnya tersebut.


"Di bakery dekat sini ada, Tuan!"


"Atau kita beli berdua saja, Mel?" Tawar Matthew seraya merangkul pundak Melody. Namun cepat-cepat Melody menyentaknya dan wanita itu pergi begitu saja dari dapur tanpa berucap sepatah katapun.


Sial!


"Biar aku yang beli!" Matthew mendahului maid yang baru saja akan pergi.


Matthew memacu mobilnya dengan tergesa dan pergi ke bakery dekat rumah yang tadi dimaksud oleh pelayannya. Sampai di bakery tujuan, Matthew langsung menuju ke showcase untuk mencari brownies yang serupa dengan yang tadi ia habiskan.


Masih ada sekitar lima kotak disana!


Tanpa pikir panjang, Matthew langsung membeli semuanya dan membawanya pulang.


Tak sampai sepuluh menit, Matthew sudah tiba lagi di rumahnya.


"Abang darimana?" Sapa Navya yang baru datang bersama Erlan. Sepertinya dua orang itu baru saja berjalan-jalan entah darimana.

__ADS_1


"Membeli brownies untuk Melody!" Jawab Matthew seraya berjalan cepat masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya. Tanpa mengetuk, Matthew masuk begitu saja ke dalam kamar.


"Mel, aku sudah membelikan browniesnya," lapor Matthew seraya menghampiri Melody yang hanya duduk diam di ayunan yang berada di dalam kamar seraya membaca buku.


"Aku belikan yang baru. Maaf yang tadi aku habiskan," ucap Matthew lagi seraya tersenyum pada Melody. Namun ekspresi wajah wanita itu masih saja datar dan tak ada rasa antusias sedikitpun.


"Terima kasih." Hanya dua kata itu yang meluncur dari bibir Melody. Tak ada basa-basi lain lagi.


"Aku taruh disini? Atau kau mau yang dingin? Biar aku taruh di kulkas dulu."


"Besok aku akan membeli kulkas kecil dan menaruhnya di kamar, agar kau bisa menyimpan apapun tanpa capek bolak-balik ke dapur," cerocos Matthew panjang lebar yang lagi-lagi hanya ditanggapi Melody dengan raut wajah datar.


Ya ampun!


Sabar, Matthew!


Sabar! Sabar!


"Aku masih sanggup berjalan ke dapur untuk mengambil makanan. Jadi tidak perlu berlebihan!" Melody akhirnya mengucapkan kalimat yang lumayab panjang dan senyuman langsung tersungging di bibir Matthew.


"Baiklah, jika menurutmu begitu. Kau mau makan brownies-nya sekarang?" Tanya Matthew lagi pada Melody.


"Ya!" Jawab Melody yang lagi-lagi hanya singkat. Tapi tak apa, setidaknya Melody sudah mau menjawab dan Matthew tidak seperti orang gila yang hanya berbicara serta bercerocos sendiri seperti sebelum-sebelumnya.


Matthew membukakan satu kotak brownies, lalu menyodorkannya pada Melody.


"Aku tidak mungkin menghabiskan semuanya sendiri, jadi kau makan saja jika kau masih ingin," ujar Melody yang sejak tadi melihat Matthew menelan salivanya. Sudah seperti orang ngidam saja si Matthew.


"Ya!"


Matthew menarik kursi dari meja rias, dan membawanya ke dekat Melody, lalu pria itu ikut memakan brownies alpukat yang sedang dimakan juga oleh Melody.


"Besok aku akan membelikannya lagi untukmu," janji Matthew di sela-sela pria itu menikmati browniesnya.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2