Mendadak Jadi Nona Muda

Mendadak Jadi Nona Muda
MENIKAHLAH DENGANKU!


__ADS_3

"Kak Clau-"


"Melody!" Matthew mengoreksi dengan cepat panggilan Navya yang salah pada Melody.


"Ah, iya! Maaf!"


"Kak Melody!" Navya memeluk Melody dengan hangat lalu turut menyapa Bu Ayana yang ikut pulang ke kediaman Orlando.


"Kau antar Melody ke kamarnya dulu, Nav!" Titah Matthew pada sang adik.


"Kamar Abang maksudnya? Baiklah!" Jawab Navya bersemangat.


"Aku-"


"Aku boleh tidur bersama ibu malam ini?" Pinta Melody pada Matthew sedikit tergagap.


"Mel-"


"Hanya malam ini, Bu!" Sela Melody memaksa. Seperti Melody memang masih setengah hati menerima pernikahannya dengan Matthew, meskipun sejak awal ia sendiri yang menyerahkan diri pada Matthew.


"Masih banyak kamar kosong di rumah ini, Bu! Matthew akan tidur di kamar lain nanti," ucap Matthew akhirnya memberikan jalan keluar.


"Ibu silahkan beristirahat bersama Melody," lanjut Matthew lagi tetap dengan nada sopan dan lembut.


"Navya!" Matthew memberikan kode pada Navya agar mengantar Melody dan Bu Ayana ke kamar yang akan mereka tempati malam ini.


"Mari, Bu!" Ajak Navya selanjutnya seraya membimbing Bu Ayana dan Melody masuk ke dalam satu kamar utama di rumah ini yang sebenarnya adalah kamar Matthew.


Matthew hanya bisa menghela nafas dannsebisa mungkin menahan emosinya agar tak meledak. Matthew memang suami sah Melody kini, namun sepertinya hati gadis itu masih berada di tempat lain dan belum sepenuhnya menerima Matthew sebagai suami.


Matthew memilih untuk pergi ke dapur dan meneguk air dingin demi mendinginkan hatinya. Sepertinya Matthew harus mulai memikirkan cara untuk membuat Melody menerimanya sebagai suami.


****


"Aku baru ingat kalau sebelumnya kau sudah mengajakku kesini bersama Melody waktu itu," kekeh Claudia setelah wanita itu masuk ke dalam apartemen Aaron.


"Akhirnya kau ingat juga! Sepertinya tadi pikiranmu sedang blank saat bertanya apa aku punya rumah atau tidak," Aaron ikut-ikutan terkekeh.


"Hanya ada satu kamar?" Tanya Claudia selanjutnya.

__ADS_1


"Kau mau menginap memangnya?" Aaron balik bertanya dan menatap Claudia penuh selidik.


"Aku hanya bertanya, bukan berarti aku akan menginap," sergah Claudia yang langsung membuat Aaron tergelak.


"Kau benar!"


"Kamarnya iya hanya satu. Maaf jika apartemenku hanya kecil dan sederhana," ucap Aaron merendah.


"Tapi tadi katamu apartemenmu cukup luas dan cukup untuk tinggal bersamaku serta anak-anak kita kelak. Lalu kenapa kamarnya cuma satu?" Tanya Claudia sedikit bergumam. Claudia seolah tak sadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan. Kalimat Claudia benar-benar seperti sebuah kode untuk Aaron yang langsung tertawa penuh kemenangan.


"Ada apa? Kenapa kau tertawa aneh begitu?" Tanya Claudia menatap bingung pada Aaron.


"Kau menerima lamaranku tadi berarti, kan?" Aaron menaikturunkan alisnya ke arah Claudia.


"Aku akan memikirkannya dulu," Claudia sedikit salah tingkah.


"Bilang saja iya, apa susahnya? Kau tidak ingin menyusul Melody yang sudah menikah?" Aaron semakin mendekatkan wajahnya pada Claudia.


"Melody menikah karena kecelakaan!" Kedua telunjuk Claudia membentuk tanda kutip dan tatapan wanita itu tak beralih dari wajah Aaron. Kalau dilihat dari jarak dekat, Aaron lumayan ganteng juga ternyata.


"Jadi, apa aku perlu membuat kecelakaan juga agar kita bisa segera menikah?" Kedua telunjuk Aaron ikut-ikutan membentuk tanda kutip.


"Menikahlah denganku kalau begitu, Claudia!" Aaron sudah meraih kedua tangan Claudia dan mengecupnya beberapa kali.


"Bisakah kau sedikit romantis saat melamar dan tidak seadanya begini?"


"Kemarin diatas motor di depan apotik, lalu di pemakaman, dan sekarang kau melamar dengan tangan kosong," cecar Claudia yang langsung membuat Aaron tergelak.


"Aku membawa cincin untukmu," ujar Aaron seraya menyodorkan cincin yang tadi dikembalikan oleh Claudia.


"Hmmm, cincin saja?" Tanya Claudia memastikan bersamaan dengan bel apartemen Aaron yang berbunyi.


"Cincin dan makanan! Pesanan makan malam sudah datang!" Aaron beranjak dari tempatnya untuk membuka pintu. Sementara Claudia yang masih duduk di sofa, memperhatikan berulang-ulang cincin di dalam kotak yang disodorkan Aaron tadi.


"Kau pesan apa?" Tanya Claudia seraya berbalik untuk melihat makanan yang dibawa Aaron, saat tiba-tiba wanita itu terkejut tak percaya.


Aaron yang entah mendapatkan buket bunga darimana, tiba-tiba sudah berlutut di depan Claudia yang masih duduk di sofa. Tangan Aaron meraih kotak cincin, lalu menyodorkannya ke arah Claudia.


"Ehm!"

__ADS_1


"Claudia Setyawan, maukah kau menikah denganku?" Tanya Aaron sebelum kemudian suasana hening untuk beberapa saat.


"Ya! Aku mau!" Jawab Claudia akhirnya yang langsung membuat Aaron bersorak senang.


"Yess! Yess!"


Aaron memakaikan cincin ke jari manis Claudia dengan tergesa, lalu langsung mengecup bibir Claudia. Namun saat Aaron hendak melepaskan kecupannya, Claudia malah menarik kepala Aaron dan meneruskan pagutan mereka dengan semakin dalam, panas dan liar.


"Ayo berhenti," gumam Aaron di sela-sela pagutannya bersama Claudia yang seolah tak ingin berhenti.


"Sedikit lagi. Aku sedikit kegerahan," jawab Claudia yang tangannya sudah bergerilya untuk membuka kancing kemeja Aaron.


"Kau atau aku yang kegerahan? Kenapa bajuku yang kau buka?" Tanya Aaron bingung.


"Kau juga berkeringat!" Claudia sudah mendorong tubuh Aaron hingga pria itu setengah berbaring di atas sofa. Dan Claudia posisinya sedang menindih Aaron sekarang.


"Ada kasur yang lebih luas jika kau ingin menerjangku sekarang," Ucap Aaron selanjutnya seraya mengendikkan dagunya ke pintu kamar.


Claudia diam sejenak dan menatap pada wajah Aaron. Wanita itu berdecak berulang kali sementara Aaron malah menahan tawanya.


"Jangan rusak gaunku malam ini!" Ucap Claudia akhirnya.


"Tidak akan!" Jawab Aaron yang tangannya sudah meraih ujung ritsleting gaun Claudia. Dengan satu sentakan, Aaron berhasil membukanya,lalu meloloskan gaun itu melewati kepala Claudia.


Aaron lanjut menggendong tubuh Claudia yang hanya terbalut sepasang underwear masuk ke dalam kamar. Dan yang selanjutnya terdengar hanyalah deru nafas Aaron dan Claudia serta racauan penuh semangat dari bibir keduanya.


.


.


.


Yang nikah siapa


Yang nganu siapa 🙄🙄🙄


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2