
Sam dan Kate masih menikmati sarapan mereka, saat pintu apartemen Kate tiba-tiba sudah menjeblak terbuka.
Ah sial!
"Kate!" Panggil Tuan Steinberg yang langsung terkejut mendapati sang putri yang sedang menikmati sarapan bersama seorang pria asing.
"Pagi, Papi!" Jawab Kate dengan nada malas.
"Kau tadi tidak mengunci pintu depan?"desis Kate pada Sam yang langsung meringis.
"Maaf, aku lupa!"
"Apa ini sebuah kejutan? Siapa pria tampan yang kau sembunyikan di apartemen ini, Kate? Calon menantu Papi?" Cecar Tuan Steinberg yang langsung menghampiri Sam.
"Selamat pagi, Tuan Steinberg!" Sapa Sam ramah pada papi kandung Kate tersebut.
"Selamat pagi..."
"Abrisam! Biasa dipanggil Sam, Tuan!" Jawab Sam cepat.
"Sam! Kekasih Kate, kan?" Tebak Tuan Steinberg.
"Bu-"
"Iya, Pi! Kami akan bertunangan dalam waktu dekat!" Kate menggamit lengan Sam dengan cepat dan meng-klaim Sam sebagai calon tunangannya.
Drama macam apa ini?
"Jadi, Papi akan membatalkan perjodohan bodoh itu,kan?" Tanya Kate lagi yang langsung membuat Tuan Steinberg mengangguk.
"Tentu saja, Kate! Papi senang karena kau akhirnya mau menikah dan sudah menentukan calon pasanganmu sendiri," ucap Tuan Steinberg seraya mengusap kepala sang putri.
"Kapan rencana pertunangan kalian?" Tanya Tuan Steinberg selanjutnya.
"Minggu depan!" Jawab Late cepat mengalahkan Sam yang baru akan buka suara.
Ya ampun!
Apa ini semacam akting belaka?
Bisa-bisanya Sam hanya diam diperlakukan seperti ini oleh Kate.
"Baguslah! Lebih cepat lebih baik!"
"Kau asisten mendiang Harun Setyawan, kan?" Tuan Steinberg akhirnya mengenali Sam.
"Iya, Tuan! Tapi sekarang tidak lagi. Saya sudah resign dari perusahaan Setyawan," jawab Sam cepat.
__ADS_1
"Sebaiknya memang begitu. Ada Steinberg Company yang akan kau urus ke depannya!" Tuan Steinberg menepuk punggunh Sam sebelum kemudian pria paruh baya itu berbalik dan kembali menuju pintu apartemen Kate, dimana sudah banyak bodyguard Tuan Steinberg yang berjaga.
"Papi tadi hanya mampir, karena kata salah satu anak buah Papi, kau pulang bersama pria semalam," ucap Tuan Steinberg lagi sebelum kemudian papi kandung Kate itu meninggalkan apartemen sang putri.
Suasana sejenak hening setelah kepergian Tuan Steinberg dan para bodyguard-nya.
"Apa maksudnya ini, Kate?" Sam akhirnya buka suara dan meminta penjelasan.
"Kita akan bertunangan lalu menikah. Lagipula, kau juga sudah melakukannya kepadaku," jawab Kate seolah tanpa beban.
"Melakukan apa maksudmu? Bukankah katamu tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita?" Tanya Sam bingung.
"Tapi kau sendiri yang mengatakan kalau sudah terjadi apa-apa," Kate membalikkan kata-kata Sam.
"Kau hamil setelah kejadian malam itu?" Tanya Sam penuh selidik.
"Tidak semua wanita langsung hamil setelah melakukannya pertama kali, Sam!" Sergah Kate mencari pembenaran.
"Baiklah, ayo kita buktikan dulu!" Cetus Sam yang langsung membuat Kate membelalakkan mata.
"Mem-membuktikan?"
"Kita ke dokter?" Tanya Kate tergagap.
"Kata temanmu cukup tidur bersama!" Sam sudah membuka kancing kemejanya. Sebenarnya sudah sejak semalam Sam menahan diri.
"Mau membuktikan segelmu masih utuh atau tidak," jawab Sam yang terus mendesak Kate hingga akhirnya wanita itu tersudut di tembok dan terkungkung tubuh besar Sam. Kate memejamkan matanya, saat Sam mendekatkan wajahnya ke arah Kate, lalu menyatukan bibir mereka. Kate membalas pagutan lembut Sam, lalu tangannya bergerilya mengusap sesuatu yang mulai terasa menonjol di balik celana Sam.
Pun dengan Sam yang tak tinggal diam dan sudah meloloskan kaus longgar yang dikenakan Kate melewati kepala, lalu melepaskan pengait bra wanita itu.
Tangan Sam dan Kate terus bergerilya melucuti pakaian pasangan mereka sebelum kemudian dua tubuh itu sudah saling menindih di atas tempat tidur yang berada di kamar Kate.
"Jadi, kau belum tidur dengan pria manapun setelah kejadian malam itu?" Tanya Sam sekali lagi dan Kate hanya menggeleng.
"Belum."
"Hanya denganmu-" Kate meringis saat milik Sam mulai menyentak masuk.
"Memang masih sempit," Sam berusaha mendorong lagi saat kedua tangan Kate merem*s sprei di sampingnya karena rasanya....
"Sam..." rintih Kate bersamaan dengan milik Sam yang akhirnya sudah melesak sepenuhnya. Sam terdiam beberapa saat karena ia baru saja merasakan miliknya yang sudah merobek sesuatu milik Kate.
"Sial! Kau masih perawan," gumam Sam seraya melihat ke arah miliknya yang masih tenggelam di dalam milik Kate. Ada darah yang mengalir di bawah sana.
"Sakit," cicit Kate yang masih telentang di bawah Sam.
Kepalang tanggung, Sam memilih untuk melanjutkan aksinya. Toh minggu depan Sam dan Kate akan bertunangan, lalu menikah.
__ADS_1
Sam terus bergerak hingga akhirnya....
"Sam kau tak memakai pengaman," gumam Kate setelah Sam melepaskannya di dalam.
"Kau benar!" Sam menatap wajah Kate.
"Tapi katamu belum tentu langsung hamil," sambung Sam lagi dan Kate hanya mengendikkan bahunya.
"Ayo menikah, Kate!" Celetuk Sam tiba-tiba yang masih menatap lekat wajah Kate.
"Apa katamu barusan?"
"Ayo menikah! Aku serius!" Ucap Sam bersungguh-sungguh.
"Kau sedang melamarku?"
"Ya! Tapi cincinnya menyusul, oke!" Sam terkekeh sebelum kemudian mengecup bibir Kate.
"Aku baru saja patah hati, karena pria yang aku sukai ternyata sudah menikah dengan gadis lain," Kate akhirnya membuat pengakuan.
"Dan aku juga baru saja patah hati karena gadis yang aku sukai menikah dengan pria lain," Sam ikut-ikutan mengaku lalu mereka berdua tertawa bersama.
"Kenapa hidup kita konyol sekali, Sam! Kita patah hati di waktu bersamaan," Kate kembali tertawa. Menertawakan hidupnya sendiri yang berjalan dengan aneh.
"Bukan konyol. Mungkin takdirnya memang begini!" Pendapat Sam yang langsung membuat Kate berhenti tertawa.
"Datanglah ke kantor mulai besok! Kau mendapatkan pekerjaan sekaligus calon istri baru," ucap Kate akhirnya seraya mengalungkan lengannya ke leher Sam.
"Aku direkturnya?" Tanya Sam dengan raut menggoda.
"Bisa diatur yang itu!" Pungkas Kate sebelum ia kembali berpagutan dengan Sam dan melakukan pergelutan sekali lagi.
.
.
.
Udah sampai disini aja cerita Sam.
Udah pada ngintip profilnya othor belum hari ini?
🤭🤭🤭🤭
Ada ungu-ungu yang baru, lho!
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia