
"Selamat siang, Tuan Harun," sapa Abrisam yang ternyata masih berada di rumah besar Papa Harun. Tapi kenapa Melody tak melihatnya sejak tadi?
Ah, sudahlah!
Kenapa Melody malah memikirkan pria yang entah siapa itu.
"Kau sudah makan, Sam?" Tanya Papa Harun seraya memeriksa beberapa kertas yang tadi dibawa oleh Sam.
"Kebetulan sudah, Tuan!" Jawab Sam cepat sambil sesekali melirik pada Melody yang hanya duduk diam di sofa seraya membaca majalah di pangkuannya. Melody merasa bingung harus melakukan apa karena memang Melody tak tahu kebiasaan apa yang dilakukan oleh Nona Claudia saat di rumah.
"Claudia sedikit pendiam dan berubah kalem sekarang," ujar Papa Harun sedikit berkelakar membuat Melody semakin salah tingkah.
"Iya, saya sedikit heran juga, Tuan!" Timpal Sam seraya tertawa kecil.
"Apa salahnya menjadi gadis manis dan baik?" Sahut Melody berani.
Ya ampun!
Kenapa Melody berani sekali?
"Tidak ada yang salah, Cla! Papa malah suka dengan sikap manismu yang sekarang," ujar Pak Harun seraya tersenyum pada Melody.
"Oh, iya." Sam sedikit bergumam dan mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya.
"Ponsel anda, Nona!" Sam memberikan ponsel Nona Claudia pada Melody. Tangan Melody sedikit dingin saat ia menerima benda persegi mewah tersebut dari tangan Abrisam. Biasanya Melody memang tak punya ponsel sebelumnya dan biasanya ia hanya akan meminjam milik Bagus jika ada keperluan.
"Kemarin tertinggal di dalam mobil saat saya mengantar Nona Claudia pulang, Tuan!" Jelas Sam pada Papa Harun yang sudah menatap curiga ke arah pria itu.
"Kau mematikan ponselmu, Cla?" Tanya Papa Harun penuh selidik.
"Maaf, Pa!" Ucap Melody yang langsung menyalakan ponsel milik Nona Claudia.
"Jangan pernah melakukannya lagi!" Ujar Papa Harun lagi memperingatkan Melody.
"Iya, Pa! Mel-"
"Eh, Claudia tidak akan melakukannya lagi," jawab Melyang hampir saja menyebut nama Melody.
Ya ampun!
Claudia! Claudia! Claudia!
Namamu Claudia sekarang, Mel!
Lupakan sejenak soal Melody!
"Mel?" Sam mengernyit dan sedikit menahan tawa.
"Ada apa?" Tanya Papa Harun penasaran.
"Saya rasa Nona Claudia masih menghalu menjadi Melody, Tuan," jawab Sam seraya terkekeh.
"Melody siapa memangnya?" Tanya Papa Harun semakin penasaran.
"Tokoh utama di film yang kemarin Nona Claudia ikut casting namun ditolak," jelas Sam yang langsung membuat Melody terperangah.
__ADS_1
Apa itu artinya, Nona Claudia adalah seorang artis terkenal?
Tapi kenapa Melody tak pernah melihatnya di layar televisi?
Eh, tapi Melody memang tak punya televisi di rumah.
"Mau jadi pemain film juga?" Tanya Papa Harun tiba-tiba menatap tak suka ke arah Melody.
"Itu-" Melody merasa gugup.
"Claudia hanya iseng, Pa!" Jawab Melody tergagap dan sedikit mengarang. Gadis itu menatap pada Sam seolah minta bantuan.
"Nona Claudia hanya iseng, Tuan! Lagipula, hasilnya juga langsung ditolak karena tak ada pengalaman," jawab Sam seraya tertawa kecil seolah sedang mengejek Melody.
Atau mengejek Nona Claudia lebih tepatnya.
"Berhenti jadi model, dan sekarang mau ganti jadi pemain film!" Papa Harun berdecak tak suka.
"Fokus saja belajar bisnis, Cla! Tak perlu menjadi public figure! Papa tidak suka itu semua!" Ucap Papa Harun tegas yang langsung membuat Melody mengkerut.
"Iya, Pa!" Jawab Melody seraya menundukkan wajahnya. Namun sikap Melody tersebut rupanya malah membuat Papa Harun dan Sam menjadi sedikit heran.
Claudia yang biasanya akan langsung mencak-mencak saat dinasehati seperti tadi oleh Papa Harun, lalu kenapa Claudia yang ini hanya diam menunduk serta patuh tanpa drama mencak-mencak. Entah keajaiban apa yang baru saja menghinggapi Claudia hingga gadis ini tiba-tiba banyak berubah.
"Saya rasa Nona Claudia sudah benar-benar berubah menjadi gadis manis dan baik,Tuan!" Bisik Sam pada Papa Harun.
"Tapi aku masih curiga dengan udang di balik batu atas perubahan sikap Claudia sekarang," Papa Harun balas berbisik pada Sam.
"Kita ikuti dulu saja permainannya, sambil tetap waspada," saran Sam masih berbisik pada Papa Harun.
"Baiklah."
"Claudia angkat telepon dulu, Pa!" Pamit Melody sedikit tergagap pada Papa Harun dan Sam yang malah menatap heran ke arahnya.
Terserah saja!
Melody memilih untuk tak peduli dan segera melangkah ke arah sebuah pintu yang rupanya mengarah ke halaman belakang. Melody cepat-cepat menggeser tombol hijau di layar ponsel, saat tiba-tiba wajah seorang pria sudah muncul di layar ponsel dan membuat Melody nyaris terjungkal karena kaget.
Ternyata video call!
"Cla!" Panggil pria di dalam layar ponsel. Pria yang wajahnya terlihat maskulin dengan jambang tipis menghiasi wajahnya yang putih.
Apa ini Matthew Orlando?
Ada hubungan apa Matthew ini dengan Nona Claudia?
Pacar? Tunangan? Atau suami?
"Cla! Kenapa kau melamun?" Tegur Matthew lagi yang langsung membuat Melody tersentak kaget.
"Eh, iya! Ada apa, Matt?" Jawab Melody tergagap.
"Ponselmu mati sejak kemarin. Kau kemana saja?"
"Tidak kemana-mana," jawab Melody cepat.
__ADS_1
"Aku hanya lupa menaruh ponselku dimana, dan baru tadi Sam menemukannya," jelas Melody lagi.
"Aneh!" Matthew bergumam heran.
"Jadi, bagaimana kabarmu, Matt?" Melody memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan dan sedikit berbasa-basi pada Matthew.
"Baik! Aku hanya ingin memberitahumu kalau besok aku sudah kembali. Kita bertemu di apartemen seperti biasa, ya!" Ujar Matthew yang langsung membuat Melody mengerutkan kedua alisnya.
"Di apartemen?"
"Iya, seperti biasa. Kenapa wajahmu gugup begitu?" Tanya Matthew heran.
"Tidak kenapa-kenapa. Aku hanya sedikit kurang enak badan," jawab Melody mencari alasan.
Apa hubungannya gugup dengan tak enak badan?
Alasan Melody sedikit ngawur sepertinya.
"Jadi, kita bertemu di apartemenmu atau apartemenku?" Tanya Melody selanjutnya yang tentu saja malah membuat Matthew mengernyit bingung.
"Kau sedang mabuk, Cla?" Tebak Matthew yang langsung membuat Melody membulatkan kedua matanya.
"Aku tidak mabuk!" Sanggah Melody cepat.
"Ck! Lalu kenapa pertanyaanmu aneh sekali seolah kau adalah orang asing yang menyamar sebagai Claudia?" Cecar Matthew heran.
Hei!
Aku memang bukan Nona Claudia!
Aku Melody yang sedang menyamar jadi Nona Claudia!
Melody hanya mampu berteriak dalam hati.
"Iya aku kan cuma-"
"Aku harus pergi sekarang." Matthew memotong kalimat Melody.
"Jangan lupa besok siang di apartemen seperti biasa!" Pesan Matthew sekali lagi.
Entah Matthew mau mengajak Nona Claudia gadungan ini melakukan apa di apartemen.
"Iya!" Jawab Melody cepat bersamaan dengan video call yang akhirnya terputus.
Melody menghela nafas dan kembali menatap pada layar ponsel Nona Claudia, saat tangannya secara iseng membuka aplikasi galeri untuk melihat-lihat foto Nona Claudia. Dan di saat itulah, Melody melihat video singkat Nona Claudia yang sangat mirip dengannya sedang bertukar cincin dengan Matthew.
Bertukar cincin?
Apa itu artinya, Nona Claudia adalah tunangan Matthew Orlando?
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.