
Melody bangun dengan tubuh yang terasa remuk redam. Gadis itu sedikit menggeliat saat merasakan sebuah lengan besar yang sedang melingkari tubuhnya yang mendadak terasa dingin karena hembusan AC.
Melody mengerjap beberapa saat dan berusaha mengumpulkan kesadaran saat kemudian Melody melihat wajah pria yang selalu ia waspadai, sedang terlelap di sampingnya.
Apa?
Melody cepat-cepat beringsut mundur san hendak bangun saat kemudian gadis itu menyadari kalau tubuhnya kini sedang tak terbalut baju apapun dan hanya tertutupi sebuah selimut. Lalu pangkal paha Melody juga terasa sakit dan perih.
Apa yang sudah terjadi?
Melody menarik selimut untuk membalut tubuhnya dan terus mundur hingga turun dari atas tempat tidur. Langsung terlihat Matthew yang sama-sama tak memakai sehelai bajupun dan pria itu tetap terlelap seolah tak merasa terganggu dengan pergerakan Melody.
"Ya Tuhan...." Melody menutup mulutnya dengan telapak tangan dan menangis tergugu saat menyadari apa yang baru saja terjadi.
Kenapa Melody bisa sangat ceroboh dan membiarkan Matthew...
Menyentuhnya!
Masih sambil menangis, Melody membalut tubuhnya dengan selimut lalu keluar dari dalam kamar dan meninggalkan Matthew. Melterus menangis, hingga gadis itu jatuh terduduk di sofa ruang tengah.
Melody duduk meringkuk dan merasa bingung harus bagaimana sekarang. Melody bukan Nona Claudia dan Melody baru saja kehilangan satu-satunya hal berharga miliknya yang selalu ia jaga selama ini.
"Dasar bodoh!" Melody tak berhenti merutuki kebodohannya dan gadis itu terus menangis tergugu masih sambil duduk meringkuk.
"Kau bodoh, Melody!"
"Kau bodoh!" Tangis Melody masih belum berhenti, saat tiba-tiba sebuah suara membuat Melody kaget dan menoleh ke arah sumber suara.
"Melody!"
Melody kaget bukan kepalang saat melihat seseorang yang memanggilnya tadi adalah seorang gadis yang wajahnya mirip Melody.
Itu pasti Nona Claudia!
__ADS_1
"Melody, astaga!" Nona Claudia menghampiri Melody dengan cepat dan langsung memeluk Melody yang masih mematung. Sementara pria yang tadi datang bersamanya mengambil jas Matthew yang tercecer di lantai dan segera memberikannya pada Nona Claudia.
Nona Claudia membalutkan jas tersebut ke tubuh Melody yang hanya berbalut selimut dan saat itulah tangis Melody tiba-tiba kembali pecah. Melody menangis di pelukan Nona Claudia.
"Clau, kau sudah bangun?" Terdengar seruan dari Matthew yang sepertinya sudah bangun. Tak berselang lama, Matthew yang masih tak membalut tubuhnya dengan apapun keluar dari kamar dan langsung terkejut saat mendapati sudah ada Aaron dan dua Claudia di ruang tengah apartemennya.
Tunggu!
Kenapa Claudia ada dua?
"Tutupi milikmu itu, Bung!" Ujar Aaron seraya mengendikkan dagunya ke bagian bawah tubuh Matthew yang masih terpampang jelas.
Matthew masuk kembali ke dalam kamar lalu keluar lagi dan sudah memakai celana. Namun pria itu tetap sana masih bingung dengan Claudia yang mendadak ada dua.
"Ini apa maksudnya?" Tanya Matthew bingung.
"Clau, kenapa kau menangis-" Matthew baru saja akan mendekati Melody yang masih menangis tergugu saat tangan Claudia menyentaknya dengan cepat.
"Kau?" Matthew menatap bingung pada Claudia yang sedang mendelik ke arahnya.
"Dan kau baru saja menyentuh Melody, Matt! Dasar baj*ngan!" Lanjut Claudia mengumpat pada Matthew.
Aaron rasanya ingin tertawa kencang mendengar Claudia yang kini marah dan mengumpat pada Matthew. Perang dunia sebentar lagi akan dimulai!
"Kalian saudara kembar?" Tanya Matthew yang hanya terdengar seperti sebuah gumaman.
"Aku benar-benar tidak tahu dan aku pikir dia adalah kau!" Matthew mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Kau seharusnya bisa membedakan!" Tuding Claudia pada Matthew sebelum wanita itu masuk ke dalam kamar. Tak berselang lama, Claudia sudah keluar lagi seraya membawa beberapa helai baju. Claudia memakaikan baju itu ke tubuh Melody yang masih menangis.
"Ayo pergi dari sini!" Ajak Claudia pada Melody. Aaron ikut membimbing Melody untuk bangkit berdiri, dan keluar dari apartemen Matthew. Kini hanya tinggal Matthew yang mqsih merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
Apa Matthew sedang mabuk tadi?
__ADS_1
Kenapa bisa ada dua Claudia?
Matthew mengusap wajahnya berulang kali dan memutuskan untuk duduk sebentar di sofa ruang tengah demi menjernihkan otaknya yang sedikit melantur. Namun pandangan Matthew malah tak sengaja tertumbuk pada selimut yang tadi dipakai oleh Claudia.
Tidak!
Tadi itu Melody!
Tapi siapa Melody? Kenapa wajahnya sama persis dengan Claudia?
Papa Harun bahkan tak pernah mengatakan kalau Claudia punya saudara kembar yang masih....
Virgin!
Matthew menatap kosong pada bercak darah di atas selimut putih yang teronggok di sofa.
Meskipun Matthew sudah banyak menyentuh banyak wanita. Tapi satu hal yang sejak dulu Matthew hindari adalah tidur dengan seorang gadis yang belum pernah tersentuh atau masih perawan. Matthew hanya tak mau menanggung rasa bersalah seumur hidup jika harus mengambil keperawanan seorang gadis. Tapi Matthew baru saja melakukannya malam tadi!
Pantas saja rasanya berbeda dan Melody terlihat kesakitan semalam!
Bodoh kamu, Matthew!
Benar-benar bodoh!
"Aaaargh!" Matthew menggeram frustasi dan pria itu segera masuk ke dalam kamar lalu membanting pintu.
Matthew harus secepatnya menemui Melody!
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.