
"Kau gila, Sam!"
"Kau mau membuat Matthew menemukan Melody?" Cecar Claudia penuh emosi.
"Matthew tidak akan tahu dia adalah Melody!" Ujar Sam penuh keyakinan.
"Lagipula, apa masalahnya jika Matthew dan Melody bertemu? Bukankah Melody juga sedang mengandung anak Matthew," lanjut Sam lagi yang langsung membuat Claudia mendelik ke arah asisten papa Harun tersebut.
"Kau akan menikahi Melody, Sam! Kalian berdua saling mencintai!" Tuding Claudia yang seolah sedang memberikan perintah pada Sam. Namun pria itu malah diam untuk beberapa saat, sebelum kemudia ia menggeleng.
"Claudia, dengar! Hanya Matthew yang bisa menyelamatkan perusahaan Papamu yang sekarang sedang di ambang kebangkrutan-"
"Kau pikir aku peduli? Biarkan saja perusahaan itu bangkrut dan pria itu-"
"Papa Harun!" Sam kembali mengkoreksi dan Claudia sontak menghentak-hentakkan kakinya ke lantai karena kesal.
"Biar saja Papa hancur dan perusahaannya bangkrut! Aku tak peduli! Itu karma untuknya!" Teriak Claudia berapi-api.
"Papamu merintis usaha itu dari nol, Clau! Kau dulu bisa sekolah tinggi, hidup bergelimang kemewahan, bisa membeli apa-apa, itu semua dari perusahaan itu! Apa tidak ada sedikitpun rasa iba di hatimu?"
"Tuan Harun akan semakin shock jika tahu kondisi perusahaan saat ini."
"Matthew sudah menawarkan bantuan, tapi pria itu-"
"Mengajukan syarat agar ia bisa bertemu dengan Melody, begitu?"
"Matthew ingin menikahi Melody," koreksi Sam cepat yang langsung membuat Claudia tertawa sinis.
"Dan kau malah menyetujuinya? Kau sinting, Sam!" Maki Claudia emosi
"Melody sedang mengandung anak Matthew! Lalu apa masalahnya?" Sergah Sam mencari pembenaran.
__ADS_1
"Tentu saja salah! Kau mau menyuruh Melody menikah dengan pria yang sudah memperkosanya dan merenggut kehormatannya?"
"Hanya orang gila yang melakukan hal bodoh itu!" Cerocos Claudia panjang lebar penuh emosi.
"Belum lagi Matthew yang seorang cassanova, playboy, pria brengsek, baj*ngan!"
"Matthew sudah berubah. Aku berani menjamin itu," ujar Sam yang kembali membuat Claudia tertawa sinis.
"Matthew terlihat hancur sekarang, Clau! Aku rasa dia sudah menyesali semua perbuatannya pada Melody." Sambung Sam lagi.
"Lalu?"
"Kau mau sok-sokan menjadi pahlawan dengan memberikan Melody pada Matthew begitu? Kau mau menyelamatkan pria yang katamu sedang hancur itu dengan menghancurkan dirimu sendiri, begitu?" Cecar Melody kembali berapi-api.
"Kenapa aku harus hancur? Aku baik-baik saja!" Kilah Sam membantah pendapat Claudia.
"Tidak usah berbohong! Kau dan Melody saling mencintai, kan?"
"Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, aku takut kalau ke depannya aku tak bisa menerima kehadiran anak yang jelas-jelas bukan darah dagingku-"
Plak!
Claudia menampar pipi Sam dengan keras.
"Aku benar-benar tak menyangka kalau kau ternyata seorang pecundang, Sam!" Claudia menatap tak percaya pada Sam.
"Anak yang sekarang dikandung Melody adalah anak Matthew Orlando, Clau! Jadi tidak seharusnya kita memisahkan mereka," ucap Sam lagi masih keras kepala.
"Matthew hancur karena Melody pergi dan Papa kamu hancur kalau perusahaan yang ia rintis dari nol tumbang. Hanya Matthew yang bisa menyelamatkan perusahaan papamu, dan kita juga harus menyelamatkan Matthew-".
"Sudah kubilang aku tidak peduli!"
__ADS_1
"Biarkan saja dua pria baj*nga itu sama-sama hancur dan merasakan karma mereka!" Sergah Claudia penuh emosi.
"Pergi kau dari sini, Pecundang!" Usir Claudia selanjutnya seraya menunjuk-nunjuk pada Sam.
"Pergi sana! Pergi!" Usir Claudia tanpa henti. Sepertinya gadis itu mulai kesetanan sekarang.
"Baiklah, aku akan pergi! Tapi sebelum pergi, aku hanya ingin memberikan ini!" Sam mengeluarkan beberapa lembar kertas dari saku kemejanya dan memberikannya pada Claudia.
Claudia membaca dengan runut beberapa lembar kertas yang tadi diangsurkan oleh Sam.
"Jika kau masih berpikir papamu seorang pria baj*ngan yang tak bertanggung jawab, maka sebaiknya kau pikirkan kembali omonganmu itu!"
"Semua kebutuhan yang setiap bulan dikirimkan kesini, itu papamu yang mengirimkan, Nona Claudia!"
"Beliau selalu memastikan kalau kedua putrinya serta Bu Ayana tidak kekurangan ataupun kelaparan disini! Lalu semua kekayaan Tuan Harun juga sudah dipindahtangankan menjadi atas namamu dan Melody!"
"Semuanya!"
"Masih menganggap papamu seorang baj*ngan?" Sam menatap sengit pada Claudia.
"Kau benar-benar keterlaluan, Clau!" Pungkas Sam sebelum kemudian pria itu meninggalkan teras rumah Bu Ayana dan membuka pintu mobilnya dengan kasar. Sam masuk ke dalam mobil dan baru saja akan menyalakan mesin saat Melody sudah berlari mengejarnya dan ikut masuk ke dalam mobil Sam.
"Bawa aku bertemu Matthew dan Papa!" Ucap Melody tanpa sedikitpun menatap ke arah Sam.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.