
"Sudah!" Ucap Claudia tanpa semangat pada Aaroon yang masih bergerak dan memompa.
"Kenapa? Sedikit lagi sampai ini," Aaron semakin bersemangat keluar dan masuk. Sementara Claudia hanya diam bak patung dan enggan mengimbangi permainan Aaron.
"Goyang, Clau! Kenapa diam saja?" Protes Aaron memberikan aba-aba pada Claudia.
"Aku sedang tidak mood, Sayang!" Claudia memalingkan wajahnya dari Aaron dan bibir wanita itu merengut.
"Ada apa?" Tanya Aaron bingung.
"Aku ingin hamil," jawab Claudia jujur.
"Ini kita sedang usaha," Aaron menjawab dengan santai. Pria itu masih terus bergerak keluar dan masuk.
"Satu!" Aaron mulai menghitung seperti kebiasaannya saat hendak keluar.
"Dua!"
"Aaarrgh!" Aaron mendes*h penuh kenikmatan.
"Ti....ga!" Aaron menumpahkan semua benihnya ke dalam rahim Claudia yang hanya diam sejak tadi.
"Ayo, Aaron junior! Berjuanglah dan buat wanita yang merengut ini hamil bulan depan!" Teriak Aaron seolah sedang menghibur Claudia yang tetap merengut.
"Clau!" Aaron mencium wajah Claudia berulang kali.
"Apa ini efek dari pil KB yang dulu sering aku konsumsi?" Tanya Claudia tiba-tiba yang langsung membuat Aaron mengendikkan kedua bahunya.
"Kita ke dokter saja daripada berspekulasi begini!" Usul Aaron yang langsung membuat raut wajah Claudia berubah.
"Bagaimana jika dokter memvonis aku mandul? Kau akan meninggalkan aku?" Cecar Claudia yang mulai terlihat ketakutan.
"Hei, hei, hei! Berhentilah berpikiran seperti itu, Clau! Ke dokter saja belum dan kau sudah berpikir macam-macam!" Aaron memutar telunjuknya di samping kepala.
"Tapi aku merasa kalau aku yang bermasalah disini!"
"Kau lihat Melody! Dia gadis baik-baik dan sekali Matthew menyentuhnya dia sudah langsung hamil."
"Sedangkan aku?" Claudia mengarahkan telunjuknya ke depan wajahnya sendiri.
"Hampir setiap malam kau gempur, tapi tidak hamil-hamil!" Raut wajah Claudia sudah kembali sendu.
"Ck! Berhentilah membandingkan dirimu dengan Melody, Clau!"
"Hanya karena kalian kembar, bukan berarti kalian juga harus hamil berbarengan!" Cerocos Aaron panjang lebar.
"Hamil itu bukan sebuah perlombaan, Clau!"
__ADS_1
"Tidak penting siapa yang duluan atau paling cepat hamil setelah menikah! Jadi tak perlulah membandingkan-bandingkan dirimu dengan wanita lain!" Nasehat Aaron lagi yang ternyata pemikirannya begitu bijak.
"Kau tidak akan kecewa, jika aku tak kunjung hamil?" Tanya Claudia masih khawatir.
"Kenapa aku harus kecewa?"
"Kau istriku dan aku mencintaimu! Jadi mulai sekarang, jangan sedih lagi dan kita lanjutkan permainan ini!" Aaron sudah membalik posisinya dengan posisi Claudia hingga kini Claudia ganti duduk di atas Aaron.
"Dasar mesum!"Claudia memukul dada Aaron dan suaminya itu hanya tertawa kecil.
"Tapi ngomong-ngomong, aku belum membeli hadiah untuk kado teman lamaku yang baru melahirkan kemarin," Claudia terlihat berpikir cukup lama.
"Selesaikan dulu yang ini,nanti aku antar ke babyshop!" Titah Aaron mengajukan syarat.
"Benar? Nanti aku sekalian shopping, ya!"Claudia langsung bersemangat.
"Iya, terserah! Cepat bergerak!" Aaron memukul bokong Claudia dan mulai menggesek-gesekkan miliknya dengan milik Claudia.
"Emmmph!
"Ouuuh!"
Desah*an dan racauan terus keluar dari mulut Claudia dan Aaron. Pasangan suami istri itu terus bercinta dengan panas sampai hari beranjak malam.
****
"Mau beli yang mana dulu?" Tanya Matthew saat Melody berhenti di dekat deretan stroller.
"Entahlah! Aku mendadak bingung," jawab Melody seraya terkekeh.
"Baju bayi yang disana itu lucu-lucu. Tapi aku belum tahu jenis kelamin bayiku-"
"Bayi kita!" Matthew mengoreksi sekali lagi.
"Iya, bayi kita," ulang Melody seraya tertunduk.
"Beli yang warna netral untuk newborn dulu saja bagaimana?" Usul Matthew.
Melody menggeleng.
"Nanti saja kalau sudah pasti, kita kembali lagi kesini!"
"Baiklah, terserah kau saja! Apa kita perlu memborong semua isi toko?" Tanya Matthew lagi.
"Tidak! Itu berlebihan, Matt!" Melody tertawa kecil.
"Ayo pulang! Kakiku sedikit pegal!" Ajak Melody selanjutnya seraya berjalan duluan meninggalkan Matthew yang langsung mengekori istrinya tersebut. Tepat saat Melody dan Matthew sampai di pintu utama toko, keduanya berpapasan dengan Aaron dan Claudia yang hendak masuk ke dalam toko.
__ADS_1
"Mel!" Sapa Claudia yang langsung memeluk Melody. Sementara Aaron dan Matthew hanya menyapa ala kadarnya dan dua pria itu kelihatan masih canggung satu sama lain.
"Sedang apa disini? Sudah ada kabar bagus?" Tanya Melody seraya mengusap perut Claudia yang raut wajahnya langsung berubah murung.
"Belum! Minta doanya saja agar disegerakan," bukan Claudia melainkan Aaron yang menjawab pertanyaan Melody.
"Maaf, jika pertanyaanku menyinggung. Semoga kau lekas hamil, ya!" Melody kembali memeluk Claudia yang hanya mengangguk-angguk.
"Kami kesini karena ingin mencari kado," ucap Claudia menjawab pertanyaan Melody yang sebelumnya.
"Aku pulang dulunya kalau begitu. Tadi aku dan Matthew sudah melihat-lihat dan beli beberapa barang," Melody menunjuk pada paperbag yang dibawa oleh Matthew.
"Sudah baikan sekarang?" Tanya Claudia yang wajahnya tak lagi murung.
"Baikan? Memang kapan kami musuhan?" Melody sedikit salah tingkah.
"Tadi ke salon juga, ya? Potongan rambut barumu bagus sekali! Wajahmu terlihat semakin fresh!" Puji Claudia seraya mengusap rambut baru Melody.
"Iya, biar nggak gerah saja." Melody masih salah tingkah.
"Clau, ayo!" Ajak Aaron yang langsung membuat Claudia mengangguk.
"Aku cari kado dulu!" Pamit Claudia.
"Dan aku pulang dulu. Bye!" Melody melambaikan tangan ke arah saudara kembarnya tersebut, sebelum kemudian wanita itu meraih uluran tangan Matthew dan menggamitnya.
Claudia tersenyum sendiri melihat Melody yang sepertinya sudah mau menerima Matthew dan tak lagi mengibarkan bendera kebencian.
"Ck! Kenapa masih disini dan senyum-senyum sendiri?" Tegur Aaron yang langsung membuat Claudia kaget.
"Ish! Kamu ngagetin!" Claudia mengalungkan kedua lengannya pada Aaron dan pasangan suami istri itu lanjut memilih-milih kado untuk teman mereka.
.
.
.
Thor, kenapa slow up?
Penting masih UP tiap hari 😉😉
Lagi nyambi nyicil naskahnya yang mau UP bulan depan tanggal 1. Kira-kira cerita siapa, hayo!
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1