
Aaron langsung terdiam saat akhirnya ia menyadari kalau gadis yang saat ini sedang ia ajak memadu kasih, ternyata baru pertama kali melakukannya.
Tapi sudah kepalang tanggung juga mau berhenti, dan gadis ini malah akan kesakitan jika Aaron berhenti begitu saja. Jadi Aaron selesaikan dulu saja, lalu selanjutnya bagaimana nanti akan Aaron pikirkan.
"Maaf, Clau!" Gumam Aaron pelan sambil mulai bergerak di atas Claudia yang masih terlihat meringis menahan sakit.
"Ini tidak akan lama," ucap Aaron yang tetap bergerak pelan sambil menikmati sempitnya milik Claudia. Yang sebelum-sebelumnya tak pernah seenak ini.
"Siapa nama panjangmu, Sayang!" Tanya Aaron seraya mengusap wajah cantik Claudia yang memerah. Aaron tak mungkin jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis ini. Tapi Aaron benar-benar tertarik kepadanya.
Rintih kesakitan dari Claudia mulai berganti dengan des*h kenikmatan. Aaron tersenyum tipis karena akhirnya berhasil membuat Claudia ikut menikmati permainan mereka. Aaron semakin semangat bergerak diiringi racauan dari bibir Claudia yang semakin hilang kendali. Hingga akhirnya Aaron merasakan miliknya mulai mengejang. Aaron cepat-cepat menarik keluar miliknya, lalu menumpahkan cairan miliknya di luar.
"Aku tak akan melepaskau," tekad Aaron seraya mencecap bibir Claudia dengan dalam. Aaron ikut ambruk di samping Claudia, dan mendekap tubuh polos itu masih sambil mengendus aroma tubuh Claudia beberapa kali.
****
Langit masih gelap, saat deringan ponsel Aaron membuat pria itu terjaga. Sedikit malas, Aaron mengangkat telepon yang rupanya dari Dean Alexander.
"Iya, Dean!"
"Kau baru bangun? Kita harus pergi pagi-pagi, Aaron!"
"Kau sudah dimana?" Aaron balik bertanya pada Dean dan melihat arlojinya yang baru menunjukkan pukul setengah enam pagi.
"Di depan hotel! Cepatlah keluar!"
"Apa?" Aaron buru-buru bangun dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Waktumu sepuluh menit! Atau kita akan tertinggal pesawat!"
"Iya! Dasar bawel!" Omel Aaron seraya membanting pintu kamar mandi.
__ADS_1
Tak sampai lima menit bagi Aaron untuk membersihkan diri. Aaron baru akan membangunkan Claudia saat ponselnya kembali berdering.
Sialan!
Aaron akhirnya hanya mengecup bibir Claudia sambil berjanji salam hati kalau saat kembali nanti, Aaron akan mencari Claudia dan mengajak gadis ini menikah.
Flashback off
Plak!
Claudia menampar pipi kanan Aaron setelah pria itu menceritakan secara detail kejadian satu tahun lalu saat Claudia kehilangan keperawanannya.
Namun Aaron tak sedikitpun marah dan pria itu malah tertawa senang atas tamparan dari Claudia.
"Aku memang pantas mendapatkannya," ujar Aaron seraya mengusap pipinya sendiri.
"Kau tidak pernah mencariku! Dasar playboy brengsek!" Claudia melepaskan cincin di jarinya lalu memberikannya pada Aaron dengan kasar.
"Aku mencarimu! Tapi saat aku menemukanmu, kau sudah bertunangan dengan Matthew," kilah Aaron yang langsung membuat Claudia terdiam.
"Tapi aku tak dan Matthew sebenarnya tak pernah saling mencintai," lanjut Claudia lagi.
"Sudahlah! Aku mau pulang!" Pungkas Claudia seraya melangkah pergi meninggalkan Aaron yang kini mengikuti langkahnya.
"Kau pulang kemana? Biar aku antar!" Tawar Aaron pada Claudia.
"Tidak usah!"
"Lalu mau pulang naik apa? Yang lain sudah pulang sejak tadi," ujar Aaron lagi yang akhirnya membuat Claudia menyadari kalau hanya tinggal mobil Aaron yang tersisa di depan pemakaman.
Sial!
__ADS_1
"Sudah! Tidak usah sok jual mahal!" Aaron menarik tangan Claudia dan mengajak wanita itu masuk ke dalam mobil. Claudia tak sedikitpun menolak dan hanya menurut saja.
"Kau tinggal dimana selama ini? Bersama Dean Alexander?" Tanya Claudia membuka obrolan, setelah mobil Aaron melaju meninggalkan area pemakaman.
"Aku tidak semiskin itu! Aku punya sebuah apartemen yang cukup besar."
"Lebih dari cukup jika kita berdua tinggal disana bersama anak-anak kita kelak," jawab Aaron lebay yang hanya membuat Claudia memutar bola matanya.
"Tidak percaya? Mau aku tunjukkan apartemenku?" Tawar Aaron sok.
"Ya!" Jawab Claudia singkat.
"Apa ada makanan di apartemenmu? Aku lapar," tanya Claudia lagi.
"Nanti aku pesankan makanan. Aku tak pernah memasak," jawab Aaron seraya terkekeh.
"Aku yakin kalau kau tak mungkin bisa memasak!" Tebak Claudia yang semakin membuat Aaron tergelak.
"Aku bukan koki! Jadi kenapa harus bisa memasak?" Jawab Aaron mencari alasan dan pembenaran.
"Iya, terserah!"
"Apartemenmu masih jauh?" Claudia menyandarkan sikunya ke jendela mobil.
"Gedung di depan itu!" Jawab Aaron sebelum kemudian pria itu membelokkan mobilnya menuju ke basement gedung yang tadi ia tunjuk.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.