
Sam masuk ke sebuah kelab malam sepulang dari pemakaman Pak Harun. Pria itu melipat lengan kemejanya dan segera duduk di depan meja bar panjang, lalu memesan minuman.
"Lama tidak kelihatan, Sam?" Tanya salah satu bartender yang merupakan teman lama Sam.
"Sibuk, banyak pekerjaan!" Jawab Sam sebelum meneguk minumannya.
Sam memutar kursinya dan ganti melemparkan pandangan ke lantai dansa dimana orang-orang sedang berjoged mengikuti alunan musik yang membuat telinga pekak. Sam hanya menatap kosong ke arah lantai dansa tadi. Pikiran Sam masih tertuju pada Melody.
"Melody akan menikah dengan Matthew dan menyelamatkan perusahaan Papa."
Sam memejamkan matanya saat rasa perih terasa merambati hatinya.
Acara pernikahan Melody dan Matthew hari ini benar-benar seperti sebuah belati yang mencabik hati Sam.
Sakit!
"Ouh, maaf!" Ucap seorang wanita yang tak sengaja menabrak kursi Sam. Wanita yang mengenakan dresz terusan selutut itu langsung menuju ke meja bar.
"Berikan aku minuman!" Pesan wanita itu seraya menggebrak meja. Terlihat sedang frustasi.
"Kate!" Panggil Sam dan wanita itu langsung berbalik. Sedikit terhuyung tubuh sintalnya saat melihat Sam yang sedang duduk santai di belakangnya.
"Sam!".
"Kau sedang apa disini?" Tanya Kate sedikit salah tingkah.
"Menikmati musik!" Jawab Sam sedikit berteriak agar suaranya terdengar karena musik di ruangan itu yang begitu keras.
"Kau sendiri?" Sam balik bertanya pada Kate seraya mengendikkan dagu.
"Menghilangkan stress!" Jawab Kate sebelum wanita itu meneguk minumannya.
Sam beranjak dari duduknya dan mengambil gelas dari tangan Kate.
"Jangan banyak-banyak! Tidak baik untuk kesehatan," ucap Sam seraya meneguk sisa minuman Kate.
"Dasar curang!" Kate merebut kembali gelasnya dan memesan minuman yang baru.
"Sedang ada masalah, Nona Muda?" Tanya Sam seraya menyandarkan punggungnya ke meja bar dan menatap pada Kate yang raut wajahnya terlihat tidak baik-baik saja.
"Hanya sedang patah hati!" Jawab Kate seraya meneguk minumannya.
"Padaku?" Tanya Sam lagi yang kini menampilkan raut wajah lucu. Kate sontak tertawa kecil.
"Percaya diri sekali! Memangnya kau siapa?" Cibir Kate. Sekarang gantian Sam yang tertawa.
"Aku Sam! Pria yang pernah seranjang denganmu dan mungkin sudah mengambil milikmu-"
"Masih belum terbukti!" Potong Kate cepat.
"Jadi, kau masih tersegel?" Sam membentuk tanda kutip dengan kedua telunjuknya.
Kate mengendikkan bahu.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu!"
"Malam itu kita sama-sama mabuk dan tidak tahu sudah melakukan apa."
"Kata temanku, kalau ingin tahu apa aku masih tersegel atau tidak, aku harus tidur dengan seorang pria." Tukas Kate panjang lebar yang langsung membuat Sam tertawa kecil.
"Jadi, kau melakukan yang disarankan temanmu?" Tanya Sam penasaran.
"Kau pikir aku wanita murahan? Aku tak akan melakukannya dengan sembarang pria!" Sergah Kate menampik tuduhan Sam.
"Lagipula, hati kecilku selalu mengatakan kalau malam itu tak terjadi apa-apa! Kita hanya saling menelanjangi, lalu tertidur saking mabuknya!" Sambung Kate lagi berspekulasi.
"Begitu, ya?"
"Tapi mimpiku selalu mengatakan sebaliknya!" Ujar Sam yang langsung membuat Kate berdecak.
"Otakmu saja yang isinya hal-hal mesum!" Kate menyentil kening Sam lalu memesan minuman lagi.
"Ngomong-ngomong, apa ada lowongan di kantormu?" Tanya Sam mengalihkan bahan pembicaraan
"Mau mencarikan pekerjaan untuk siapa memangnya?" Kate balik bertanya.
"Untukku, karena aku baru saja resign dari kantorku yang sekarang."
"Sudah kaya? Atau mau jadi tuan direktur sekarang?" Cibir Kate seraya tertawa mengejek.
"Aku tidak perlu menjadi kaya untuk jadi tuan direktur! Cukup menikah denganmu, lalu aku akan resmi jadi tuan direktur." Kalimat Sam langsung membuat Kate tertawa terbahak-bahak.
"Memangnya siapa yang mau menikah denganmu? Percaya diri sekali!" Kate meninju pundak Sam dan pria itu hanya terkekeh.
"Masih belum ada saat ini. Tapi lusa mungkin sudah ada. Aku akan memecat seseorang dulu," jawab Kate yang langsung membuat Sam kaget.
"Nona Kate yang kejam!"
"Aku bosnya! Aku bebas memecat siapapun-"
"Termasuk pria yang membuatmu patah hati?" Potong Sam menyela kalimat Kate.
"Kenapa harus cari penyakit jika bisa membuang jauh penyakit itu!" Pendapat Kate seraya bersedekap.
"Ya! Lebih baik menyingkirkan penyakit sebelum menimbulkan komplikasi!" Timpal Sam sependapat dengan Kate.
"Nanti aku hubungi," Kate menyodorkan ponselnya pada Sam dan mereka berdua segera bertukar nomor ponsel.
Kate turun dari kursinya dan wanita itu kembali terhuyung. Beruntung Sam sigap menopang tubuh Kate.
"Kau terlalu banyak minum, Kate!"
"Antarkan aku pulang ke apartemen!" Titah Kate seraya menyandarkan kepalanya di pundak Sam.
"Baiklah! Kau bawa mobil?" Tanya Sam yang masih menahan tubuh Kate.
"Ya!" Kate memberikan kunci mobilnya pada Sam.
__ADS_1
Sam segera memapah Kate keluar dari kelab malam dan mengantar wanita itu pulang ke apartemennya.
****
Kate bangun saat merasakan sinar matahari pagi yang menyusup melalui jendela besar di ruang tengah apartemennya. Kepala Kate rasanya sakit sekali dan Kate merasa nyaman tidur bersandar di lengan seseorang...
Kate mendongakkan kepalanya dan langsung mendapati Sam yang masih tidur nyenyak dengan posisi mendekap Kate. Namun Sam masih mengenakan kemejanya yang semalam, dan Kate...
Wanita itu mengintip ke dalam selimut yang menutupi tubuhnya dan tubuh Sam. Hanya ada sepasang underwear yang membalut tubuh Kate.
Apa?
Kate tersentak dan langsung duduk di atas sofa. Namun gerakan refleks Kate tersebut ternyata ikut membuat Sam terbangun. Pria itu mengerjapkan matanya berulang-ulang.
"Kau sudah bangun, Kate?" Tanya Sam dengan suara parau.
"Kau berbuat apa semalam, Sam?" Gertak Kate galak pada pria itu.
"Mengantarmu pulang ke apartemen karena kau mabuk, lalu melepaskan gaunmu karena kau muntah dan gaunmu kotor-"
"Lalu?" Sela Kate tidak sabar.
"Lalu apa? Menemanimu tidur di sofa karena kau terus saja menggelayuti lenganku dan tidak membiarkan aku pulang."
"Memangnya kau pikir aku berbuat apa? Memperkosamu untuk membuktikan apa kau masih virgin atau tidak?" Sam malah terkekeh sekarang.
"Lihat sendiri! Celana dan kemejaku masih utuh menempel di badanku. Mana ada orang memperkosa tanpa membuka baju?" Lanjut Sam lagi masih tertawa.
"Tidak ada yang lucu! Jadi tidak usah tertawa!" Gertak Kate seraya memukul Sam dengan bantal sofa. Sam mengambil selimut yang tergulung di kakinya, lalu membalutkannya ke tubuh Kate yang hanya terbalut sepasang underwear.
"Aku pria normal yang bisa menerjangmu kapanpun! Jadi tutupi tubuh sexy-mu itu!" Nasehat Sam sebelum pria itu bangkit berdiri dari sofa. Wajah Kate sontak bersemu merah mendengar nasehat dari Sam.
"Sam, kepalaku sakit!" Keluh Kate seraya memegangi kepalanya.
"Itu karena kau minum terlalu banyak tadi malam! Sarapan dulu, lalu minum obat dan istirahat! Nanti kepalamu akan membaik," saran Sam panjang lebar.
"Bisa tolong pesankan sarapan untukku?" Pinta Kate dengan nada sedikit merayu.
"Apa aku sedang menjadi asistenmu sekarang?" Tanya Sam yang sudah membungkukkan badannya ke arah Kate.
"Anggap saja begitu! Kau bisa bekerja sebagai asistenku mulai sekarang. Bukankah kau pengangguran?" Jawab Kate santai.
Sam tampak berpikir beberapa saat sebelum kemudian pria itu mengangguk.
"Baiklah, Nona Kate! Kau mau sarapan apa?" Tanya Sam akhirnya.
"Bubur ayam!"
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.