
Suasana di dalam apartemen Aaron masih hening. Hanya terdengar detak jam di dinding. Claudia dan Aaron kembali saling melempar pandang, namun tetap tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk buka suara. Claudia sendiri masih memeluk Melody yang sejak keluar dari apartemen Matthew tadi tidak berbicara sepatah katapun. Melody sepertinya masih shock berat. Gadis itu tadi hanya pamit membersihkan diri di apartemen Aaron, ganti baju, lalu kembali menangis sampai sesenggukan di pelukan Claudia.
Ting tong!
Suara bel di pintu membuat Aaron dan Claudia tersentak bersamaan. Keduanya kembali saling melempar pandang dan pertanyaan di dalam kepala mereka berdua sepertinya sama.
Siapa yang datang?
"Kau mengundang seseorang ke apartemenmu?" Tanya Claudia sedikit berbisik pada Aaron.
"Tidak! Mungkin Dean. Aku buka sebentar," pamit Aaron seraya berjalan ke arah pintu. Aaron membuka pintu apartemennya dan langsung terlihat seorang pria yang mengenakan kemeja rapi. Wajahnya sedikit tidak asing. Tapi Aaron lupa pria ini siapa.
"Maaf, ini benar apartemen Aaron Hernandez?" Tanya pria itu seraya melihat ke layar ponselnya.
"Iya! Aku Aaron Hernandez. Kau siapa?" Tanya Aaron penuh selidik.
"Saya Abrisam. Apa Nona Melody ada disini?" Tanya pria bernama Abrisam yang wajahnya terlihat khawatir itu.
Abrisam?
Sam?
Asisten Tuan Harun Setyawan!
Astaga! Kenapa Aaron bisa lupa pada asisten dari calon mertuanya ini!
Eh!
"Ya, dia ada disini. Tapi bagaimana kau bisa-" Aaron belum menyelesaikan kalimatnya saat Abrisam alias Sam tadi sudah merangsek masuk ke salam apartemen Aaron.
Dasar tidak sopan!
"Melody!" Panggil Sam yang langsung terkejut saat melihat dua Melody yang sedang bepelukan di atas sofa.
Yang satu adalah Nona Claudia maksudnya. Tapi kenapa nona muda itu sudah ada disini juga? Apa Aaron adalah selingkuhan Nona Claudia selama ini?
"Sam!" Sapa Claudia yang sepertinya juga kaget dengan kedatangan Sam di apartemen Aaron. Siapa yang sudah mengundangnya?
Claudia masih berkutat dengan pertanyaan di kepalanya,saat tiba-tiba Melody sudah meloloskan diri dari pelukan Claudia dan berlari menghampiri Sam. Gadis itu langsung menangis tergugu di pelukan Sam, seolah ada something di antara dua orang itu.
Jadi, apa yang sudah Claudia lewatkan selama hampir sebulan ini?
Sam membimbing Melody untuk kembali duduk di sofa dan pria itu juga sesekali menatap Claudia dengan tatapan yang aneh, seolah Claudia adalah seorang penjahat.
Apa salah Claudia sekarang?
"Sudah selesai yang berlibur, Nona Claudia?" Tanya Sam dengan nada menyindir.
__ADS_1
"Aku sudah berusaha datang secepat mungkin setelah Aaron memberitahuku! Tapi aku tetap terlambat!" Claudia mencari pembelaan.
"Aku benar-benar minta maaf, Mel!" Lanjut Claudia lagi berucap penuh sesal pada Melody.
Ya, andai Claudia tak murahan dan sedikit jual mahal pada Matthew serta tak membiarkan pria itu menidurinya setiap saat setiap waktu, Melody pasti tak akan menjadi korban Matthew, meskipun mereka tertukar kemarin. Tapi semua sudah terlanjur dan Melody yang menjadi korban sekarang. Milik Melody juga tak akan pernah kembali sempurna seperti sedia kala.
Nasi benar-benar sudah menjadi bubur!
"Aku ingin pulang," cicit Melody pada Sam.
"Aku akan mengantarmu pulang," jawab Sam yang hatinya juga ikut sakit. Tak bisa dipungkiri kalau sebenarnya Sam sudah mulai jatuh cinta pada Melody.
Benar-benar pada Melody dan sama sekali bukan pada Claudia!
"Mel, Ibu masih di ru-"
"Halo, Bagus! Ada apa?" Suara Aaron yang sedang mengangkat telepon dari Bagus membuat Claudia tak jadi melanjutkan kalimatnya.
Bagus menelepon!
Pasti khawatir karena tadi Claudia dan Aaron pergi buru-buru tanpa pamit.
"Mas, tadi Mas Andez jadi ke rumah sakit, nggak? Kok Mbak Mel nggak ada di rumah sakit, ya? Dicari Ibu ke rumah juga nggak ada."
"Iya, ini Melody lagi sama aku! Bu Ayana sudah bangun?" Tanya Aaron pada Bagus.
"Iya, Budhe sudah bangun dan mencari Mbak Mel sekarang. Mas bawa Mbak Mel kesini sekarang, ya!"
"Penerbangan apa maksudnya,Mas? Mas Andez membawa Mbak Mel kemana? Mas Andez jangan macam-macam!"
"Nggak kemana-mana! Aku akan mengantar Melody pulang secepatnya. Kamu kasih alasan apa dulu gitu ke Bu Ayana! Oke, Bhay!" Aaron menutup sepihak telepon dari Bagus dan baru menyadari kalau semua orang yang berada di apartemenmya sedang melihat ke arah Aaron sekarang.
Apa?
"Ibu kenapa?" Tanya Melody yang terlebih dahulu buka suara.
"Ibu dirawat di rumah sakit karena tak sengaja tertusuk pisau, Mel."
"Apa?" Tangis Melody hampir pecah saat Aaron melanjutkan penjelasan Melody.
"Keadaan Bu Ayana sudah membaik, Mel! Jadi kau jangan khawatir!"
"Aaron benar! Ibu sudah melewati masa kritis dan sudah bangun," Claudia menatap pada Aaron untuk memastikan.
"Iya, Bu Ayana sudah sadar dan bangun." Timpal Aaron cepat.
"Tapi bagaimana kalian berdua bisa tahu tentang kondisi ibunya Melody?" Tanya Sam menatap bergantian pada Aaron dan Claudia.
__ADS_1
Pasangan ini mencurigakan sekali.
"Aku juga tak tahu harus menjelaskannya bagaimana, Sam! Tapi kemarin saat aku berlibur aku malah tersesat di sebuah desa, lalu disana aku dikira adalah Melody oleh semua orang, jadi aku terpaksa menjadi Melody," jelas Claudia seraya meringis.
"Mereka berdua bertukar posisi aku rasa," Aaron ikut menimpali penjelasan Claudia.
"Jadi selama ini, Nona Claudia tinggal di desa dan menggantikan saya?" Tanya Melody dengan raut wajah tak percaya.
"Aku menunggumu pulang, karena jika aku langsung pergi, Ibu pasti akan sedih lagi," tukas Claudia mencari pembelaan.
"Ibu mengira sesuatu yang buruk menimpamu setelah pertikaianmu dengan tua bangka Seno itu! Ibu jatuh sakit dan mencarimu. Lalu Bagus tak sengaja bertemu aku di bandara dan sepupumu itu mengira aku adalah kau, jadi dia membawaku pulang, dan kau tahu sendiri yang selanjutnya terjadi," sambung Claudia lagi menuturkan kronologi dirinya bisa menjadi Melody selama beberapa minggu
"Sama persis dengan bodyguard Tuan Harun yang menemukan Melody di terminal dan mengira kalau Melody adalah anda, Nona Claudia!" Sam menimpali cerita Claudia.
Melody mendekat ke arah Claudia dan memberikan ponsel Claudia yang selama ini Melody pakai.
"Aku akan kembali menjadi Melody dan pulang menemui ibu. Terima kasih karena sudah membuat hidupku hancur," ucap Melody yang seperti sebuah sentilan bagi Claudia.
Ya!
Secara tak langsung Claudia yang sudah membuat Melody kehilangan mahkotanya. Andai Claudia bisa lebih menjaga diri dan tak jadi wanita gampangan.
"Mel-" Claudia benar-benar kehilangan kata-kata sekarang.
"Aku benar-benar minta maaf, Mel!" Ucap Claudia akhirnya penuh sesal. Melody hanya diam dan tak menjawab sepatah katapun. Ruangan sejenak menjadi hening.
"Sudah kupesankan tiket pesawat untukmu, Melody," ucapan Aaron akhirnya memecah keheningan.
"Pesawatnya berangkat satu jam lagi," lanjut Aaron lagi.
"Aku akan mengantar Melody pulang," ujar Sam yang masih merangkul Melody. Sepertinya memang sudah ada something di antara mereka berdua.
Sam merapikan rambut Melody yang berserakan dan menyeka sisa-sisa airmata di wajah gadis itu dengan tisu yang disodorkan oleh Claudia.
"Melody belum makan sejak tadi, Sam! Bujuk dia agar mau makan dan sampaikan permintaan maafku," bisik Claudia pada Sam sebelum pria itu merangkul Melody keluar dari apartemen Aaron.
Sam hanya mengangguk dan segera pamit pada Claudia serta Aaron. Sedangkan Melody hanya diam dan lagi-lagi tak berucap sepatah katapun.
Ya!
Siapapun pasti juga akan shock dan terpukul jika berada di posisi Melody!
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.