
"Aaron aku mau makan mie ayam tapi tidak pakai mie!"
"Aaron aku mau makan gado-gado,tapi nanti pesan ke penjualnya agar dipisah-pisah dan jangan dicampur aduk. Sambalnya pakai cabe 2 saja,kacangnya dua sendok,garamnya sedikit saja agar aku tidak hipertensi, dan bawangnya harus dikupas pakai tangan jangan pakai pisau!"
"Aaron, aku mau rujak tapi buahnya kamu bawa sendiri dari rumah, trus minta penjual rujaknya racikin bunbu sekaligus potong-potong buahnya."
"Aaron!"
"Aaron!"
"Aaron!"
"Cukup sudah!" Teriak Aaron seraya bangun dari tidurnya. Pria itu menatap ke sekeliling kamar, dan langsung mendapati Claudia yang masih tidur pulas dengan perut yang sudah membulat sempurna.
Aaron segera menarik nafas lega, lalu mengusap perut Claudia dan menempelkan telinganya di sana.
"Selamat pagi, Calon Princess-nya Papi!" Sapa Aaron pada calon bayinya yang berdasarkan USG berjenis kelamin perempuan tersebut.
Tujuh bulan sudah usia kandungan Claudia. Dan selama tujuh bulan ini Aaron benar-benar kewalahan menghadapi ngidamnya Claudia yang kadang tidak masuk akal dan sedikit merepotkan. Bahkan kadang ngidam yang tak masuk akal itu sampai terbawa ke alam bawah sadar Aaron dan berubah jadi mimpi buruk seperti yang baru saja Aaron hadapi.
Tapi meskipun begitu, Aaron tetap menikmati perannya sebagai suami yang menuruti semua hal tentang ngidamnya Claudia. Terlebih Aaron dan Claudia sudah menantikan kehamilan ini selama tiga tahun lamanya. Tentu saja Aaron menikmati semua prosesnya!
"Aaron, kau sudah bangun?" Pertanyaan Claudia langsung membuyarkan lamunan Aaron.
"Ya! Sudah sejak beberapa menit yang lalu," jawab Aaron seraya mengecup kening Claudia
"Hari ini acara tujuh bulanannya, kan?" Tanya Claudia lagi pada Aaron.
"Ya. Semuanya sudah diurus oleh EO. Kau hanya tinggal duduk manis nanti dan menyambut semua tamu yang datang."
"Kau mau ke salon dulu sebelum acara?" Tawar Aaron pada sang istri.
"Ya!" jawab Claudia manja seraya mengalungkan lengannya ke leher Aaron dan menarik kepala suaminya itu agar mereka bisa berpagutan.
Jika sebelum hamil Claudia sudah agresif saat di atas ranjang, maka setelah hamil Claudia semakin agresif. Tapi tentu saja Aaron menyukainya.
"Ayo mandi lalu bersiap! Aku akan menemanimu di salon hari ini!" Ajak Aaron setelah pagutan panasnya bersama Claudia.
__ADS_1
"Gendong! Lalu mandikan aku!" Pinta Claudia dengan nada manja merayu.
Aaron menarik nafas panjang sejenak sebelum menggendong tubuh Claudia yang beratnya sudah naik hampir delapan kilo tersebut ke kamar mandi. Semoga pinggang Aaron tidak encok!
****
"Baron, selamat atas kehamilan istrimu, Laudia!" Ucap Dean yang malam ini datang ke acara tujuh bulanan Claudia.
Aaron menepuk keningnya sendiri dan Claudia hanya menahan tawa mendengar Dean yang lagi-lagi salah menyebut nama Aaron dan Claudia.
"Aaron! Double A- R-O-N! Aaron Hernandez!" Aaron mengeja namanya sendiri demi mengingatkan bosnya yang sudah pikun di usia muda ini. Efek dari depresi berkepanjangan yang dialami Dean dua tahun kemarin.
Beruntung Dean bisa bangkit dari keterpurukan meskipun Dean harus mengalami demensia dini dan lupa pada hal-hal di sekitarnya.
"Dan istriku namanya Claudia! Clau Clau Clau! Claudia!" Sambung Aaron lagi mempertegas nama Claudia yang tentu saja membuat Claudia tak kuasa untuk menahan tawanya.
"Iya Claudia! Memangnya aku tadi memanggil apa? Dasar lebay!" Omel Dean yang benar-benar membuat Aaron ingin garuk-garuk aspal sekarang.
Dasar bos pikun!
"Jadi, kapan kau dan istrimu ini menikah? Kenapa tiba-tiba kehamilannya sudah besar? Kau mencicil menanam saham sebelum menikah?" Tanya Dean lagi yang benar-benar membuat Aaron ingin membenturkan kepala Dean ke tembok sekeras mungkin.
Sudah pikun!
Bicara ceplas-ceplos!
Dasar Dean Alexander menyebalkan!
"Kami menikah sudah tiga tahun lebih, Pak Dean!" Jawab Aaron geregetan.
"Benarkah? Kau tidak mengundangku ke acara pernikahanmu! Asisten macam apa kau itu?" Tanya Dean lagi yang semakin membuat Aaron geregetan.
"Sudah kuundang, Pak Dean! Tapi kau sepertinya tidak datang! Bos macam apa kau ini?" Aaron membalikkan kata-kata Dean.
"Ck! Kenapa malah menyalahkan aku? Kau saja tak mengundang, bagaimana aku mau datang?"
"Terserah, Dean! Terserah!" Aaron berteriak dalam hati saking jengkelnya.
__ADS_1
"Silahkan menikmati kue dan makanannya, Pak Dean!" Ucap Aaron akhirnya mengakhiri perdebatannya dengan Dean.
Bisa gila Aaron nanti jika terus berdebat dengan bosnya yang pikun ini!
"Ya, kebetulan aku lapar. Selamat sekali lagi, Laudia!" Pungkas Dean sebelum berlalu pergi menuju ke meja prasmanan.
"Claudia!" Seru Aaron geregetan.
"Sudah, Sayang!" Ujar Claudia berusaha menenangkan Aaron yang harus menarik nafas berulang-ulang demi menormalkan tekanan darahnya. Jika Aaron terkena hipertensi, maka Aaron akan minta pertanggungjawaban Dean yang sudah membuatnya seperti orang gila!
"Matthew dan Melody tidak datang?" Tanya Aaron yang sejak tadi tak mendapati keberadaan saudara kembar Claudia tersebut.
"Sedang babymoon di luar negeri kata ibu," jawab Claudia.
"Melody hamil lagi?" Aaron langsung kaget.
"Kata ibu baru tiga bulan." Claudia mengendikkan kedua bahunya.
"Sepertinya Matthew sedang kejar setoran," lanjut Claudia lagi.
"Aku juga mau kejar setoran setelah ini!" Tekad Aaron yang langsung membuat Claudia mencibir.
"Yakin mau kejar setoran? Nanti menghadapi ngidamku stress lagi!" Cibir Claudia yang langsung membuat Aaron berdecak.
"Nggaklah! Yang bikin aku stress kemarin itu Pak Dean pikun, bukan kamu!" Kilah Aaron yang kembali membuat Claudia mencibir.
"Terserah saja!"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1