Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Part 11


__ADS_3

Arkan mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, rasa marah dan kecewa yang ada di dalam dadanya bercampur jadi satu.Dia terus mengutuk Maura,jika saja bukan karenanya mungkin hidup Arkan tidak akan pernah merasa tertekan.


Setelah beberapa saat dan kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya Arkan berada di tikungan tajam, dan tidak bisa mengendalikan kendaraan yang dibawanya.Di depan ada sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi, akhirnya Arkan tidak bisa mengendalikan dan membuang setir agar tidak tertabrak oleh truk yang ada di depannya.Tetapi naas sekali Arkan malah menabrak tiang listrik yang ada di dekat tikungan tersebut.


Seketika Alan terjungkal dan terbentur ke tiang listrik,dan kendaraannya sudah tergeletak di semak-semak.


Setelah cukup lama Arkan tergeletak dan tidak ada yang menolongnya, dan sopir truk tersebut pergi melarikan diri.


Hingga pada akhirnya ada seseorang yang berbaik hati dan menolong Arkan, sampai dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan kendaraan bak terbuka.


mereka membawa Arkan ke fasilitas kesehatan terdekat yaitu Puskesmas, setelah berada di sana Arkan langsung ditangani.Dan para perawat tersebut mengatakan bahwa Arkan harus segera dirujuk ke rumah sakit pusat sebab terjadi pendarahan hebat di otaknya akibat terbentur yang sangat keras. Sebab saat berkendara, Arkan tidak menggunakan helm.Ini mengakibatkan kepala Arkan terbentur dan mengalami pendarahan di otaknya hal ini harus segera dioperasi.


Arkan di rujuk untuk menuju rumah sakit kota, yang mempunyai fasilitas yang lengkap untuk menanganinya.


*****


Di tempat lain


Maura sedang duduk di ruang keluarga, sambil menikmati acara televisi kesukaannya. Sebab tidak ada pekerjaan lain sehari-harinya bagi Maura hanya menonton dan tidur.

__ADS_1


Meskipun dia disebut orang yang paling kaya di kampung ini,dan mempunyai banyak aset tetapi Maura tidak pernah pergi keluar seperti orang lain.Gaya sosialita atau pergi makan sana sini berbelanja barang mewah.


Maura selalu berpenampilan sederhana dan apa adanya, bahkan kendaraan pun selalu seperti itu dan tidak mengikuti zaman. Bahkan kendaraan yang di beli untuk Arkan tidak pernah dipakainya.


Di saat Maura sedang asyik menonton, dari tadi diganggu oleh dering ponsel miliknya. Hingga pada akhirnya dia mengambil ponsel tersebut,lalu mengusap layarnya.Dan ternyata itu dari nomor Arkan untuk pertama kalinya dia menelpon kepada Maura.


Maura menjawab panggilan tersebut, betapa kagetnya saat mendengar yang berbicara di seberang sana itu bukanlah Arkan sang suami titik setelah beberapa saat hening, orang tersebut memberitahukan keadaan Arkan bahwa saat ini sedang kritis dan berada di rumah sakit.Orang itu meminta Maura untuk segera datang ke rumah sakit, bawa Arkan membutuhkan keluarga berada di sampingnya.


Setelah beberapa saat Maura diam, betapa kagetnya dengan berita yang baru saja di terimanya.Hingga ponsel yang dipegangnya jatuh ke lantai, setelah cukup lama dia terdiam.Dan akhirnya bangkit dari duduknya, lalu sedikit berlari untuk segera pergi ke kamarnya dan mengambil barang-barangnya. Dia akan segera berangkat ke rumah sakit di mana Arkan dirawat.


Maura sudah kembali ke lantai bawah, dia memanggil sang supir titik setelah beberapa saat sopir sudah berada di hadapannya, Maura mengajak sopir tersebut untuk segera pergi menuju rumah sakit.Hingga dia lupa memberitahukan Ibu mertuanya bahwa Arkan mengalami kecelakaan dan pada saat ini sedang terbaring kritis.


Perjalanan dari rumah Maura untuk sampai di rumah sakit memakan waktu sangat lama, sebab rumah sakit kotak itu jarak dari rumah Maura sekitar dua sampai tiga jam tergantung macet atau tidaknya selama di perjalanan.


Selama di perjalanan Maura tidak tenang, dia terus menerawang jauh ke sana bawa Arkan sedang terbaring lemah dan sangat memprihatinkan.Itu semua yang ada di pikiran Maura, dia berpikir bahwa Arkan tidak akan selamat akibat dari kecelakaan ini.Dia menyimpulkan dari berita yang diterimanya tadi l,dari orang yang menelpon dirinya.


Setelah cukup lama di dalam perjalanan, akhirnya kendaraan yang membawa Maura sudah memasuki area rumah sakit.


Setelah berada di area rumah sakit, Maura langsung turun dari dalam kendaraannya dan langsung menuju unit gawat darurat.

__ADS_1


Setelah berada di sana dia bertanya terhadap perawat yang ada di sana bahwa suaminya saat ini berada di mana, dan perawat itu memberitahukan bahwa Arkan akan segera dioperasi tetapi menunggu persetujuan dari pihak keluarga.


Maura pun berkata bahwa dia adalah istrinya, dan mengatakan kepada dokter dan perawat yang ada di sana memberikan perawatan yang terbaik untuk suaminya.Bahkan dia berkata berapapun biayanya akan dia keluarkan agar sang suami sehat kembali seperti sedia kala.


Arkan akan segera di bawa ke ruang operasi untuk mendapatkan tindakan selanjutnya. Sedangkan Maura menunggu di ruang tunggu, di depan ruangan operasi.Dia menunggu suaminya di depan sana dengan pikiran yang berkecamuk.


Dengan setia Maura menunggu di depan, sudah satu jam tidak ada informasi apapun dari dalam soal keadaan suaminya.


Maura bangkit dari duduknya, lalu berjalan mondar-mandir di depan pintu ruangan operasi.Sambil menggigit kuku tangannya, dia merasa belum tenang karena belum mendapatkan kabar dari suaminya.


Di saat Maura sedang gelisah, pintu ruangan operasi pun terbuka dan menanyakan keberadaan keluarga Arkan. Maura langsung menjawab bahwa dia adalah istrinya, lalu dokter tersebut mempersilahkan Maura untuk melihat keadaan suaminya yang sudah dipindahkan ke ruang perawatan.


Setelah beberapa saat Maura berjalan perlahan untuk segera menuju ke ruangan di mana suaminya dirawat, akhirnya Maura sudah sampai di tempat yang dituju. Maura langsung membuka pintu ruangan tersebut, setelah pintu terbuka terlihat dengan jelas sang suami sedang terbaring lemah di atas brankar,dengan kepala yang dibalut perban dan kaki juga dibalut dengan Gips.


Selain mengalami pendarahan di otaknya, Arkan juga mengalami patah kaki. Arkan masih berada di bawah pengaruh obat bius setelah melakukan operasi, Maura dengan berjalan perlahan mendekat ke arah tempat suaminya terbaring lemah.Lalu dia menarik kursi yang ada di sana,dan duduk sambil menatap lekat wajah suaminya yang dipenuhi dengan luka.


Entah perasaan apa yang dirasakan oleh Maura, di saat melihat Arkana seperti itu hatinya bagaikan tersayat pisau belati rasa sesak perih itulah yang dirasakan.


Maura meraih tangan Arkan lalu digenggamnya dengan kuat, selama menikah dengan Arkan belum pernah memegang tangan Arkan.Untuk pertama kalinya Maura memberanikan diri untuk memegang tangan Arkan, dia lakukan ini karena Arkan tidak sadarkan diri.Jika saja Arkan tersadar Maura tidak akan pernah berani memegang tangannya.

__ADS_1


__ADS_2