
"Gak apa-apa ma, buk. Aku hanya,,,,, auwekkk" Kembali Melly merasa mual disana disaat mencium aroma sayur yang dimasak oleh Fina.
Semua mata menatap Melly dengan diam. Suasana menjadi hening.
"Apa Melly sedang Hamil?" Ucap Wira seketika.
Semua mata yang semula menatap kepergian Melly ke Wc, kini beralih menatap kepada Wira dengan mata membulat sempurna.
"Hamil?" Ucap mereka semua serempak. Dengan tampang terkejut.
Seketika, mama, Dayat, ibunya Melly serta Wira berhamburan mengejar Melly untuk menemukan jawabannya.
Sementara itu, Clara dan Fina mematung disana dengan wajah yang juga tidak kalah terkejutnya.
Keduanya saling melempar pandangan, dengan wajah yang syok.
Melly keluar dari kamar mandi, namun ia tertegun dengan pemandangan yang tidak biasa. Melihat semua orang yang menunggunya didepan pintu kamar mandi sungguh membuatnya bingung.
"Ada apa?" Tanya Melly
"Ayo sayang, kamu jangan banyak bicara apalagi terlalu letih" Mama membawa Melly menuju kursi yang ada diruang keluarga. Hal itu menambah kebingungan Melly melihat sikap mereka.
"Mas ada apa ini?" Tanya Melly lagi untuk menemukan jawaban dari suaminya. Namun suaminya hanya berkedip dengan senyuman manisnya ia layangkan kepada Melly.
Melly semakin dibuat bingung, semua keluarganya memberikan perhatian yang menurutnya begitu berlebihan.
"Nak, kamu istirahat yang cukup ya agar bayi didalam kandungan mu itu sehat dan kuat" Ucap ibunya. Melly mulai ngeh, ternyata keluarganya menganggap bahwa dirinya sedang Hamil.
__ADS_1
"Alah, palingan masuk angin" Ucap Clara ketus disana. Semua mata menatap Clara dengan tajam, kehamilan Melly adalah harapan semua orang, bagaimana bisa Clara berbicara seperti itu.
"Diam kamu Clara" Bentak Dayat. Seperti nya amarah Dayat sudah tidak terbendung lagi. Membuat Clara seketika terperanjat dan menciut disana.
"Kak, aku" Belum sempat Clara menjawab, Dayat sudah lebih dulu berbicara.
"Sudah aku peringatkan untuk tidak mencampuri urusanku dengan Melly, tapi kamu malah membuat masalah dengan bekerja sama dengan Fina untuk menghancurkan pernikahan kami. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi Clara" Teriak Dayat lagi tidak kalah geramnya.
Mendengar itu seketika tubuh Clara gemetar, wajahnya pucat pasi.
"Apa yang kamu bicarakan Dayat. Kami tidak pernah merencanakan apapun. Lagi pula kamu tidak punya bukti apapun" Ucap Fina mencoba membela dirinya.
Seketika Dayat tersenyum menyeringai, "Bukti? Hahah, tentu saja aku ada buktinya" Ucap Dayat.
Clara semakin gemetar melihat seringai kakaknya yang terlihat menakutkan itu. Bagaimanapun ia begitu takut melihat kemarahan Dayat, pernah sekali ia melihat kemarahan Dayat sebelumnya, dan itu sungguh membuat nya takut.
Rekaman itu menampilkan semua percakapan antara Fina dan Clara. Clara dan Fina membelalakkan matanya.
Mama Sonia melayangkan tatapan tajam nya kepada Clara dan Fina. Sementara itu, Wira dan ibunya Melly malah menatap mereka dengan tatapan tidak menyangka.
Keduanya pun tertunduk kala rekaman itu selesai ditayangkan.
"Benar-benar kamu ya Clara. Mama kecewa sama kamu. Mulai sekarang mama tidak ijinin kamu berteman dengan Clara, dan mulai besok kamu akan mama pindah kan kuliah di Singapura dan masuk asrama" Ucap mama geram.
Mata Clara membelalak, mendengar penuturan mamanya. "Ma jangan, aku gak mau tinggal di asrama" Rengek Clara memohon.
"Keputusan mama sudah bulat. Dan untuk kamu Fina, segera pergi dari sini dan jangan kembali lagi" Usir mama. Fina menggeram, melenggang pergi dengan membawa kekesalan.
__ADS_1
"Tunggu" Fina melukis senyuman kala mama menghentikannya.
"Bik, bungkus makanan yang dimasak Fina dan suruh dia bawa makanan itu. Saya tidak sudi memakan masakan dia" Titah mama kepada bibik.
Mendengar itu, Fina kembali menggeram dan berlalu pergi secepat mungkin dari sana.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
__ADS_1
-Kesalahan Satu Malam