
Satu minggu telah berlalu setelah Arkan pulang dari rumah sakit, keadaannya semakin hari semakin membaik.
Maura dengan telaten mengurusi semua kebutuhan akan, dalam satu minggu ini Arkan lebih banyak diam.Dibandingkan sebelumnya, entah kenapa dia seperti itu yang biasanya jika Maura menawarkan bantuan Arkan selalu marah-marah dan mengusirnya.Tetapi satu minggu terakhir,Arkan hanya diam tidak ada penolakan sedikitpun terhadap Maura yang berusaha membantunya dan memperhatikan semua kebutuhannya.
Bagi Maura ini merasa aneh, yang biasanya ketika dia dekat dengan Arkan suka diusir dan Arkan berkata kasar terhadap dirinya.
Tidak ada lagi Arkan yang suka marah-marah setiap hari, sekarang hanya ada Arkan yang tidak pernah bicara sedikitpun.
Hari ini Arkan akan pergi ke rumah sakit kembali untuk pemeriksaan kesehatannya, setiap satu minggu sekali harus dikontrol. Ada perkembangan atau tidak dengan kesehatan Arkan, setelah mengalami kecelakaan tersebut.
Maura sudah mempersiapkan semuanya, untuk segera berangkat menuju rumah sakit yang dituju.Mereka sudah berjanji dengan dokter ahli tulang, yang sedang menangani Arkan pada saat ini.
Maura mendorong Arkan di atas kursi roda, dari dalam kamarnya untuk segera menuju kendaraan yang akan mengantarkan mereka sampai di rumah sakit.
Setelah beberapa saat Maura sudah berada di teras rumah, dia dibantu pak sopir untuk membawa Arkan segera masuk ke dalam kendaraan tersebut.
Semuanya sudah berada di dalam kendaraan tersebut, akan segera berangkat menuju tempat tujuan.
perjalanan yang ditempuh lumayan lama, sebabnya Maura mengajak Arkan untuk berangkat lebih awal.
Sebab janji bersama dokter tulangnya yaitu jam satu siang, biarkan mereka datang terlebih dahulu ke rumah sakit sebelum dokter tersebut datang.
...****************...
Di rumah sakit.
Maura dan Arkan sudah duduk di ruang tunggu, untuk menunggu gilirannya dipanggil oleh perawat yang sedang berjaga.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya giliran mereka pun tiba.
__ADS_1
Maura mendorong Arkan untuk segera masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
Setelah berada di dalam, dokter mulai memeriksa akan keadaan Arkan pada saat ini.Setelah mengalami kecelakaan tersebut, apakah keadaannya lebih baik atau sebaliknya.
Setelah cukup lama pemeriksaan pun sudah selesai, dokter tersebut memberikan resep obat terhadap aura untuk ditebusnya di apotek terdekat.
Keadaan Arkan lebih baik menurut dokter, tetapi harus mendapatkan perawatan yang intensif terhadap kakinya.Yang mengalami patah, untuk penyembuhan tulang membutuhkan waktu beberapa bulan ke depan agar sehat kembali seperti semula.
Mereka akan segera pulang kembali ke rumah.
Waktu bergulir begitu cepat, mereka sudah sampai di rumah kembali.
Maura mendorong kursi roda untuk segera masuk ke dalam rumah, setelah berada di dalam. Dan ternyata sudah ada Jaka, yang menunggu kedatangan Arkan.
Jaka ingin melihat keadaan Arkan, sebab semenjak mengalami kecelakaan. Arkan sulit untuk di hubungi, entah kenapa dengan anak itu.Tidak biasanya juga ponsel tidak dapat dihubungi dan tidak ada kabar.
"Masa iya nanya tamu kayak gitu "kata Maura sambil menatap Arkan.
"Kamu itu kenapa sih, tidak bisa dihubungi aneh deh bikin orang khawatir saja "kata Jaka sambil menatap lekat wajah Arkan.
"Setelah kecelakaan aku nggak pernah megang ponsel, lagian untuk apa juga nggak penting "jawab Arkan.
Maura meninggalkan Arkan di ruang tamu dan juga Jaka.Dia segera pergi ke dapur untuk memerintahkan pelayan agar membawakan minum untuk mereka berdua.
Setelah beberapa saat, pelayan datang dengan membawa nampan yang berisikan minum Dan beberapa makanan ringan.
Pelayan tersebut mempersilahkan terhadap Jaka dan juga Arkan,untuk menikmati minuman dan makanan yang sudah tersedia.
Setelah beberapa saat pelayan tersebut kembali ke dapur,dan meninggalkan dua orang tersebut yang masih berada di ruang.
__ADS_1
Tinggallah Arkan dan juga Jaka di ruang tengah, tetapi belum ada perbincangan di antara mereka hanya diam.
Jaka meneliti tubuh Arkan dari atas hingga ke bawah, dia merasa heran dengan anak ini yang biasanya cerewet dan banyak omong. Tetapi sekarang diam entah kenapa,apakah dia seperti ini akibat kecelakaan atau ada hal lain yang membuat dirinya enggan untuk berbicara.
Setelah cukup lama terjadi saling diam di antara keduanya, akhirnya Jaka membuka suara.
"Apa yang terjadi dengan kamu? sifatmu berubah sekarang tidak seperti dulu lagi! "tanya Jaka terhadap Arkan sambil menatap wajahnya dengan lekat.
"Apa yang harus aku bicarakan, nggak ada juga toh semua orang sudah tahu keadaanku saat ini.Pasti mereka sedang tertawa puas saat ini menertawakanku "kata Arkan sambil tersenyum menyeringai tipis.
"Kenapa kamu jadi seperti ini sih, aneh, kamu itu pasti sembuh yang penting kamu rajin melakukan pengobatan dan terapi yang sudah disarankan oleh dokter.Nggak ada yang namanya penyakit itu nggak sembuh kalau diobati "kata Jaka.
"Ini semua gara-gara nenek sihir itu, kalau saja dia tidak memaksakan aku untuk menikah dengannya mungkin ini tidak akan pernah terjadi "jawab Arkan dengan nada bicara yang sangat kesal.
"jangan pernah menyalahkan siapapun tentang apa yang terjadi pada diri kita, semua sudah diatur oleh sang kuasa hanya saja jalannya yang berbeda.Kita tidak tahu kapan Dan waktunya musibah itu akan menimpa kita, jika ikhlas penerima semua ini maka akan terasa ringan. "nasehat Jaka terhadap Arkan.
"Kamu enak bisa bicara seperti itu, sebab kamu tidak merasakan berada di posisiku pada saat ini.Jangankan untuk melakukan hal lain untuk diri sendiri saja aku nggak bisa, harus dibantu oleh orang lain.Bagaimana bisa aku tidak kesal dengan keadaan saat ini "kata Arkan.
"Dengan cara kamu menutup diri dari orang lain,apakah itu bisa mengubah segalanya. Tidak kan! jadi untuk apa kamu meratapi semuanya, ikhlas itu yang utama jadi di setiap ujian pasti ada hikmah dibalik semua itu.Dulu kamu yang sering menasehati aku, tetapi kenapa sekarang kamu yang menjadi seperti ini "kata Jaka sambil menatap heran terhadap Arkan.
"Sudahlah tidak ada gunanya juga ngomong sama kamu sekarang, kamu tidak akan mengerti perasaanku pada saat ini "kata Arkan.
"keadaan kamu yang mana? yang nggak aku mengerti, bahkan aku selalu mendengarkan apa yang kamu katakan.Tetapi kenapa sekarang kamu tidak ada lagi cerita kayak dulu,terhadap diriku apa yang terjadi dengan kamu apa keinginan kamu.Mana aku tahu "jawab Jaka.
"Lebih baik kamu pergi,enggak usah ngurusin aku urus aja urusan kamu sendiri! "kata Arkan mempersilahkan sahabatnya itu untuk meninggalkan rumah Maura, sebab dia berpikir tidak ingin dikasihani oleh siapapun.Di saat melihat keadaannya seperti ini.
Setelah mendengar perkataan Arkan seperti itu, akhirnya Jaka memutuskan untuk pulang.
Jaka memberi ruang untuk berpikir terhadap sahabatnya itu, bahwa tidak semua orang menertawakannya pada saat ini.Bahkan semua orang mengkhawatirkannya, itu semua karena menyayangi Arkan.
__ADS_1