Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Mencari Keberadaan Melly


__ADS_3

"Apa yang kalian kerjakan seharian ini?" Teriak Dayat menggema disana. Para pengawal itu gelagapan, tidak mengerti apa yang menjadi kemarahan tuannya itu.


"A-ada apa tuan?" Tanya salah satu pengawal itu dengan takut.


"Ada apa yat?" Tanya mama khawatir. Mama keluar kala mendengar teriakan seseorang yang begitu keras dari luar.


"Melly hilang ma. Aku menemukan kalungnya di pintu belakang" Jawab Dayat. Para pengawal itu membelalakkan matanya, saling melempar pandangan satu sama lain. Sekarang mereka baru tau apa kesalahan mereka.


Dayat kembali menatap tajam ke dua pengawal itu, "Maaf tuan, kami tidak tau jika nona Melly akan keluar dari pintu belakang. Kami kira Nona hanya ingin menikmati pemandangan taman saja" Pengawal itu mencoba menjelaskan semuanya. Berharap bahwa Dayat bisa mengerti dan tidak menghukum mereka.


"Kalian....."


"Dayat? Sudah! jangan marahi mereka. Sebaiknya panggilkan Rian, kita lihat cctv saja" Ucap mama yang sudah memotong perkataan Dayat. Melerai mereka agar tidak meributkan hal ini, mencari solusi adalah hal yang terpenting untuk saat ini.


Dengan tatapan tajam yang masih menyala dimatanya, Dayat berlalu melewati kedua pengawal itu yang sejak tadi menunduk ketakutan. Hati Dayat begitu geram, pengawal yang seharusnya berjaga dirumah ini malah tidak melihat kepergian istri tercintanya.


Didalam rumah.


Semua orang sudah berkumpul di ruangan keluarga. Wajah khawatir begitu nampak di wajah mereka masing-masing. Terlebih lagi ibunya Melly, tidak henti-hentinya ia menangis, meratapi nasib anaknya yang selalu ditimpa cobaan, dan sekarang ia tidak tau keberadaan Melly saat ini.


Tidak berapa lama, Rian datang bersama seorang Detektif yang sempat ditugaskan menyelidiki kasus Melly beberapa hari yang lalu.


"Tuan" Seru Rian. Dayat yang sejak tadi mondar-mandir tidak jelas, kini tatapannya tertuju kepada Rian.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kalian menemuka. lokasinya?" Tanya Dayat serius.


"Menurut alat yang terpasang di tubuh nona Melly, ia sekarang berada di Jalan Cempaka tuan" Jawab Rian tegas.


"Jalan cempaka?" Ucap Dayat lirih seraya mengingat nama jalan itu yang terdengar tidak asing baginya.


Ya, sebelum Dayat pergi tadi. Dayat meletakan sebuah alat kecil berbentuk persegi panjang yang besarnya hanya berapa senti saja di dalam saku baju Melly. Alat itu sengaja Dayat pasang dibaju Melly agar bisa melacak Melly ketika hilang. Ini semua merupakan Saran dari Detektif Bram. Setelah penyelidikan yang ia lakukan, Detektif Bram berasumsi bahwa ada seseorang yang ingin mencelakai Melly. Oleh sebab itulah ia menyarankan Dayat untuk melakukan cara ini. Karena biasanya, jika tebakan Bram benar, maka penjahat yang ingin mencelakai Melly pasti akan kembali lagi untuk melukai Melly.


"Sebaiknya kita segera pergi kesana tuan" Ucap Rian, membuyarkan lamunan Dayat yang sejak tadi nampak masih berpikir.


"Iya, kita harus segera kesana" Ucap Dayat cepat.


"Mas, aku ikut" Ucap Wira. Dayat mengangguk pertanda setuju.


"Semoga saja anak-anak ku selamat" Ucap Mama dalam hati.


Sementara itu, ditempat lain.


Melly yang semulanya pingsan, kini ia menyerjapkan matanya, menatap disekitar dengan penuh keasingan.


Ya, tempat yang sekarang ia tempati tidak ia ketahui dimana ia sekarang.


"Awwwws" Melly meringis, kala menyadari dirinya sudah diikat di sebuah bangku di ruangan kosong.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,


Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰


Baca juga novel aku yang lainnya,


-Menikahi CEO Yang Kejam 1


-Menikahi CEO Yang Kejam 2


-Kesalahan Satu Malam

__ADS_1


__ADS_2