
"Jangan bermain api denganku. Maka akan fatal akibatnya" Ucapnya tegas, tatapan tajam penuh kebencian terlihat dari sudut matanya.
Satu jam kemudian.
Seorang Dokter keluar dari ruangan UGD. Dayat dengan cepat langsung bertanya.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya?"
Dokter itu nampak menghela nafas berat, "Keadaan istri anda saat ini masih kritis, sebaiknya bapak ikut saya keruangan kerja saya untuk mengetahui lebih jelas keadaan istri anda" Jelas Dokter itu.
Tanpa menunggu lama, Dayat langsung menyetujui dan mengikuti jejak Dokter itu.
Di dalam ruangan.
Dayat nampak masih duduk di meja kerja Dokter sambil menunggu hasil tes Lab serta ronsen yang telah dilakukan Dokter.
Tubuhnya gemetar, takut bercampur dengan kecemasan.
"Ini Dok, dokumen-dokumen pasien" Seorang perawat menyerahkan beberapa dokumen kepada Dokter.
Dokter mulai membukanya, lalu menatap kepada Dayat yang sejak tadi menunggu penjelasan Dokter.
"Menurut hasil pemeriksaan" Dokter sedikit menggantung perkataan nya. Sementara itu, Dayat mendengarkan dengan seksama.
"Menurut hasil ronsen, nona Melly mengalami patah tulang dibagian belakang, itu akan menyebabkan nona Melly mengalami kelumpuhan sementara. Namun juga harus diwaspadai, karena dibagian kepala juga ada benturan kuat kemungkinan nona Melly juga akan mengalami hilang ingatan" Jelas Dokter itu. Mata Dayat memerah, ia tidak kuasa menahan air matanya lagi.
"Lalu, bagaimana dengan anak saya Dok?" Tanya Dayat kemudian dengan suara paraunya.
"Maaf pak, kami tidak bisa menyelamatkan anak bapak. Kami terpaksa mengeluarkan nya, karena jika tidak, nona Melly juga akan dalam bahaya. Terlebih lagi, pendarahan hebat yang dialami nona Melly tidak memungkinkan untuk mempertahankan bayinya lagi" Jelas Dokter itu lagi.
__ADS_1
Dayat meneteskan air mata kesedihannya, kala mendengar bahwa anaknya sudah tidak ada lagi di dunia ini.
"Baik dok, terimakasih atas penjelasannya" Ucap Dayat kemudian, lalu ia berlalu pergi meninggalkan ruangan Dokter itu dengan penuh kesedihan. Rasa sesal menyelimuti hatinya.
"Kenapa aku begitu teledor, membiarkan istriku sendirian menaiki tangga itu" Batin Dayat.
Dayat berjalan dengan langkah sempoyongan, tatapannya begitu kosong. Wira dengan sigap menangkap tubuh Dayat yang hendak terjatuh.
"Mas, baik-baik saja?" Tanya Wira cepat. Namun tidak mendapatkan jawaban.
Wira menatap kakaknya dengan curiga, lalu kembali bertanya.
"Apa yang terjadi sama Melly mas?" Tanya Wira lagi.
Dayat menatap Wira sejenak, lalu kembali menunduk.
"Anakku, anakku sudah pergi" Dayat terisak disana. Kembali ia menjadi sosok yang begitu lemah, anaknya yang begitu ia damba-dambakan kini sudah pergi.
Berhubung sebentar lagi Melly akan dipindahkan keruang rawat, sebaiknya mereka melihat langsung saja keadaan Melly. Begitulah pikir mereka.
Seseorang tersenyum miring dibalik dinding itu, "Itu hanya baru satu kematian saja, lain waktu aku akan menjemput nyawa mu lagi Melly" Ucapnya dengan nada kebencian.
Diruang rawat.
Melly sudah dipindahkan keruangan VIP. Dimana hanya ada Melly yang dirawat disana.
Sebuah suara mesin monitor pendeteksi jantung terdengar disana. Serta banyak sekali alat-alat pendukung lainnya yang menempel ditubuh Melly. Dayat menggenggam tangan Melly dengan erat, seraya menatap wajah Melly yang masih terlelap.
"Bagaimana Wir?" Tanya mama dengan sedikit berbisik.
__ADS_1
"Sebaiknya kita keluar dulu ma, nanti mas Dayat dengar?" Balas Wira pelan. Mama mengangguk pelan, lalu berjalan keluar ruangan. Wira mengekor dari belakang mengikuti langkah mamanya.
"Dokter bilang, Melly mengalami koma saat ini. Ada kemungkinan Melly akan mengalami hilang ingatan karena ada benturan keras di kepalanya" Ucap Wira kala sudah berada diluar.
"Apa?" Mama menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Matanya memerah, karena menahan tangisnya. Namun pada akhirnya air mata itu tumpah dengan sendirinya.
"Pantas saja Dayat anakku begitu terpukul" Ucapnya kemudian dengan tatapan memilukan. Menatap Dayat yang sedari tadi memegang tangan Melly tanpa mau melepaskannya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
__ADS_1
-Kesalahan Satu Malam