
Hari berganti dengan minggu,dan minggu juga berganti dengan tahun.Pernikahan Arkan dana Maura sudah satu tahun,keadaan Arkan pun sudah sembuh sepenuhnya dari kecelakaan.
Di sore hari di rumah Maura, Arkan baru pulang dari perkebunan beserta beberapa orang kepercayaannya.
Arkan langsung menuju kamar sebab dia ingin segera membersihkan tubuhnya setelah seharian berada di luar rumah, rasanya sudah tidak tahan dengan lengketnya keringat yang menempel di tubuhnya.
setelah sampai di dalam kamar Arkan membuka sepatu dan pakaiannya di sembarang arah lalu dia masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Maura yang melihat itu semua hanya diam dan menggelengkan kepala.Sebab Maura sudah beberapa kali mengingatkan Arkan, agar tidak meletakkan pakaian kotor di sembarang arah.Sebab sudah ada tempatnya jadi pakaian kotor simpan di tempatnya.
Maura dengan sabar menerima perlakuan Arkan yang semakin hari semakin menjadi, dia pemutih pakaian kotor Arkan lalu dimasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor.Lalu dia bawa keluar untuk ke tempat cuci, biarkan sang para pelayan yang mencuci pakaian tersebut.
Maura keluar kamar dengan berjalan perlahan untuk segera menuju dapur sambil menenteng keranjang pakaian kotor. setelah beberapa saat dia sudah sampai di tempat pencucian, lalu dia meletakkan keranjang tersebut di sana.Lalu mengambil pakaian yang sudah disetrika, untuk dirapihkan ke dalam lemari.
Untuk hal sekecil ini Maura tidak pernah mempercayakannya kepada para pelayan, bahkan jarang sekali pelayan masuk ke dalam kamar Maura.Hanya pelayan tertentu yang bisa memasuki kamar pribadi milik Maura, sebab dia tidak suka tempat pribadinya dikunjungi banyak orang.Makanya bahkan seorang pelayan pun jarang yang masuk ke dalam kamarnya, lebih baik dia mengerjakan sendiri apa yang harus dibereskan di dalam kamarnya.
Maura sudah masuk ke dalam kamar kembali dengan membawa keranjang pakaian yang sudah disetrika, dia akan merapikannya ke dalam lemari.Arkan pun sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya, tetapi di antara mereka selama setahun pernikahan tidak ada hubungan antara suami dan istri hanya sebagai teman di dalam tempat tidur.
Arkan tidak pernah menyentuh Maura sedikitpun,tetapi Maura tidak pernah menuntut itu dari sang suami.Sebab dia tahu betul bahwa pernikahannya dengan Arkan yaitu atas dasar keterpaksaan dan pelunas hutang.
"Bisa nggak kalau pakaian kotornya itu langsung masukkan ke dalam keranjang, itu kan sudah ada tempatnya untuk pakaian kotor dan untuk sepatu juga!"kata Maura sambil melihat ke arah Arkan yang masih mengenakan handuk.
__ADS_1
" Di sini kan kamu sebagai istri, jadi sudah sewajarnya kamu itu membereskan semua keperluan suami dan merapikan barang-barang suami yang tergeletak "kata Arkan sambil menatap lekat wajah Maura.
"Ya sudah, ganti baju dulu makanan sudah siap" kata Maura dengan nada bicara yang sangat lembut, setelah menikah berbanding terbalik yang tadinya lemah lembut menjadi arogan yang tadinya arogan menjadi lembut. Itulah antara Maura dan Arkan, setelah selesai merapikan pakaiannya ke dalam lemari.
Maura keluar kembali dari dalam kamarnya, sambil membawa keranjang kosong untuk disimpan kembali ke tempat semula. Meninggalkan Arkan yang sedang berganti pakaian di kamar,yang sudah disiapkannya untuk Arkan gunakan.
Setelah beberapa saat Arkan sudah selesai dengan ritual berganti pakaian, Arkan berjalan perlahan keluar dari kamar untuk segera menuju ke dapur.Sebab mereka akan melakukan ritual makan bersama, setelah sampai di dapur Arkan langsung duduk di salah satu kursi.Dan mengambil piring lalu Maura mengisi piring suaminya dengan menu makanan kali ini.
Kegiatan rutin makan malam pun sudah selesai, Maura meninggalkan meja makan setelah Arkan juga meninggalkannya.
Sebelum masuk ke dalam kamar Maura duduk di ruang tengah, sambil menikmati acara televisi kesukaannya bersama sang mertua.
Tidak terasa pernikahan Arkan dan juga Maura sudah memasuki satu tahun, ini sudah saatnya bagi Maura untuk melepaskan Arkan.
Maura sudah berencana bahwa besok akan menyerahkan surat gugatan perceraiannya terhadap Arkan.Dan setelah itu dia akan pergi ke kota lain untuk tidak lagi bertemu atau berhubungan dengan Arkan dan juga keluarganya.
Maura belum membicarakan ini terhadap ibu mertuanya ataupun Arkan, yang tahu rencananya hanya pengacara dan orang-orang kepercayaannya.Bahwa Maura akan meninggalkan Arkan dan perkebunannya diserahkan terhadapnya, anggap saja itu adalah pembagian harta gono gini selama mereka berumah tangga.
meskipun pengacaranya telah mengingatkan Maura beberapa kali, agar tidak menyerahkan seluruhnya perkebunan yang ada di sini terhadap Arkan.Tetapi Maura tetap dengan pendiriannya bahwa itu semua adalah milik Arkan, dia tidak menginginkannya sedikitpun semua yang ada di sini termasuk rumah semuanya akan dia tinggalkan.
__ADS_1
"Bu, jika nanti aku tidak tinggal bersama lagi, tolong maafin semua kesalahanku ya yang selama ini baik disengaja ataupun tidak "kata Maura sambil menatap lekat wajah sang Mertua.
"Memangnya mau ke mana? "tanya Marni terhadap Maura.
"Yang nggak kemana-mana, cuma yang namanya umur kan kita nggak tahu "jawab Maura.
"Kamu ngomong apa sih seperti mau pergi jauh dan meninggalkan kami saja, jangan pernah bicara seperti itu tidak baik! "kata Marni terhadap Maura.
"Pokoknya aku minta maaf sama ibu dan bapak atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat, sehingga menjadikan Arkan seperti itu "kata Maura dengan nada bicara penuh permohonan terhadap Marni.
"Kamu tidak salah apa-apa, semua yang terjadi pada hidup Arkan dan kita semua itu semua tidak lepas dari campur tangan sang kuasa dan takdir yang telah digariskan" jawab Marni dengan bijaknya.
"Apapun yang terjadi nanti,ibu dan bapak jangan sampai keluar dari rumah ini "minta Maura terhadap Marni.
Setelah beberapa saat Marni dan mertuanya berbincang di ruang keluarga,akhirnya mereka berdua kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuhnya.Sebab waktu malam harus digunakan untuk tertidur bukan untuk bergadang.
Maura sudah berada di dalam kamar, lalu dia menuju kamar mandi untuk mencuci tangan dan bersih-bersih sebelum naik ke atas tempat tidur.
Setelah selesai dengan kegiatan rutinnya, dia langsung naik ke atas tempat tidur yang di sisinya sudah ada Arkan yang tertidur.
__ADS_1
Maura diam sejenak sambil mengumpulkan rasa kantuknya, setelah beberapa saat nafas Maura sudah mulai teratur.Itu pertanda sang pemilik raga sudah berada di alam mimpi, di saat Maura sudah tertidur pulas.Ternyata Arkan belum tertidur, dia buka matanya kembali lalu melihat ke arah Maura yang sudah tertidur pulas.