
Di rumah, terlihat Ayah dan Bunda sedang menonton televisi bersama. Tak lama kemudian, pintu rumah terbuka dan keluar lah Aina dari balik pintu itu.
Aina pun masuk ke dalam rumah dan menghampiri kedua orang tua nya.
"Aina pulang yah, bun!" Ucap Aina sedikit lelah sambil duduk di samping Ayah dan Bunda nya di sofa untuk menonton televisi bersama.
"Loh udah pulang na" Jawab Ayah dan Bunda nya hampir bersamaan.
"Gimana kuliahnya? lancar kan?! " Tanya Ayah.
"Lancar yah! seperti biasanya" Jawab Aina sambil tersenyum.
"Nayla mana yah, bun? " Tanya Aina sambil menoleh ke kanan ke kiri mencari keberadaan adiknya itu.
"Oh.. Ada tuh di kamar nya. mungkin lagi mainin ponsel nya" Jawab Bunda.
"Oh. Ya udah kalau gitu Aina mau nyamperin Nayla dulu ya bun" Ucap Aina beranjak pergi. Bunda nya itu hanya mengangguk seraya tersenyum.
Sesampai nya dikamar Nayla, Aina mengetuk pintu dulu sebelum masuk.
"tok.. tok.. tok.. " Suara ketukan pintu.
"Dek.. " Ucap Aina sambil mengetuk pintu.
"Iya kak.. masuk aja! nggak di kunci kok.. " Jawab Nayla seraya memainkan ponsel nya. Aina pun segera membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.
"Lagi ngapain dek? " Tanya Aina sopan.
"Lagi ini.. seperti biasalah kak chattingan sama temen hehe😁" Jawab Nayla.
__ADS_1
"Ohh.. " Jawab Aina tersenyum.
"Udah makan belum dek??" Tanya Aina khawatir jika Nayla belum makan.
"Belum kak. nanti deh" Jawab Nayla lanjut memainkan ponsel nya.
"Ayo makan, kakak juga laper nih!! " Ucap Aina lalu mengelus perutnya yang keroncongan. Nayla pun seketika terdiam dan langsung tertawa setelah mendengar suara keroncongan dari perut kakaknya itu.
" Iya deh kak.. " Jawab Nayla tertawa.
"Udah.. gk usah di terusin tertawa nya ih.. " Ucap Aina di selang mereka berjalan keluar kamar.
"Iya iya " Jawab Nayla memberhentikan tawa nya.
Bunda pun melihat Aina dan Nayla keluar kamar dengan tertawa. Bunda pun sedikit bingung.
"Mau kemana sayang? " Tanya Bunda kepada Aina dan Nayla..
"Kita mau makan bun, soalnya kasihan perutnya kakak keroncongan mulu hahaha" Ucap Nayla tertawa. Aina yang mendengar nya pun sedikit malu dengan dirinya sendiri.
"Ish.. kamu itu dek" Ucap Aina lirih sambil memukul bahu Nayla itu.
"Ya udah bun, kita pergi dulu ya.." Izin Nayla yang masih saja tertawa.
"Oh.iya iya" Jawab Bunda juga ikut tertawa.
Di ruang makan, Aina dan Nayla makan sambil berbincang-bincang.
"Eh, tau nggk sih kak" Ucap Nayla tiba-tiba sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ya nggk tau lah dek, orang juga blm di kasih tau" Jawab Aina.
"Oh iya iya" Jawab Nayla tersenyum meringis.
"Jadi gini kak, aku tu nge fans banget sama artis yang ada di korea itu lohhh" Ucap Nayla tersenyum bersemangat.
"Ya terus? kamu mau ke Korea buat ketemu sama fans kamu itu? " Tanya Aina lalu melanjutkan suapan makan nya.
"Nayla nggak tau juga deh kak kalau itu, tapi Nayla pengen bangett ketemu sama diaaaa" Ucap Nayla sambil tersenyum senyum sendiri. Ayah dan bunda nya pun mendengar percakapan mereka yang terdengar sampai ruang keluarga.
"Aina sama Nayla kenapa tuh yah? kok ramee.. katanya makan" Tanya Bunda pada Ayah.
"Nggak tau juga Bun. " Jawab Ayah santai.
"Ya udah, bunda cek dulu ya! ayah disini aja nikmatin kopinya" Saran Bunda kepada Ayah. Ayah pun mengangguk sambil menyeruput kopinya.
Bunda pun berjalan menuju ruang makan.
"Kok rame disini? katanya makan.. " Tanya Bunda bingung.
"Ya gimana nggk rame bun, dari tadi Nayla ngajakin ngomong terus.. " Jawab Aina..
"Lah tapi kakak kan jawab! ya udah Nayla terusin ngomong nya! wee" Ucap Nayna sambil memeletkan lidahnya kepada kakaknya itu.
"Emangnya adek kamu ngomongin apa sayang?? " Tanya Bunda kepada Aina yang kepo.
"Ini loh bun, jadi si Nayla itu nge fans sama artis Korea. dia pengen ketemu tuh kayak nya sama artis idaman nya, sampai-sampai kesenengen kalau ngomong. " Jawab Aina menjelaskan.
"Bun.. Nayla pengen ke Korea" Izin Nayla pada Bunda nya.
__ADS_1
"Boleh aja sih, nanti kita pergi sekeluarga. tapi bilang ayah kamu dulu ya! " Saran Bunda.