Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Ibu Sakit


__ADS_3

"Iya dong, apa sih yang ga spesial dari istriku ini" Ucap mas Dayat, dengan sudah berjalan menghampiriku dan duduk di sampingku.


Tidak berapa lama, Clara dan Wira juga datang. Seperti biasa, mereka berdua akan menyapa dengan mengatakan, "Selamat pagi ma, mas" Clara.


"Selamat pagi semuanya" Wira.


Walaupun aku tidak terlalu di anggap oleh Clara, dan seringkali hatiku menciut dibuatnya, tapi aku tetap berusaha untuk tidak marah padanya. Walau bagaimana pun, apa yang dia katakan tentang kehidupan ku memang benar adanya, aku hanya perlu untuk tau diri saja disana.


"Dimana ibuk?" Ucap ku seketika, kala tidak mendapatkan sosok ibu ke meja makan.


"Bik Minah" Seru mama pada bibik, karena tadi yang memanggil semua orang adalah bik Minah, jadi mama ingin menanyakan nya langsung kepada Minah.


Bik Minah memenuhi panggilan mama dengan setengah berlari dari dapur.


"Iya nyonya" Jawabnya ketika sudah berada di dekat mama.


"Dimana besan ku? Apa kau sudah memanggilnya?" Tanya mama dengan wajah serius.


"Sudah nyonya, katanya ibu lagi gak enak badan jadi dia didalam kamar saja, katanya" Jelas bik Minah.


"Bik, ibuk sakit?" Aku segera berdiri dari dudukku dengan wajah yang begitu khawatir akan keadaan ibu.


"Iya non" Jawab bik Minah.


Setelah mendapatkan jawaban dari bik Minah, aku bergegas menuju kamar ibu, dan melihat keadaan ibu disana.


Sementara itu, mas Dayat juga mengikuti aku dari belakang untuk melihat keadaan ibu.


Tanpa mengetuk pintu lagi, aku langsung masuk begitu saja dan ku lihat sosok ibu yang tengah berbaring ditempat tidur.


"Buk, ibuk sakit? Kenapa gak panggil Melly aja" Ucapku yang sudah duduk di samping tubuh ibu, sembari memegang tangan nya.


"Ibuk, cuma gak enak badan kok Mell. Ibu juga gak mau ngerepotin kamu dan keluarga mu" Jawab ibu dengan suara lirihnya.


"Melly akan bawa ibu ke dokter"

__ADS_1


"Mas" Seru ku pada Dayat, yang masih berdiri mematung di hadapanku.


Mas Dayat nampak mengeluarkan benda pipih didalam sakunya, lalu menelpon seseorang.


"Hallo"


"Cepat kesini!" Titah Dayat.


Aku hanya menatapnya saja, karena aku tidak tau siapa yang dia telpon saat ini.


"Baik tuan, apa seseorang sedang sakit" Tanyanya penasaran.


"Tentu saja ada, lalu kenapa aku menelpon mu. Dasar" Cercah Dayat kesal.


Tutttt


Handphone nya pun ia matikan, "Siapa mas?" Tanyaku penasaran.


"Dokter" Jawab mas Dayat.


Tidak berapa lama, seorang Dokter pun datang. Dia seorang pemuda yang terbilang seumuran dengan mas Dayat.


"Hei bro, sekarang kamu sudah bisa jalan lagi" Tegur Dokter itu ramah pada Dayat. Dengan bersalaman, mereka berdua terlihat sangat akrab.


Aku hanya tersenyum tipis, kala Dokter itu sedikit melirikku. Dan Dokter itu membalas senyuman ku dengan sangat manis dengan lesung pipi diwajahnya.


"Hei, jangan terlalu lama memandang istriku" Tegur Dayat.


"Ohh, jadi dia istri mu. Cantik juga ya" Balasnya dengan berjalan mendekatiku.


"Kenalkan Saya Dokter Tony, panggil saja Tony" Ucapnya kemudian dengan mengulurkan tangannya kepadaku tanpa memperdulikan Dayat.


"Saya Melly" Balasku ramah dengan membalas jabatan tangannya.


"Hei, Hei, kalian jangan lama-lama bersalamannya" Dayat melepaskan tangan Tony dengan kasar.

__ADS_1


"Kamu menjadi sangat posesif ya sekarang" Tony menggoda Dayat.


"Melly, jangan terlalu memanjakan dia. Nanti dia akan menjadi seperti anak kecil" Ucap Tony lagi sedikit berbisik kepadaku.


"Kamu kesini untuk mengobati seseorang atau ingin menggoda istriku" Cecah Dayat tidak suka.


"Baiklah, aku tidak akan mendekati istri mu lagi. Sekarang siapa yang sakit?" Tanya Dokter Tony serius.


"Ibu saya, Dokter" Balasku.


Dokter Tony manggut-manggut, manatap ibuku yang terbaring dan mulai memeriksanya.


Aku sedikit menjauh, dan berdiri di samping suamiku. Sembari menunggu Dokter Tony memeriksa ibu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,


Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰


Baca juga novel aku yang lainnya,


-Menikahi CEO Yang Kejam 1


-Menikahi CEO Yang Kejam 2

__ADS_1


-Anak genius: Kesalahan Satu Malam


__ADS_2