Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Part 15


__ADS_3

Setelah kepergian Jaka, Arkan diam sejenak menatap ke arah luar.Sebenarnya dia juga tidak ingin seperti ini, tetapi rasa kecewa dan amarah di dalam dadanya tidak juga mereda. Dia selalu berpikir bahwa kejadian buruk yang menimpa dirinya, itu semua ulah daripada Maura.


Arkan ingin segera pergi ke kamarnya, untuk mengistirahatkan tubuhnya setelah bepergian terasa pegal dan nyeri di bagian kaki yang patah.


Arkan memanggil pelayan untuk mengantarkan dirinya ke kamar, sebab dia tidak bisa berjalan sendiri ke sana harus dibantu oleh orang lain.Hal ini yang membuat dirinya marah terhadap dirinya sendiri, tidak bisa melakukan apapun sendiri harus dengan bantuan orang lain.


Setelah beberapa saat dia menunggu pelayan untuk datang, tetapi bukan pelayan yang datang malah Maura yang datang untuk segera membawanya ke kamar dan meminum obat yang sudah disediakannya.


Kamar mereka sekarang pindah di lantai bawah, yang dulu di lantai atas.Setelah Arkan kecelakaan Maura memindahkannya ke bawah, agar Arkan tidak merasa kesulitan berjalan untuk sampai di kamar.Disebabkan saat ini Arkan harus dibantu oleh kursi roda, makanya Maura memindahkan tempat tidur mereka ke lantai bawah.


Maura mendorong kursi roda, lalu setelah beberapa saat mereka sudah berada di dalam kamar. Maura membantu Arkan untuk turun dari kursi roda tersebut lalu duduk di atas tempat tidur.


Setelah duduk di atas tempat tidur, Maura menyerahkan piring makanan agar dimakannya.


Arkan tidak berbicara apapun, dia hanya mengulurkan tangannya untuk mengambil piring tersebut lalu menyendokkan makanan ke mulutnya.


Setelah beberapa saat, makanan pun sudah hampir habis, Arkan menyudahi makannya. Lalu meletakkan piring di atas tempat tidur, Lalu Maura mengulurkan tangannya dengan berisikan segelas air.


Setelah selesai dengan ritual makannya, Maura menyerahkan obat-obatan yang harus diminum oleh.

__ADS_1


Maura merawat Arkan selayaknya seorang perawat, dia dengan telaten mengayomi Arkan yang sedang mengalami sakit di bagian kakinya yang tidak bisa berjalan akibat patah tulang.


Setelah selesai dengan ritualnya, Maura mempersilakan Arkan untuk beristirahat sejenak.Sebelum dia membersihkan tubuh Arkan, sebab hari masih siang untuk melakukan itu.


Setelah Arkan merebahkan tubuhnya, Maura membawa piring kotor tersebut untuk segera dibawa ke dapur.


setelah berada di dapur, ternyata di sana ada sang mertua sedang membantu para pelayan untuk menyiapkan makan malam.Meskipun di sini tidak banyak orang ,tetapi pelayan banyak jadi harus mempersiapkan banyak masakan untuk mereka makan sendiri.


"Bu, ngapain di sini?" tanya Maura terhadap sang mertua.


" lagi bantu-bantu mereka, lagian ibu nggak enak tiduran terus badan rasanya pegal-pegal kalau nggak dibawa gerak "jawab Marni sambil menatap lekat Maura, yang menurutnya tidak beda jauh umur Marni dan Maura.Tetapi ketika dilihat dari wajahnya Maura terlihat lebih muda dan tidak sesuai dengan umur.


"Tapi kan mereka sudah dibayar untuk bekerja, Bu biarkan saja mereka nggak usah dibantuin "kata Maura terhadap Marni.


"Kalau ibu jenuh Ibu gunakan hal lain selain membantu mereka misalnya ngobrol bareng tetangga di depan atau ke mana ke pasar atau ke mana kan aku sudah ngasih uang ke ibu untuk digunakan titik kenapa Ibu nggak pernah gunakan uang tersebut "kata Maura terhadap sang mertua, dia sudah memberikan banyak uang untuk digunakan buat keperluan, dia takutnya tidak ada yang tersedia di rumah.Meskipun Marni menolaknya, tetapi Maura memaksakannya untuk tetap disimpan untuk jaga-jaga jika Maura sedang tidak ada di rumah.


"Tapi Ibu tidak butuh apapun, semuanya sudah tersedia di rumah ini jadi untuk apa barang-barang atau hal yang tidak penting. lebih baik uangnya disimpan siapa tahu nanti butuh "jawab Marni terhadap Maura sambil menatap lekat menantunya tersebut, dulu Maura terlihat sangat garang dan menyeramkan.Tetapi setelah menjadi menantunya yang sifat jahatnya seperti itu hilang, Maura terlihat seperti malaikat yang cara berbicaranya saja lemah lembut dan baik hati.


Terkadang Marni berpikir, Maura ini orang atau bukan sih tiba-tiba datang ke kampung ini.Meminjamkan uang terhadap semua orang yang membutuhkan, dia menjadi rentenir yang sangat kejam.Bahkan dirinya juga korban kekejaman Maura, tetapi entah mengapa setelah Arkan menikah dengan dirinya Maura menjadi orang baik.

__ADS_1


"Ya sudah kalau ibu mau ikut denganku, lagi ada acara di luar ketemu orang jadi ibu bisa ikut bersamaku!"ajak Maura terhadap sang mertua.


"Nggak usah lah, Ibu jelek seperti ini nanti bikin kamu malu lagi bertemu dengan mereka "jawab Marni.


"Bikin malu kenapa Bu? kita semua manusia sama kok sama makan nasi, kecuali mereka makannya emas atau berlian .Baru kita merasa malu terhadap orang itu, selama kita sama-sama makan nasi dan berpijak di bumi yang sama kenapa harus malu!"kata Maura sambil menatap lekat wajah sang mertua, yang menundukkan pandangannya.


"Ibu kan orang miskin, tampilannya saja seperti ini beda dengan kamu "jawab Marni.


"Nggak usah ngomong seperti itu, Ibu siap-siap saja nanti kita berangkat jam 07.00 malam.Soalnya acara di sana jam 08.00 kita ada waktu 1 jam di dalam perjalanan"kata Maura terhadap sang mertua, dia mempersilakan mertuanya untuk mempersiapkan semuanya bahwa dia akan membawanya pergi malam ini ke tempat di mana dia akan bertemu dengan rekan bisnisnya.


Setelah berkata seperti itu, dia meninggalkan sang mertua yang masih berada di dapur.


dia berjalan perlahan menuju ruang kerjanya, sebab ada beberapa yang harus dia bereskan sebelum pergi bertemu dengan orang tersebut.


Maura sedang mengurus surat-surat untuk pembelian lahan baru, akan dibuka untuk perkebunan sawit di masa yang akan datang.


Maura sudah berencana lahan baru itu dia beli dengan atas nama Arkan.


Setelah berada di ruang kerja, Maura mempersiapkan beberapa berkas yang harus dibawanya ke tempat bertemunya dengan orang yang sudah memiliki janji dengannya.

__ADS_1


Setelah cukup lama Maura berada di ruang kerja, akhirnya dia keluar dari ruangan tersebut dan pergi ke dapur terlebih dahulu. Untuk mengambil minum Dan beberapa makanan ringan untuk dibawa ke dalam kamar, Setelah semuanya sudah selesai. Akhirnya Maura pun kembali ke dalam kamarnya sudah waktunya dia membersihkan tubuh Arkan.


Maura dengan membawa beberapa makanan di tangannya, sudah berada di dalam kamar dia meletakkan toples-toples tersebut di atas meja yang ada di kamar tersebut.


__ADS_2