Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Makan Malam


__ADS_3

Ternyata, mama Sonia sudah menunggu kedatangan Dayat dan Melly sejak tadi.


"Gimana bulan madunya? Lancarkan?" Tanya mama Sonia dengan sangat antusias kala Melly sudah memasuki rumah.


"Lancar kok ma" Jawab Dayat segera. Melly tidak akan menjawab, karena pasti dia sangat malu mengungkapkan hal yang begitu privasi baginya.


Mama nampak manggut-manggut, "Oh, Kalian pasti capek, istirahat gih" Ucap Mama kemudian.


"Iya ma, mama gak apa kan kami tinggal dulu" Tanya Melly.


"Gak apa sayang. Mama ngerti kok" Balas mama dengan senyuman manisnya.


Dayat dan Melly pun segera ke kamar mereka yang berada dilantai atas.


"Ma, mas Dayat sudah pulang?" Tanya Clara yang baru keluar dari Dapur.


"Iya, mereka masih mau istirahat. Kelelahan habis dari perjalanan jauh" Ucap mama sebelum meninggalkan Clara.


"Hmm, aku harus kasi tau kak Fina nih. Dia pasti senang kalau mas Dayat sudah pulang" Batin Clara dengan pandangan lurus kelantai atas, sembari sesekali menyeruput minuman yang ada ditangannya.


Didalam kamar,


"Mas, aku mandi dulu ya" Ucap Melly.


"Tunggu"


Melly menatap bingung suaminya, dengan menghentikan langkahnya menuju kamar mandi.


Dayat berjalan mendekati Melly, namun Melly masih menatap Dayat dengan ekspresi wajah yang begitu heran.


"Ahhhkk"


Dayat seketika menggendong tubuh Melly ala bridal style, yang membuat Melly seketika memekik karena terkejut karena tiba-tiba digendong oleh Dayat.

__ADS_1


"Mas turunin, nanti terjatuh" Rengek Melly meminta diturunkan oleh Dayat.


Dayat tidak menggubris perkataan Melly dan terus membawanya ke kamar mandi.


Di kamar mandi.


Dayat menurunkan Melly di sebuah ruangan sepetak dengan kaca transparan yang menutupi tempat itu.


Dayat menghidupkan Shower air. Air meluncur tepat diatas kepala Melly dan Dayat. Keduanya saling berpandangan disana, irama jantung semakin menggebu kala Dayat berjalan semakin dekat dengan tubuh Melly.


Melly sedikit berjalan mundur, namun langkahnya terhenti karena terhalang oleh tembok kaca dibelakangnya.


Dayat semakin melangkah mendekati Melly, kini Dayat sudah mengunci Melly dengan kedua tangannya yang bertumpu didinding.


Melly dan Dayat kembali saling bertatapan begitu lama.


Kembali Dayat menelan Saliva nya, menatap bibir seksi Melly yang menggoda dengan tetesan air yang membasahi bibir tipisnya.


Kesekian kalinya, Dayat selalu tergoda dan tidak tahan bila bersentuhan bersama Melly.


Malam Harinya,


Melly pergi ke dapur lebih dulu. Karena perannya sebagai seorang istri sudah di akui dirumah itu, maka Melly juga harus berperan dalam mengurus rumah tangga, termasuk dalam memasak makanan dan menyiapkan nya untuk keluarga.


"Ma" Seru Melly dengan masih fokus menata makanannya.


"Kamu yang masak Mel?" Tanya mama mertuanya.


"Iya ma" Jawab Melly singkat.


"Wah, kayaknya enak-enak nih makanannya" Clara langsung mengambil sepotong ayam yang sudah digoreng.


"Melly loh yang masak ini semua" Ucap mama.

__ADS_1


Seketika, Clara yang tengah menyantap ayam goreng ditangannya tiba-tiba saja terbatuk-batuk.


Uhuk Uhuk Uhuk.


"Clara, pelan-pelan dong makannya" Ucap mamanya khawatir, dengan menyodorkan segelas air putih ke tangan Clara.


"Udah mendingan" Tanya mama lagi.


"Udah ma. Mendadak makanannya gak enak. Aku pergi dulu ma" Ucap Clara ketus dengan sudah pergi dari sana.


Nampak mama tergeleng-geleng, menatap kepergian anaknya itu.


"Jagan Diambil hati ya Mel" Ucap mama lagi kepada Melly.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,


Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰


Baca juga novel aku yang lainnya,


-Menikahi CEO Yang Kejam 1

__ADS_1


-Menikahi CEO Yang Kejam 2


-Kesalahan Satu Malam


__ADS_2