
"Bik, bungkus makanan yang dimasak Fina dan suruh dia bawa makanan itu. Saya tidak sudi memakan masakan dia" Titah mama kepada bibik.
Mendengar itu, Fina kembali menggeram dan berlalu pergi secepat mungkin dari sana.
"Ma, Clara gak mau tinggal di asrama. Disana Clara gak bisa kemana-mana dan gak bisa main sama temen-temen Clara" Rengek Clara kembali memohon.
"Itu adalah hukuman buat kamu. Selagi kamu tidak berubah, maka mama tidak akan membawa kamu pulang. Biarlah kamu dididik disana, sudah cukup selama ini kamu hidup bebas bersama teman-teman mu dan bermain-main selama ini" Ucap mama Tegas.
Mendengar itu, Clara menangis disana, "Kak bilang sama mama, aku gak mau tinggal di asrama" Rengek Clara kepada Wira dan juga Dayat agar membantunya untuk memohon kepada mama.
Wira dan Dayat hanya diam, "Ini yang terbaik buat kamu Clara, kamu harus berubah, jangan menjadi manja seperti ini" Balas Wira disana. Wira adalah sosok kakak pembela saudaranya, namun kali ini ia setuju akan pilihan mama. Mengingat kelakuan Clara yang sudah diluar batas, mungkin ini adalah hukuman yang tepat untuknya.
"Kalian jahat. Karena wanita itu, kalian semua membuang ku" Teriak Clara yang sudah pergi dari sana membawa tangisan kekesalan hatinya.
Mama tergeleng melihat kepergian Clara, lalu kembali menatap Melly yang sudah berada disampingnya.
"Mell, maafkan Clara ya. Mama sudah salah mendidik Clara, mama terlalu memanjakan dia selama ini sehingga dia menjadi kurang ajar seperti itu" Ucap mama menyesali.
Melly memegang tangan mama lembut lalu berkata, "Ma, Melly udah memaafkan Clara kok. Ini semua bukan salah mama" Ucap Melly lembut.
"Kamu memang anak yang baik, mama beruntung mendapatkan menantu seperti kamu" Ucap Mama bahagia.
Keduanya pun saling menghamburkan pelukannya dengan erat.
"Ma, kak. Melly nya gak jadi diperiksa?" Tanya Wira mengingatkan.
__ADS_1
"Oh iya, Dayat cepat panggilkan Dokter" Titah mama cepat.
Dayat dengan cepat langsung menghubungi Dokter. Mereka semua sangat tidak sabaran untuk mendengar kabar baik ini. Kehadiran anak memang sangat diharapkan oleh mama Sonia. Setelah anak-anak nya dewasa dan suaminya meninggal, sungguh membuatnya kesepian, beruntung dia memiliki Melly dan harapan seorang cucu yang ia inginkan sekarang akan terwujud.
"Assalamualaikum" Seru seseorang dari luar. Semua mata tertuju kepada orang itu.
"Walaikumsalam" Sahut semua orang.
Dayat menghampiri Dokter Tony dengan sedikit berlari kecil. "Untung kamu datangnya cepat" Ucap Dayat senang disana, senyuman manis Dayat membuat Dokter Tony menyernyitkan sebelah alisnya. Biasanya, Dayat akan bersikap lebih dingin jika Dokter Tony datang dan tidak pernah nampak sesenang ini.
"Ada yang sakit kok kamu malah senyum-senyum gitu? Dan siapa yang sakit" Tanya Dokter Tony.
"Melly, dia muntah-muntah sejak pagi. Apa dia sedang hamil?" Tanya Mama kepada Dokter Tony.
"Ayo Mell, mama bantu untuk kekamar" Melly mengangguk, dan berjalan menuju kamar tamu yang ada dibawah. Karena jika pergi keatas, terlalu memakan waktu.
Dikamar,
Dokter Tony mulai memeriksa Melly, dan Dayat memperhatikan dengan seksama kegiatan Dokter Tony dalam memeriksa istrinya. Sementara itu, semua keluarganya menunggu diluar, dan itu atas perintah Dokter Tony. Takut pasien yang ia tangani merasa tidak nyaman dengan keberadaan banyak orang saat diperiksa.
Dokter Tony mengulas senyum. Melihat itu, Dayat menatap Dokter Tony dengan tidak sabaran ia langsung bertanya.
"Bagaimana? Apa istriku hamil?" Tanya Dayat.
"Selamat ya, Melly memang sedang hamil. Usia kandungannya baru menginjak 8 minggu, sebaiknya Melly beristirahat yang banyak, makan buah-buahan yang segar serta jangan lupa minum susu untuk membantu pertumbuhan si bayi" Jelas Dokter Tony.
__ADS_1
Melly nampak berbinar-binar. Begitupun dengan Dayat. Kini Dayat menghamburkan pelukannya kepada Melly dengan sedikit menyeka air mata kebahagiaan.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Kesalahan Satu Malam
__ADS_1