
Mama langsung memelukku, dan juga mas Dayat. Dia begitu senang melihat kedatangan kami, terlebih lagi dia melihat mas Dayat kini sudah berdiri tepat dihadapan matanya.
"Anakku sekarang sudah bisa berdiri" Ucap mama dengan deraian air mata kebahagiaan.
"Iya ma, ini semua berkat Melly yang sudah merawat ku dengan baik" Balas Dayat.
"Dayat, kamu sudah pulang" Sebuah suara wanita dari arah rumah mengharuskan mereka untuk menoleh kesana.
Aku dan mama nampak biasa saja, karena aku pikir dia adalah teman mas Dayat. Namun, mas Dayat nampak menatap wanita itu dengan tatapan yang begitu dingin.
Wanita itu tiba-tiba merangkul lengan mas Dayat, aku yang melihat itu langsung membelalakkan mata.
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Dayat dengan aura yang begitu dingin.
"Apakah aku tidak boleh menjenguk pacarku?" Balasnya tanpa rasa malu.
Aku, mama dan ibu menatap mas Dayat penuh arti.
"Mas" Ucapku lirih, hampir saja air mata ini meluruh, namun dengan cepat aku mengusapnya dan hendak pergi dari sana.
Namun, belum sempat aku pergi dari sana, sebuah tangan melingkar dijemariku dengan begitu eratnya, seakan tidak mengijinkan aku untuk pergi.
"Fina, sejak kapan kau menjadi pacarku? Bukankah kau sudah pergi dengan lelaki pilihan mu? 3 tahun yang lalu, apa kau lupa bahwa aku sangat membutuhkan mu tapi kemana saja kamu? bahkan hidung dan wajahmu ini tidak menampakan diri lagi dihadapanku. Apa itu pantas disebut pacar? Maaf Fina, aku sudah punya istri dan dia jauh lebih baik dari kamu. Sekarang kamu pergi dari sini, lepaskan tanganku" Mas Dayat nampak mengibaskan tangannya dari Fina, sehingga Fina tidak bisa lagi untuk menyentuhnya.
__ADS_1
"Tapi, tapi. Dengarkan penjelasan ku dulu" Fina berteriak disana, berharap mas Dayat berhenti. Namun, kali ini bukan lagi aku yang membimbing mas Dayat, melainkan dirinya lah yang membawaku pergi dari sana.
Didalam rumah, lebih tepatnya sebuah ruangan keluarga.
Mas Dayat duduk disana dengan memanggil seluruh orang yang ada disana, termasuk adik-adiknya dan juga para pelayan.
"Mas, kenapa mengumpulkan kami disini?" Tanya Wira penasaran, karena tidak biasanya semua orang berkumpul seperti ini, apalagi ini adalah perintah dari mas Dayat.
"Mulai hari ini, aku pertegas kan untuk semua orang yang ada dirumah ini. Sekarang Melly adalah nyonya rumah disini, kalian semua harus menghormati dia dan melayani dia dengan baik. Satu hal lagi, Clara?" Seru mas Dayat pada Clara.
Nampak Clara melihat mas Dayat dengan tatapan tajam.
"Apa kau tidak menyukai itu? Kau tidak terima?" Tanya Mas Dayat dengan wajah serius.
"Aku, aku tidak menyukai Melly. Dia hanyalah wanita kampung, dan dia tidak pantas untuk mu mas"
Deg.
Mendengar ucapan Clara, hatiku bagaikan disayat oleh sembilu yang tajam. Hatiku menciut, apa yang Clara katakan memang benar adanya. Aju hanyalah seorang wanita kampung dan miskin.
"Lalu, apakah kamu merasa Fina itu pantas? Kemana saja dia selama ini? Lalu siapa yang sudah membuatku sembuh kembali, dan aku duduk dihadapan kalian sebagai kakak kalian" Ucap mas Dayat, nampak Clara hanya diam dengan wajah menunduk.
"Maaf" Hanya itu kata yang keluar dari mulut Clara.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Anak genius: Kesalahan Satu Malam
__ADS_1