Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Sebuah rencana 2


__ADS_3

"Ya begitulah ma" Jawab Dayat dengan wajah memelas dan tidak bersemangatnya.


Mendengar itu mama sedikit terdiam, "Kamu sudah minta maaf? Pasti kamu kan yang bikin ulah" Tanya mamanya lagi penuh selidik.


"Nggak ma"


"Aku pergi dulu ya ma" ucap Dayat kemudian. Dayat pergi dari sana dengan langkah yang tergesa-gesa.


Mamanya hanya tergeleng melihat anaknya itu.


Dilantai atas.


Lebih tepatnya dikamar Clara. Nampak Clara dan Fina sedang duduk di kursi panjang dengan sedikit perbincangan hangat keduanya.


Sementara itu, Dayat kembali pergi ke kamar miliknya untuk menemui Melly. Melly nampak sudah menunggu sejak tadi, sebab Fina dan Clara sudah masuk kedalam kamar milik Clara.


"Mas kok lama sih" Ucap Melly kesal. Sebuah layar tv sudah memperlihatkan kedua wanita itu dengan pantauan cctv yang sudah Dayat pasang dikamar Clara sebelumnya.


"Iya tadi Fina masih memperhatikan mas yang berada dibawah, jadi mas gak bisa kemana-mana dong kalo ada dia" Jelas Dayat.


Keduanya kini begitu serius memperhatikan layar.


"Kak, kamu lihat ga tadi? Melly itu kurang ajar banget gak sih sampai mengusir kak Dayat dari kamarnya sendiri" Ucap Clara kesal.


"Iya, kakak juga gak suka lihatnya. Dia udah kayak pemilik rumah ini aja" Balas Fina yang juga terlihat menggeram disana. Wajah kesalnya begitu terlihat di wajah Fina.


"Tapi aku seneng juga sih kak. Akhirnya rencana kita berhasil, aku yakin banget nih pasti besok kak Dayat dan Melly akan semakin menjarak dengan adanya kak Fina disini" Ucap Clara dengan senyuman liciknya.

__ADS_1


"Kamu bener. Besok kakak akan buat Melly semakin cemburu dan kaka akan buat Dayat kembali berpaling bersama kakak" Ucap Fina dengan senyuman miringnya.


Kali ini Fina dan Clara sudah mantap dengan rencananya. Sementara itu, Dayat dan juga Melly juga sudah siap menghadapi Clara dan Fina esok hari. Melalui rekaman itu, Dayat mempunyai bukti bahwa dirinya tidak lah salah.


"Kamu lihatkan wanita licik itu tidak mau berhenti sama sekali. Kamu percaya sama dia" Ucap Dayat disana.


Melly terdiam dengan sedikit perasaan bersalah karena sudah mempercayai foto itu.


"Maaf" Hanya itu kata yang keluar dari mulut Melly.


"Sudahlah, aku sudah memaafkan kamu. Lagipula kamu tidak salah, cemburu itukan wajar" Dayat merangkul lembut tubuh istrinya. Sedikit ciuman lembutnya telah melukiskan senyuman manis dibibir Melly.


Keesokan harinya.


Melly sudah bangun dengan segala persiapan untuk membuat sarapan pagi ini. Namun langkah Melly terhenti saat dia ingin menuju ke dapur sudah ada Fina disana. Terlebih lagi masakan yang Fina masak terlalu menyengat hidung Melly dan membuat Melly kembali merasa Mual.


Fina yang fokus memasak sedikit menoleh ke belakang kala mendengar suara seseorang, namun Matanya kembali berbalik disaat tidak mendapatkan siapapun disana.


Setelah beberapa saat, semua orang menuju meja makan. Dan mendapatkan semua makanan sudah tertata rapi disana.


"Wah makanannya terlihat sangat enak, pasti kak Fina yang masak" Ucap Clara senang, sengaja memuji Fina didepan semua orang disana.


Fina tersenyum simpul, "Dayat ayo makan" Ucap Fina ramah.


Dayat tidak menjawab, namun ia menuruti untuk duduk disana. Tidak berapa lama, Melly juga sampai dengan wajah sedikit pucat.


"Mell, kamu sakit?" Tanya Mama khawatir.

__ADS_1


"Iya Melly, kamu kenapa nak" Ucap ibunya yang juga khawatir disana.


"Gak apa-apa ma, buk. Aku hanya,,,,, auwekkk" Kembali Melly merasa mual disana disaat mencium aroma sayur yang dimasak oleh Fina.


Semua mata menatap Melly dengan diam.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,


Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰


Baca juga novel aku yang lainnya,


-Menikahi CEO Yang Kejam 1


-Menikahi CEO Yang Kejam 2

__ADS_1


-Kesalahan Satu Malam


__ADS_2