
Maura terus melangkahkan kakinya menuju kendaraan yang akan mengantarkan mereka pulang, dia sudah berpamitan terhadap semuanya bahwa dia akan berangkat sekarang sebelum waktu malam tiba.Berat mungkin itu yang dirasakan Maura pada saat ini, tetapi apalah daya dia harus pergi merelakan semuanya untuk kebahagiaan semata.
Pelayan yang diajak ikut bersama Maura, langsung masuk ke dalam kendaraan mengikuti Maura.
Semuanya sudah berada di dalam kendaraan, dia menginstruksikan agar segera melajukan kendaraannya.
Sebuah keputusan yang sangat besar, Maura berharap bahwa keputusan ini adalah yang terbaik buat semuanya.Setelah ini semoga tidak ada orang yang tersakiti lagi, dan akan bahagia dengan cara masing-masing.
Maura mengusap air mata yang keluar dari ujung matanya, lalu dia memalingkan pandangannya ke arah lain.Sebelum pelayan itu menyadari bahwa dirinya mengeluarkan air mata, sebab selama ini tidak pernah ada yang melihat dia selemah ini.
__ADS_1
Selama di dalam hidupnya ini keputusan terberat yang diambil Maura, dia tidak pernah mengambil keputusan seperti ini sebelumnya.
Kendaraan yang mereka tumpangi terus melaju dengan kecepatan sedang cahaya mentari pun sudah mulai redup, sinar senja akan tergantikan oleh tergantikan gelapnya malam.
Lampu-lampu di pinggir jalan pun sudah mulai menyala, itu pertanda bahwa malam telah tiba.
Maura terus melihat ke arah luar, dia menikmati perjalanan kali ini yang di luar sudah terlihat gelap hanya sinar-sinar dari lampu yang berada di pinggir jalan dan kendaraan yang berlalu lalang.
Satu minggu telah berlalu setelah kepergian Maura, Arkan berharap setelah Maura tidak ada di dalam hidup dia akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan.
__ADS_1
Tapi nyatanya itu tidak, setiap hari dia selalu mengingat apa yang diucapkan Maura.
semua perkataan Maura selalu terngiang di telinga Arkan, bahkan saat perempuan itu berkata " yang ini simpan di sana,jangan berantakan seperti ini dan kamu harus makan kamu harus minum obat kamu jangan tidur malam "itu semua perkataan Maura terekam jelas di kepala Arkan.Bahkan dia merasa tidak tenang setiap harinya.
Setiap malam dia tidak pernah bisa tidur, selalu memikirkan Maura apakah orang itu marah terhadapnya.Dan untuk menanyakan kabarnya pun dia tidak tahu, jika saja waktu bisa diputar kembali.Arkan ingin meminta maaf terhadap Maura, atas semua perlakuannya.
Namun waktu tidak bisa terulang kembali, yang lalu tetaplah berlalu.Hanya ada penyesalan di dalam diri Arkan pada saat ini, dia hanya merutukin nasibnya pada saat ini. Ternyata yang selama ini dia menganggap bahwa Maura tidak penting di dalam hidupnya,hanyalah orang yang Menghancurkan masa depannya.Ternyata itu semua salah,dia baru menyadarinya bahwa Maura itu orang yang sangat penting dan berharga di dalam hidup Arkan.
Ternyata hidup Arkan tanpa Maura terasa sepi, tidak ada lagi hari-hari yang penuh warna yang dilaluinya bersama Maura.
__ADS_1
Tidak ada lagi orang yang selalu mengingatkan apapun tentang dia, tidak ada lagi orang yang cerewet dan mengatur hidupnya.
Satu minggu terakhir ini Arkan selalu murung dan terlihat penampilannya sangat tidak terurus.Selama satu tahun dia selalu diurus oleh Maura, keperluannya pakaiannya bahkan makanannya selalu disiapkan oleh Maura.Satu minggu ini dia harus menyiapkannya sendiri, tidak ada lagi sarapan tinggal makan baju tinggal pakai dan semuanya serba tertata rapi.Hari ini dia menyadarinya bahwa sangatlah berharga Maura berada di sampingnya.