
"Mencurigakan sekali. Fina gak mungkin tau dari Clara, karena Clara sedang ada di asrama dan dia gak mungkin tau hal itu. Lagi pula Clara juga tidak diijinkan menggunakan handphone disana. Lalu siapa yang memberitahu Fina?" Batin Dayat.
"Yat, kok bengong lagi? Ada masalah?" Ucap Mama memastikan yang berhasil membuyarkan lamunan Dayat.
"Gak ma. Dayat baru ingat kalau Dokter memanggil Dayat tadi. Dayat kesana dulu ya ma" Ucap Dayat cepat. Takut mama nya curiga ia dengan cepat langsung keluar dari ruangan itu.
Mama nampak menatap anaknya dengan heran, "Ada apa dengan Dayat?" Ucapnya lirih. Lalu ia menggeleng kan kepala nya.
"Sebaiknya aku melihat Melly saja" Ucap mamanya kemudian, lalu berjalan mendekati Melly.
Di koridor rumah sakit.
Dayat masih berdiri mematung, memikirkan gelagat Fina yang mencurigakan itu.
Tangannya tergerak kepada sebuah benda pipih kesayangannya. Ia melihat layar, lalu menekan sebuah nama disana untuk menelponnya.
"Hallo tuan" Ucap seseorang dari seberang sana.
"Rian, carikan seorang detektif untukku" Titah Dayat. Ya, Dayat saat ini sedang menelpon Rian sekertaris nya. Rasa curiganya tentang Fina semakin kuat disaat ia mengingat mama bercerita tentang alasan Fina berada didepan pintu ruangan Melly dirawat.
"Baik tuan" Jawab Rian. Dayat langsung mematikan telepon genggam nya setelah memberikan perintah untuk Rian.
Setelah itu, Dayat langsung kembali ke kamar rawat Melly.
Setelah diambang pintu, langkahnya terhenti. Matanya menatap lurus kedepan, kepada dua sosok wanita yang sangat ia cintai di dunia ini.
Ya, matanya menangkap kepada mama yang sedang membersihkan tubuh Melly yang masih terbaring dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Mama, kamu begitu menyayangi Melly. Aku tidak akan membiarkan siapapun yang akan menyakiti kalian berdua" Ucap Dayat didalam hatinya.
Lamunan nya terhenti disaat mama memanggil namanya. "Dayat, kenapa berdiri disitu" Seru mama.
Dayat masuk dengan senyuman manisnya yang mengembang dibibirnya.
"Ma, sini giliran Dayat yang membersihkan tubuh Melly" Ucap Dayat.
Sore harinya.
"Yat, mama pulang dulu ya. Nanti kalau butuh apa-apa telpon mama langsung ya!! Jaga kesehatanmu" Ucap mama mengingatkan.
Dayat tersenyum lalu berkata, "Baik ma. Mama hati-hati ya!!" Balas Dayat.
Setelah kepergian mama, Dayat terus duduk dibangku tempat biasa ia menemani Melly. Sepanjang waktu ia selalu berbicara, menceritakan bagaimana kisah cintanya bersama Melly terjalin, hingga ia tertidur dengan sendirinya disana.
Dayat seperti biasa, selalu standby ditempat.
Tidak sedikit pun ia ingin meninggalkan Melly sendiri disana. Ia takut, dugaannya benar bahwa memang ada seseorang yang ingin mencelakai Melly sejak awal kecelakaan itu terjadi.
"Selamat pagi tuan" Seru Rian yang baru sampai. Seketika lamunan Dayat kembali buyar. Memikirkan tentang Melly yang koma, serta anak yang sudah tiada sungguh membuat Dayat sering kali mengabiskan harinya dengan lamunan. Pikiran nya selalu saja melayang, serta kenangan masalalu sewaktu ia mendambakan seorang bayi sungguh membuat nya larut didalam khayalan yang semu.
"Ini detektif yang tuan inginkan. Namanya adalah Detektif Bram" Sambung Rian lagi.
Dayat mengangguk dan menatap detektif itu dengan dalam.
"Silahkan duduk" Tawar Dayat kemudian. Mempersilahkan Bram dan Rian untuk duduk di sofa yang ada diruang rawat itu.
__ADS_1
Mereka semua pun duduk disana, "Aku ingin kamu menyelidiki kasus kecelakaan yang dialami istriku. Aku merasakan ada kejanggalan dalam semua ini" Ucap Dayat membuka suara. Walaupun ia sedang berbicara dengan kedua pria itu, namun pandangannya tidak lepas dari Melly yang masih terbaring disana.
"Bisa tuan ceritakan lebih dulu kronologi kejadian, serta kejanggalan yang tuan rasakan itu?" Tanya Detektif Bram.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Kesalahan Satu Malam
__ADS_1