
Dayat seketika menoleh padaku, kala ia sudah selesai membaca.
"Ternyata dia sudah tidur" Ucap mas Dayat.
Dayat membaringkan aku ditempat tidur.
Dayat menatap wajah wajah istrinya itu dengan sangat dalam, senyuman manisnya melukis indah dibibirnya.
"Kamu adalah keberuntungan ku, aku tidak akan melepaskan mu pergi jauh dari ku, I am very love you" Dayat mengecup mesra kening istrinya lalu setelah itu ia juga berbaring dan tidur disana dengan memeluk erat tubuh istrinya.
Keesokan harinya,
Aku menyerjapkan mata, menatap keluar jendela dengan sedikit menyipitkan mata, ku lihat matahari sudah menampakan cahayanya, namun sedikit mendung.
Aku bergegas bangun, namun sebelum itu aku menatap wajah suamiku yang tampan ini. Hidungnya yang mancung, bibirnya yang tipis serta bulu matanya yang lentik sungguh membuat aku terpesona olehnya.
Ku kecup tipis pipi serta bibir mas Dayat, namun aksiku ternyata diketahui oleh mas Dayat.
Ia merengkuh tubuh ku dengan erat, membawaku keatas tubuhnya. Senyuman manisnya melukis dibibirnya, dengan rambut yang masih acak-acakan.
Dayat selalu terangsang, Setiap kali aku memberikan sentuhan kepadanya, oleh karena itu Dayat selalu saja tidak tahan setiap kali aku mencium bibirnya.
"Kamu mulai berani cium-cium aku ya sekarang" Ucap mas Dayat dengan suara seraknya khas bangun tidur.
Aku diam, dengan pipi yang semakin memerah karena menahan malu.
"Sekarang aku harus menghukum mu"
Mendengar kata hukuman dari mas Dayat, aku seketika membelalakkan mata, menatap tidak terima akan hal itu.
"Masak nyium aja pakai dihukum segala sih" Batinku mendecah kesal.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu gak suka? Aku akan menghukum mu pagi ini" Ucap mas Dayat lagi dengan wajah menyeringainya.
Tanpa menunggu lama, mas Dayat langsung membaringkan tubuhku lagi keatas kasur, kini dirinya lah yang sudah berada diatas ku.
"Mas kamu mau apa?" Tanyaku gelagapan.
"Aku akan membawamu ke surga kenikmatan yang tidak akan kau lupakan" Balas mas Dayat dengan tatapan memangsanya.
Dia pun memulai aksinya, sentuhan yang dapat membuatku melayang ke samudra Atlantik.
Cuaca mendung pagi ini pun menambah hasrat serta gairah dalam bercinta semakin terasa nikmatnya.
Mas Dayat semakin agresif, setelah kesembuhan nya. Sehingga sering kali aku kewalahan dalam melayaninya diatas ranjang.
Aksi panas diatas ranjang pun selesai setelah 2 jam lamanya, aku dan mas Dayat saling berpelukan dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
Mas Dayat nampak masih menatapku, dan ia kecup keningku dengan mesra, lalu berkata.
"Terimakasih sudah memberikan aku sarapan cinta pagi ini"
"Sarapan cinta? Jadi udah kenyang dong sekarang, gak perlu makan lagi" Balasku.
"Gak dong, sarapan cinta itu beda. Semacam ada kepuasan yang maksimal gitu. Kalau makan aku mau dong dibikinin nasi goreng ala orang desa gitu kayak kamu bikin di rumah kampung" Pinta mas Dayat manja.
"Iya, nanti aku bikinin. Tapi lepasin dulu" Pintaku.
"Lepasin apa?" Tanya mas Dayat dengan wajah bingungnya.
"Ya, peluknya. Gimana mau pergi coba kalau dipeluk terus" Jawabku.
"Ahh, iya. Mandi dulu gih" Mas Dayat Langsung melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Aku bangun, lalu mengambil handuk untuk ke kamar mandi.
"Jangan sampai salah ya, yang merah air panas" Teriak mas Dayat mengingatkan.
"Iya" Jawabku singkat, namun masih tetap berjalan menuju kamar mandi.
Tidak berapa lama, aku pun selesai mandi dan mengganti pakaian ku.
"Mas, aku kebawah dulu ya" Pamitku, sembari mencium pipi mas Dayat yang masih berbaring ditempat tidur dengan memeluk bantal guling nya.
Tanpa menunggu jawaban dari mas Dayat, aku langsung berlalu pergi dari sana menuju dapur yang letaknya dilantai bawah.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
__ADS_1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Anak genius: Kesalahan Satu Malam