
Dayat beranjak keluar ruangan untuk sedikit menenangkan diri. Sementara itu, Dokter dan para perawat juga ikut pergi setelah memasangkan selang oksigen di mulut Melly.
Setelah kesadaran Melly. Sudah hampir seminggu ia sadar dari koma nya. Dan hari ini adalah hari dimana ia akan pulang kerumah.
Namun, ia masih merasa asing bersama keluarga Dayat. Bahkan bersama ibunya sendiri ia begitu acuh.
"Melly, inilah rumah kita" Ucap Dayat. Kala mereka sudah berada didepan rumah. Melly nampak melihat disekitar dengan mencoba mengingat apakah dirinya pernah disini atau tidak. Ingatannya begitu samar, ia tidak bisa memastikan apakah dia pernah kerumah itu atau tidak.
"Ayo masuk!" Ajak Dayat lagi dengan lembut. Melly hanya membalas dengan anggukan seraya tersenyum tipis.
Didalam rumah.
Ternyata semua keluarganya juga sudah menunggu sejak tadi. Melly disambut dengan sangat baik disana.
Melly merasa sedikit rasa yang tidak bisa ia jelaskan, disaat melihat keluarga Dayat bahagia melihat kedatangan nya saat ini.
"Apakah aku benar-benar keluarga mereka? Mereka begitu bahagia akan kehadiran ku disini" Batin Melly.
"Melly. Bagaimana perasaan kamu saat ini. Apa masih ada yang sakit" Tanya ibunya lembut. Melly tersenyum, lalu menjawab.
"Tidak kok buk. Melly udah baikan" Jawabnya.
"Ma, buk. Aku bawa Melly keatas dulu ya" Ucap Dayat.
"Pergilah nak! Melly pasti ingin beristirahat" Balas Mama.
Melly dan Dayat langsung menuju kamar yang berada dilantai atas.
Disaat menaiki tangga, Melly tiba-tiba merasakan sakit kepala yang amat menyakitkan.
"Awwwws" Dayat dengan sigap langsung menangkap tubuh istrinya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Dayat khawatir.
"Tidak tau. Tiba-tiba kepala ku begitu sakit. Aku merasa seseorang mendorongku tapi aku tidak bisa mengingat wajahnya" Ucap Melly dengan masih memegang kepalanya yang sakit. Seketika Dayat terdiam sejenak.
"Apa itu adalah ingatan Melly sebelum ia terjatuh?" Batin Dayat.
"Sudah ayo kita ke kamar dulu. Jangan terlalu memaksakan untuk mengingatnya" Ucap Dayat kemudian. Melly hanya membalas dengan anggukan, lalu berjalan menuju kamar mereka.
Didalam kamar.
"Sayang, beristirahat lah. Aku pergi dulu sebentar ya" Ucap Dayat lagi, setelah membawa istrinya duduk disebuah kasur empuk milik mereka.
"Mau kemana?" Spontan Melly merasa ingin tau kemana Dayat ingin pergi. Biasanya ia hanya akan mengiyakan apa yang Dayat bicarakan. Dayat seketika menatap Melly sejenak.
"Kau sudah mulai memperhatikan aku? Syukurlah, aku senang kau seperti ini" Batin Dayat.
"Aku pergi menemui seseorang. Sebentar saja, aku akan segera kembali" Ucap Dayat lagi, dengan nada yang begitu lembut.
Sepeninggalan Dayat keluar. Melly masih belum bisa beristirahat, hatinya begitu gelisah.
Ia berulang kali menatap seisi ruangan kamarnya. Bingkai foto pernikahan dirinya, serta isi-isi yang lainnya menurutnya begitu lekat dengannya namun tidak bisa mengingatnya.
Melly kembali duduk dari tidurnya. Ia melihat kedepan pintu begitu lama.
"Apa aku keluar saja untuk menghilangkan rasa gelisahku?" Ucap Melly lirih.
"Ah, sebaiknya begitu" Ucap Melly kemudian, setelah berpikir sejenak.
Melly berjalan keluar. Matanya melihat setiap sudut ruangan serta beberapa area yang begitu besar. Matanya kembali terpana akan rumah ini. Semua orang nampak sepi, namun Melly tidak menghiraukan itu.
Matanya tertuju kepada sebuah taman dan rumah pohon. "Apa itu?" Tanya Melly kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Tanpa mengurangi rasa penasaran nya. Melly berjalan kearah sana. Bahkan beberapa pengawal yang didepan pintu menyapa Melly dengan sangat ramah.
Sesampainya disana.
Melly terus berjalan, melihat disekitar tempat itu.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Cerita ini sebentar lagi akan segera tamat gaes. Mohon untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Kesalahan Satu Malam
__ADS_1