
Dayat tersenyum, dengan mengusap lembut pucuk kepala Melly. "Aku yang seharusnya berterimakasih. Karena kamu, aku tau cinta yang sebenarnya seperti apa. Kamu yang sudah mengajarkan aku bahwa mencintai tidak selalu tentang fisik, tentang harta atau tentang rupa. Cinta dengan ketulusan serta hati yang ikhlas, telah menyempurnakan segalanya" Balas Dayat dengan penuh kelembutan.
Melly tersenyum dengan menghamburkan pelukannya kepada Dayat disana. "Aku sangat mencintaimu mas, jangan pernah tinggalkan aku"
"Mas tidak akan meninggalkan mu, percayalah" Balas Dayat yang juga memeluk Melly dengan erat.
Tidak berapa lama, Rian datang dengan membawa beberapa kotak makanan dan dua gelas minuman disana.
"Rian, cari tempat ya untuk kami makan" Titah Dayat.
"Baik tuan" Rian melajukan mobilnya, tanpa menunggu lama, Rian sudah menepikan mobilnya disebuah taman kecil yang sedikit sepi.
Disana sudah ada beberapa bangku untuk bersantai. Rian segera membawa makan kesana tanpa diperintah lagi.
Dayat dan Melly segera turun dari mobil dan menuju tempat yang sudah Rian sediakan dengan makanan yang sudah tersusun disana.
Itulah hebatnya Rian, dia selalu tau kebutuhan Dayat tanpa diperintah lagi. Bidang apapun, mau masalah kantor atau pun masalah pribadi Dayat, Rian selalu cekatan dan memberikan yang terbaik untuk Dayat.
"Sayang makan lah" Ucap Dayat yang sudah duduk disana. Melly hanya mengangguk dan mulai menyantap makanan disana.
"Rian mana air putihnya?" Tanya Dayat kemudian. Tanpa menjawab, Rian sudah menyodorkan dua botol air putih kepada Dayat.
"Sayang minumlah sedikit, pelan-pelan saja makannya" Ucap Dayat dengan penuh perhatian.
"Mas gak makan?" Tanya Melly kala menyadari bahwa Dayat tidak memakan makanannya disana.
"Nanti aja, mas mau disuapin" Balas nya menggoda.
__ADS_1
Mendengar itu, Melly menyodorkan sesendok makanannya, berniat untuk menyuapi Dayat.
"Kenapa mas tidak bilang. Makanlah" Ucap Melly lembut.
Dayat pun dengan senang hati menerima suapan dari Melly. Keduanya pun makan bersama dengan suapan penuh cinta dari Melly, yang telah membuat Dayat semakin terhanyut didalam cinta penuh warna dari Melly.
Di suapan terakhir.
"Ini yang terakhirnya ya mas" Ucap Melly. Walaupun bagi Dayat satu porsi makanan itu terlalu banyak untuknya, namun dengan suapan dari Melly telah membuatnya tidak mau berhenti untuk terus diperhatikan oleh Melly.
Mata Dayat tidak mau berpindah untuk menatap yang lain, matanya terus memandang wajah Melly begitu dalam. Sehingga sebuah senyuman tidak sengaja terlukis di bibirnya. Dan hal itu di sadari oleh Melly.
"Mas, kenapa?" Tanya Melly. Membuyarkan lamunan Dayat.
"Ahh, tidak. Mas hanya terpesona melihat wajah bidadari yang ada didepan mas ini" Balas Dayat.
"Sudah? Yuk pulang!! Mama pasti menunggu kita dirumah" Ajak Dayat kala Melly sudah menyelesaikan makannya.
Dayat dan Melly bergegas pergi dari sana setelah membuang sisa makanan mereka kedalam tong sampah.
Nampak sepasang mata menatap tajam kearah mereka sejak tadi.
"Awas saja kamu Melly. Aku akan membuat perhitungan kepadamu" Ucapnya menggeram diujung taman sana.
Sementara itu, Dayat dan Melly sudah memasuki mobil. Dan Rian kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah kediaman Keluarga Iskandar.
Tidak berapa lama,
__ADS_1
Mobil mewah mereka sudah terparkir didepan halaman rumah.
Ternyata, mama Sonia sudah menunggu kedatangan Dayat dan Melly sejak tadi.
"Gimana bulan madunya? Lancarkan?" Tanya mama Sonia dengan sangat antusias kala Melly sudah memasuki rumah.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
__ADS_1
-Kesalahan Satu Malam