
"Asal kamu senang. Kaku pun tidak masalah" Jawab mas Dayat.
Aku sedikit menoleh padanya, dengan sedikit senyuman tipis dibibirku.
"Kamu bisa aja mas" Jawabku kemudian.
Keesokan harinya, adalah Jadwal kepulangan kami dari bulan madu di pulau zz.
Semua barang sudah dikemas kedalam mobil. Rian juga sudah siap didalam mobil, tinggal menunggu Mas Dayat yang masih sibuk berbicara dengan rekan kerjanya dahulu, yang tidak sengaja bertemu dan juga berliburan disana.
"Aku tidak menyangka kamu bisa seperti ini lagi" Ucap Hana, rekan kerja Dayat dan juga teman sekolah Dayat dahulu.
Dayat tersenyum, "Ini semua berkat istri saya yang sudah membantu saya menyembuhkan kaki saya, sehingga saya bisa berjalan lagi" Balas Dayat, masih dengan senyuman manisnya.
"Oh begitu, aku senang mendengarnya. Kapan kamu akan masuk ke kantor lagi?" Tanya Hana.
"Belum tau, mungkin setelah pulang ini aku akan kembali ke dunia bisnis" Balas Dayat serius. Nampak Hana tersenyum sambil manggut-manggut disana.
Dari kejauhan, nampak Melly menatap Dayat dari balik kaca mobil. Ada sedikit raut wajah cemberut di wajah Melly.
"Apa yang mereka bicarakan? Nampak begitu akrab" Ucap Melly Lirih.
"Dia adalah Hana, teman sekolah Tuan Dayat waktu SMA" Ucap Rian.
Seketika aku menoleh padanya, aku benar-benar lupa bahwa di mobil itu juga ada Rian didalamnya. Baru kali ini Rian mau membuka suaranya, jika tidak mendengar perintah dari Dayat, Rian tidak pernah bicara dengan siapapun.
"Aku tidak bertanya padamu" Ucap ku ketus. Malu, itulah yang aku rasakan.
Rian nampak kembali diam, tanpa menjawab perkataan ku lagi.
__ADS_1
Tidak berapa lama, Dayat sudah mendekati mobil dan membuka pintu mobil.
"Maaf ya sayang, menunggu lama" Ucap Dayat kala sudah masuk kedalam mobil.
"Gak sekalian mas pulang sama Hana itu, aku bisa pulang sendiri diantara sama Rian" Balas Melly ketus, masih dengan wajah tersenyum yang dibuat-buat.
Mas Dayat ternganga tidak mengerti dengan ucapan Melly. Hal itu membuat Melly sangat kesal. Dan kembali memalingkan wajahnya ke luar jendela.
"Maksud kamu apa?" Dayat membuka suara.
"Gak tau. Pikir saja sendiri" Melly berbicara dengan masih memalingkan wajahnya.
"Aku gak ngerti" Dayat kembali bersuara. Kali ini, dia sedikit kesal karena tidak mengerti sedikitpun apa yang Melly bicarakan.
"Nona Sedang cemburu tuan" Ucap Rian, seketika Melly dan Dayat menoleh kepada Rian dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Kamu" Melly menunjuk Rian dengan jari telunjuknya. Wajah Melly memerah, menahan amarah yang kian memuncak.
"Oh jadi istriku sedang cemburu. Cemburu sama siapa sih? Sama Hana?" Tanya Dayat sedikit dengan wajah menggoda.
Melly hanya diam, dengan melipat kedua tangannya didada.
"Hana itu temen sekolahku sayang. Dia itu sudah punya suami, dan dia pergi kesini juga sama suaminya. Kebetulan suaminya juga teman mas, jadi kita berbincang disana juga bertiga, gak hanya berdua" Jelas Dayat.
Mendengar itu, wajah Melly kembali memerah, menatap Dayat dengan penuh rasa malu.
"Jadi dia sudah menikah mas?" Tanya Melly memastikan.
"Iya" Balas mas Dayat singkat.
__ADS_1
"Masih cemburu?" Tanya mas Dayat lagi.
Melly menggeleng dengan sedikit senyuman tipisnya.
"Sini" Mas Dayat menarik tubuh Melly dan masuk kedalam dekapannya.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak. Mas hanya cintanya sama kamu, kamu paham kan? Jangan cemburuan lagi ya" Ucap mas Dayat kemudian. Aku mengangguk, dengan hati yang sedikit berbunga-bunga mendengar perkataan mas Dayat barusan.
Rian pun melajukan mobilnya setelah hatiku mulai mereda.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
__ADS_1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Anak genius: Kesalahan Satu Malam