Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Part 13


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Arkan dirawat di rumah sakit. hari ini sudah dinyatakan boleh pulang, selama itu pula Maura tidak meninggalkan Arkan sedikitpun. bahkan Arkan selalu mengusir Maura untuk keluar dari ruangannya, tetapi Maura tidak menghiraukan Arkan yang selalu berteriak untuk menyuruhnya keluar dari ruangan tersebut.


Bahkan Maura seperti orang tuli,yang tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Arkan.


Akhirnya Arkan menyerah, dan membiarkan Maura tetap berada di sampingnya meskipun dirinya tidak menyukai keberadaan Maura di tempat ini.


Meskipun Maura memperlakukannya dengan sangat baik, tetapi bagi Arkan dia adalah orang yang telah menghadirkan malapetaka di dalam hidupnya Arkan.Bagi Arkan Maura tidak lebih daripada iblis yang menyerupai seorang manusia.


Arkan yang tadinya orang baik selalu menghargai perasaan orang lain dan tidak pernah meninggikan suaranya terhadap orang lain.


Dia menjadi pemarah, bahkan terhadap Maura saja dia tidak segan untuk memakinya.


Arkan duduk di atas kursi roda, mereka akan segera menuju tempat parkir di mana pak sopir sudah menunggu mereka untuk segera pulang ke rumah.Di saat Maura akan mendorong kursi roda tersebut"jangan pernah lakukan ini, terhadapku! "kata Arkan sambil menatap Maura dengan tajam.


Akhirnya yang mendorong kursi roda yaitu Bu Marni sang Ibu tercinta, Maura mengikuti mereka dari belakang.Hingga pada akhirnya mereka sudah berada di tempat parkir di mana pak sopir sudah menunggu kedatangan mereka.


Mereka sudah berada di dalam kendaraan yang akan mengantarkan mereka pulang, Maura memberi instruksi terhadap pak sopir untuk segera melajukan kendaraannya. Setelah beberapa saat mereka berada di dalam perjalanan, dan kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan sedang.


Hingga pada akhirnya kendaraan sudah memasuki perumahan, dan akhirnya kendaraan berhenti dengan sempurna di depan rumah mewah milik Maura.

__ADS_1


Mereka semua turun dari kendaraannya, lalu Marni membawa Arkan untuk segera masuk ke dalam kamarnya.Sedangkan Maura pergi ke dapur terlebih dahulu, dia memberitahu para pelayan untuk mempersiapkan makanan yang harus dikonsumsi oleh Arkan selama pemulihan.


Maura sudah kembali dari dapur, dia langsung menuju lantai atas dan menemui sang suami yang sudah berada di dalam kamar.Dia membawa satu piring buah-buahan yang sudah dikupas, untuk di suguhkan terhadap suaminya.


Setelah berada di dalam kamar, Maura meletakkan piring yang sudah berisi buah-buahan di atas nakas.Sedangkan Arkan duduk di atas tempat tidur sambil menyelonjorkan kakinya yang belum bisa dipakai untuk berjalan, sedangkan pemulihan tulang itu butuh waktu yang lumayan lama.


"Ini buahnya "Maura mengambil buah tersebut lalu menyerahkan kepada Arkan.


Meskipun Arkan tidak suka dengan semua perlakuan yang dilakukan oleh Maura,tetapi dia tidak mampu untuk menolaknya.Sebab saat ini dia membutuhkan orang lain, jangankan untuk melakukan hal lain untuk bersih-bersih dan makan pun dia butuh bantuan orang lain.


Bu Marni menasehati Arkan, bahwa dia tidak boleh berlaku seperti itu terhadap Maura. Walau bagaimanapun Maura sudah memperlakukannya dengan baik dan selalu menjaganya pada saat akan berada di rumah sakit.


Setelah selesai menyuapi Arkan dengan buah-buahan, Maura berjalan perlahan untuk segera menuju kamar mandi.Dia akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum waktu malam itu tiba, setelah cukup lama Maura dengan ritualnya berada di kamar mandi.Akhirnya dia keluar dengan sudah berganti pakaian yang biasa digunakannya di rumah.


Setelah selesai dengan ritualnya, Maura berjalan perlahan keluar kamar meninggalkan Arkan di dalam lalu dia berjalan perlahan untuk segera menuju dapur. dan bertanya terhadap para pelayan tersebut apakah makanan untuk Arkan sudah siap atau belum, Maura tidak ingin perintahnya ditunda oleh para pelayan.


Setelah bertanya terhadap para pelayan, akhirnya makanan yang dipesannya sudah siap saji dan Maura langsung mengambil nampan tersebut.Lalu berjalan kembali untuk menuju kamar di mana dia akan memberi makanan tersebut untuk sang suami.


Maura memaksakan untuk segera memakan makanan tersebut, meskipun Arkan menolaknya tetapi dia memaksakan dengan alasan setelah makan harus segera minum obat."jika ingin segera sembuh, maka makanlah.Aku sudah bosan merawatmu,jika kamu lama tidak bisa berjalan.Bagaimana bisa kamu merawat perkebunanku jika kamu dalam keadaan seperti ini,bisa-bisa perusahaanku semuanya bangkrut gara-gara kamu yang sakit terlalu lama" kata Maura dengan nada bicara yang sangat menyakitkan bagi Arkan.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan Maura yang menyakitkan, akhirnya Arkan pun mau makan dan meminum obat.Setelah meminum obat akhirnya Arkan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk segera mengistirahatkan tubuhnya, yang terasa sangat lelah. lelah bukan berarti habis bekerja keras, tetapi Arkan lelah dengan kenyataan hidup yang pahit yang selama ini datang bertubi-tubi.


Setelah melihat Arkan sudah merebahkan tubuhnya, Maura berjalan keluar kamar dia segera ingin menemui orang kepercayaannya. selama 1 minggu ini dia belum mendapatkan laporan tentang perkebunan dan perusahaan yang ada.


Maura masuk ke ruangan kerja, dia sudah menghubungi orang kepercayaannya bahwa dia akan bertemu di ruangan tersebut.Dan akan membicarakan beberapa hal penting yang akan diurusnya dan segera diselesaikan.


Setelah lama menunggu Maura di dalam ruang kerjanya, akhirnya pintu ruangan pun diketuk dari arah luar.


Maura mempersilahkan orang tersebut untuk segera masuk ke dalam ruangannya, setelah berada di dalam ruangan Maura mempersilahkan orang tersebut untuk duduk di atas kursi yang berhadapan dengannya.


Maura mulai berbicara serius dengan orang tersebut dan membicarakan hal-hal penting yang harus dilakukan oleh orang tersebut dalam beberapa bulan ke depan.


Setelah cukup lama mereka membahas soal perusahaan dan perkebunan di masa yang akan datang, akhirnya orang tersebut keluar dari ruangan.Tinggal lah Maura seorang diri berada di ruangan tersebut, dia mempersiapkan beberapa kertas yang ada di hadapannya, entah itu kertas apa dan untuk apa.Maura merapikan itu semua lalu dia masukkan kembali ke dalam lemari dan dan menguncinya.


Setelah selesai dengan semuanya, Maura keluar dari ruangan tersebut lalu pergi ke dapur.Sedari pagi ternyata dia belum makan, setelah sampai di dapur, Maura meminta makanan terhadap para pelayan yang ada di sana.


"Bi, tolong siapkan makanan untukku seperti biasa!"kata Maura terhadap pelayan yang ada di dapur.


"Baik nyonya "jawab pelayan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Maura menunggu makanan siap, akhirnya makanan sudah berada di hadapannya dan akan segera disantapnya.


__ADS_2