
Tanpa menunggu jawaban dari mas Dayat, aku langsung berlalu pergi dari sana menuju dapur yang letaknya dilantai bawah.
Didapur,
Ku lihat para pelayan sudah sibuk menyiapkan berbagai makanan disana.
"Nona, apa ada yang nona butuhkan" Tanya salah satu pelayan disana.
"Tidak, aku hanya ingin membuat nasi goreng" Balasku singkat.
"Nona ingin nasi goreng? Biar kami sajikan segera untuk nona" Ucap pelayan itu lagi dengan sangat sopan.
"Tidak perlu, aku hanya ingin membuatnya sendiri" Balasku.
Para pelayan itu saling tatap, "Tapi nona, kami tidak berani membiarkan nona masak sendiri disini. Nanti tuan Dayat akan marah kepada kami" Cegah pelayan itu.
"Tidak perlu takut, serahkan semuanya kepadaku. Aku yang akan bertanggung jawab untuk ini" Balasku.
"Baiklah nona, silahkan" Pelayan itu mempersilahkan aku untuk ke dapur dan mengambil segala keperluan ku untuk membuat nasi goreng disana.
Tanpa diperintah, mereka semua dengan cekatan mengambilkan apa yang aku butuhkan untuk membuat nasi goreng.
"Ini nona nasinya, dan ini bawang serta beberapa lagi sayur untuk hiasan nasi"Jelas pelayan itu lagi.
Aku hanya mengangguk mengiyakan, "Nona, apa perlu aku membantu nona untuk memasaknya" Pinta pelayan itu kemudian, aku kembali menoleh kepada pelayan itu.
"Tidak apa-apa minah, aku bisa melakukannya" Jawabku. Sungguh, tidak hanya tuan rumah nya saja yang cerewet dirumah ini, tapi para pelayan juga bersikap sama.
"Jika nona membutuhkan sesuatu, panggil saja saya" Ucap pelayan itu lagi.
"Iya minah, terimakasih ya"
Aku pun mulai membuat nasi goreng kesukaan mas Dayat, selama dikampung dia sangat menyukai nasi goreng buatan ku, walaupun hanya dengan bahan sederhana, dia selalu menghabiskan makanannya.
__ADS_1
Pagi ini, aku akan membuatkan nasi goreng spesial untuk mas Dayat. Nasi goreng yang dibuat dengan penuh cinta.
Setelah beberapa saat, nasi goreng buatan ku pun siap disajikan.
"Mell, kamu udah di dapur? Masak apa?" Tanya mama kepadaku yang baru sampai ke dapur.
"Masak nasi goreng ma" Jawabku singkat dengan sedikit tersenyum manis.
"Wah, kayaknya enak tu" Puji mama.
"Mama mau? Ini masih banyak kok ma, kita makan sama-sama ya" Balasku.
"Boleh, mama juga mau dong sekali-kali dimasakin sama menantu mama yang paling cantik ini" Puji mama lagi, dengan sedikit menggodaku.
"Ihhh, mama apaan sih. Nanti Melly bakalan masakin mama yang lebih spesial lagi dari ini" Jawabku malu.
"Mau banget dong, udah yuk makan. Yang lainnya pada kemana?"
"Gak usah" Mama menghentikan aku.
"Minah" Serunya kemudian kepada pelayannya.
"Iya nyonya" Balas nya dengan sedikit menunduk.
"Panggilkan Clara, Wira, Dayat sama besan saya ya" Titahnya.
"Baik nyonya" Pelayan itu berlalu pergi dari sana dengan sedikit berlari. Aku kembali duduk di kursi meja makan.
"Mell, kamu bisa masak apa saja" Tanya mama kemudian setelah melihatku duduk.
"Gak banyak kok ma, Melly hanya bisa masak makanan daerah saja. Seperti rendang, gulai, betutu dan lainnya" Jawabku.
"Hebat dong, mama aja gak bisa masak loh" Jawab mama kembali memujiku.
__ADS_1
Aku sedikit malu, karena aku rasa pujian mama terlalu berlebihan.
"Wah, lagi ngobrol apa nih? Seru banget kayaknya," Sebuah suara mengejutkan kami, sehingga kami menoleh ke arah suara.
Aku tersenyum senang melihat sosok yang saat ini berdiri di depanku.
"Mas, ayo duduk sini. Aku sudah membuat nasi goreng spesial buat mas" Ucapku dengan antusias.
"Iya dong, apa sih yang ga spesial dari istriku ini" Ucap mas Dayat, dengan sudah berjalan menghampiriku dan duduk disampingku.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Anak genius: Kesalahan Satu Malam
__ADS_1