Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Gaji


__ADS_3

1 Tahun kemudian..


di perusahaan, di sana terlihat para karyawan sedang meminta gaji mereka untuk dibayarkan dan sampai-sampai mereka berdemo meminta gaji mereka.


"BAYAR GAJI KAMI!" Ucap semua karyawan dengan kerasnya.


Pak Burhan dan temannya Faizal yang mengurus perusahaan merasa bingung harus membayar nya dengan uang apa, karena uang yang ada di brankas perusahaan tidak cukup untuk membayar gaji karyawan perusahaan satu persatu.


"Iya, nanti saya akan membayar nya tapi beri saya waktu lagi" Pinta Pak Burhan kepada karyawan-karyawan nya.


"Tidak bisa Pak! kami sudah menunggu lama gaji kami untuk dibayarkan! dan sekarang bapak harus membayar gaji kami semua! " Ucap salah satu karyawan.


"Betul itu betul!!" Ucap semua karyawan.


"Oke oke kalau begitu semua gaji kalian akan saya bayar besok! dan sekarang kalian silahkan kembali bekerja." Jawab Pak Burhan tanpa berpikir panjang.


"Bener nih pak? jangan main-main dengan kami! jika tidak nanti kami akan keluar dari perusahaan bapak!" Ancam salah satu karyawan.


"Ayo kita bubar!!" Pinta salah satu karyawan. semua karyawan pun bubar berdemo dan melanjutkan Bekerja.


"Burhan! kamu beneran bisa membayarnya?" Tanya teman pak Burhan (Faizal).

__ADS_1


"Aku juga tidak tau Zal! aku hanya asal bicara saja agar mereka tidak berdemo lagi" Jawab Pak Burhan.


"Astaga Burhan!! lalu gimana kamu akan membayar nya besokk?" Tanya Faizal.


"Aku juga tidak tau itu! biar aku pikirkan saja nanti!" Jawab Pak Burhan singkat.


"Ya sudah, semoga Allah membantu mu!" Ucap Faizal sambil menepuk beberapa kali bahu Pak Burhan. Faizal pun pergi kembali ke ruangannya. Sedangkan disana Pak Burhan bingung apa yang akan terjadi selanjutnya.


malam hari di rumah..


"Ayah kenapa kok wajahnya gitu?" Tanya Bu Ratna sambil meletakkan kopi di atas meja.


"Ayah gpp Bun.." Jawab Pak Burhan yang tak menatap Bu Ratna.


"Ayah sedang memikirkan karyawan perusahaan" Ujar Pak Burhan.


"Ada apa dengan mereka?" Tanya Bu Ratna yang masih tidak mengerti.


"Mereka meminta gaji mereka besok, sedangkan uang yang ada di brankas perusahaan tidak cukup untuk membayar gaji mereka semua" Ucap Pak Burhan, tapi kali ini ia menatap Bu Ratna.


"Lalu bagaimana bisa uang di brankas tidak cukup untuk membayar gaji mereka? biasanya cukup kan?" Tanya Bu Ratna lagi.

__ADS_1


"Ayah juga tidak tau bagaimana ini bisa terjadi Bun.." Jawab Pak Burhan sedih.


"Ya sudah kalau begitu ambil saja uang di brankas rumah ini" Saran Bu Ratna.


"Tapi bukannya itu untuk kebutuhan sehari-hari kita?" Tanya Pak Burhan.


"Iya sih. tapi, ya sudahlah tidak apa-apa Yah" Jawab Bu Ratna sambil memegangi kedua tangan Pak Burhan seraya tersenyum.


"Ya sudah Bun.." Ucap Pak Burhan.


keesokan harinya..


Pak Burhan pun membayar gaji karyawan perusahaan dengan satu persatu.


"Pak! tapi ini kan gaji untuk satu bulan! dimana gaji kita dibulan kemarin?" Tanya salah satu karyawan.


"Iya! dimana gaji kita bulan kemarin!!!" Tanya semua karyawan.


"Saya kan sudah membayarnya! saya dulu menitipkan ke salah satu karyawan" Jawab Pak Burhan.


"Sudahlah pak!! jangan ngeles! bapak belum membayar nya!" Ucap salah satu karyawan dengan keras.

__ADS_1


"Tapi saya tidak berbohong! waktu itu saya sedang tidak enak badan dan Faizal juga sedang cuti, jadi saya menitipkan ke salah satu karyawan" Ucap Pak Burhan yang bingung karena salah satu karyawan nya itu belum melaksanakan amanah nya.


__ADS_2