Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Part 24


__ADS_3

Arkan telah menenangkan Maura, yang tadinya histeri sekarang dia lebih tenang. tetapi perempuan itu masih tidak mau lepas dari pelukan Arkan, dan Arkan juga tidak meninggalkan Maura sendirian.


Sedangkan Jaka masih berada di luar, dia masih menunggu Arkan keluar dari kamar Maura.


Waktu siang pun sudah berganti dengan malam, tetapi tidak ada tanda-tanda Arkan keluar dari dalam kamar.Sedangkan Jaka sudah lelah menunggu di luar, dia ingin tahu bahwa malam ini akan menginap di sini atau pulang.Sedangkan Jaka butuh istirahat setelah perjalanan jauh untuk sampai ke tempat ini, tetapi Arkan tidak sedikitpun menunjukkan batang hidungnya keluar dari kamar.


Jaka pun lelah menunggu, akhirnya merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruangan tersebut.


Di dalam kamar Arkan masih terus memeluk Maura, tetapi wanita itu sudah sedikit tenang, dia berusaha menidurkan Maura agar bisa lepas dari wanita itu.Dia juga ingin segera bertemu dengan sahabatnya yang berada di luar, Arkan merasa tidak enak telah meninggalkan Jaka di luar dalam waktu yang sangat lama. Arkan takut jika Jaka berpikir yang aneh-aneh tentangnya.


Setelah cukup lama, akhirnya Maura tertidur di dalam pelukan Arkan.Dan Arkan menidurkan tubuh Maura di atas kasur dan bantal yang tadinya tidak mau lepas dari tubuhnya, akhirnya sekarang terlepas dalam keadaan tertidur pulas.


Arkan turun dari atas tempat tidur dengan perlahan, agar tidak mengganggu tidur Maura.Dia berjalan perlahan untuk segera menuju pintu keluar, dengan pelan Arkan memutar gagang pintu.Agar tidak menimbulkan suara dan mengganggu tidurnya Maura, setelah pintu terbuka, dia keluar dari dalam kamar dan menutup kembali pintu kamar Maura.


Arkan berjalan perlahan untuk segera menuju ruangan di mana Jaka sedang menunggu dirinya, setelah beberapa saat Arkan sudah sampai di ruang tengah.Terlihat dengan jelas bahwa sahabatnya itu sudah tertidur di atas sofa yang berada di ruangan tersebut, Arkan mendekat ke arah Jaka.Dan duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Kamu sudah tidur? "tanya Arkan terhadap Jaka dengan suara yang pelan.


Setelah beberapa saat tidak ada jawaban dari sahabatnya itu, akhirnya dia berdiri untuk segera menuju dapur dan mencari pelayan yang bekerja di rumah ini.


Setelah beberapa saat Arkan sudah sampai di dapur, dan terlihat dengan jelas Bibi sedang menyiapkan makan malam.


"Bi, apakah masih ada kamar yang kosong di rumah ini?"tanya Arkan terhadap sang pelayan yang sedang memasak di dapur, Arkan duduk di salah satu kursi yang ada di dapur.Sambil memperhatikan pelayan yang sedang memasak.

__ADS_1


"Ada, Tuan, sudah saya siapkan tinggal masuk saja ke sana! "jawab sang pelayan sambil menunjuk ke salah satu kamar.


"Terima kasih, Bi, saya akan mandi terlebih dahulu.Dan sepertinya teman saya juga butuh istirahat "jawab Arkan sambil bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan untuk segera membangunkan Jaka dan pindah ke dalam kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya, dari lelahnya setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh.


Setelah beberapa saat, Arkan sudah berada di dekat Jaka.Dia menggoyang-goyangkan tubuh Jaka agar terbangun dari tidurnya sambil berkata "Ayo bangun, pindah ke kamar jangan tidur di sini! "ajak Arkan terhadap Jaka yang masih tertidur pulas di atas sofa.


Akhirnya Jaka terbangun dari tidurnya, dia mengerjakan mata dan merenggangkan otot tubuhnya.Lalu dia bangun perlahan dan meneliti ke arah sekitar lalu berkata "apaan sih kamu ganggu orang tidur aja "kata Jaka sambil menatap lekat ke arah Arkan.


"Istirahatnya di dalam kamar, biar lebih nyaman.Bibi sudah menyiapkan tempat silakan masuk dulu di sana "kata Arkan terhadap Jaka.


"Terus kamu mau tidur di mana?jangan bilang mau tidur satu kamar dengan Maura, kalian itu sudah cerai!"kata Arkan sambil menatap tajam wajah sahabatnya tersebut.


"Kenapa tidak! kan masa idah belum selesai jadi bisa rujuk dan sah dong tidur bersama"jawab Arkan sambil tersenyum tipis.


"Ya sudah,sana kamu bersih-bersih dulu, nanti setelah itu makan malam lalu barulah istirahat.Untuk melanjutkan perjalanan kita esok hari pulang ke kampung halaman kita!"perintah Arkan terhadap Jaka.


"Baiklah Bapak Arkan yang terhormat,saya akan pergi ke kamar terlebih dahulu lalu langsung tidur. "jawab Jaka sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Arkan yang masih berada di ruang tengah, dengan nada bicara sedikit kesal terhadap sahabat nya itu.


Setelah kepergian Jaka, Arkan juga melangkahkan kakinya untuk segera menuju ke kamar Maura.Dia juga akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, sebelum melakukan aktivitas malamnya yaitu mengistirahatkan tubuhnya dari lelahnya perjalanan yang sangat jauh.


Arkan sudah selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi, lalu dia menuju tempat tidur.Lalu menatap lekat wajah Maura yang tertidur,ternyata wajah Maura itu sangat menyejukkan hati Arkan.Selama satu minggu dia tidak melihat wajah Maura, sekarang dia puas puasin menatap wajah itu.


Setelah puas menatap wajah Maura, Arkan merebahkan tubuhnya di samping Maura .

__ADS_1


Tidak terasa, Arkan akhirnya memejamkan matanya,dan tertidur dengan pulas di samping Maura.


Malam begitu cepat berlalu, Maura yang merasa silau dengan cahaya yang masuk lewat celah jendela.Dia mengerjapkan matanya lalu membuka dengan perlahan mata tersebut, melihat ke sekeliling kamar.Dan dia melihat sosok seorang lelaki yang masih tertidur di sampingnya, dia tatap lekat lekat wajah orang itu.


Ternyata orang tersebut yang sangat dirindukan dan diharapkannya, Maura pikir Arkan akan meninggalkan dirinya selamanya.


akhirnya semesta pun mempersatukan mereka kembali, Maura tersenyum penuh kebahagiaan sambil menatap wajah Arkan yang masih tertidur dengan pulas.


Maura pikir Arkan masih tertidur, dan ternyata Arkan memperhatikan Maura yang terus menatap dirinya.


"Selamat pagi bidadari surgaku "sapa Arkan terhadap Maura dengan nada bicara yang lembut.


Seketika Maura terlonjak mendengar suara Arkan, ternyata laki-laki itu sudah menyadarinya bahwa dia memperhatikannya dari tadi.Maura membuang muka ke arah lain, untuk menyembunyikan rasa gugupnya.


"Kamu sudah bangun?"tanya Maura dengan nada bicara yang gugup.


"Kamu kenapa? melihat ke arah lain apa tidak mau memandang wajah suamimu yang ganteng ini "kata Arkan sambil menggoda Maura.


Maura seketika seperti kehilangan akal sehatnya, saat berada di dekat Arkan pada saat ini.Rasa malu yang sangat merasuki dirinya jika saja dia bisa menghilang maka akan menghilang dalam waktu beberapa saat untuk menyembunyikan rasa gugupnya pada saat ini.


"Kita pulang ya! "ajak Arkan terhadap Maura sambil meraih tangan Maura.


"Pulang ke mana? kan ini rumahku "jawab Maura.

__ADS_1


"Iya ini juga rumahmu, tapi lebih tepatnya rumah kita bersama yaitu di tempat kita semula bukan di tempat ini.Di sini tidak cocok untuk kamu, dan aku juga tidak mau jauh dari kamu untuk yang kedua kalinya.Cukup satu minggu ini saja aku merasakan jauh dari kamu dan untuk selanjutnya sedetik pun tidak akan mau jauh "kata Arkan sambil memegang erat tangan Maura.


__ADS_2