
"Nih" Melly menunjukan sebuah foto kepada Dayat yang memperlihatkan Dayat dan Fina sedang berpelukan disana.
Dayat nampak menggeram melihat foto itu, Dayat sangat yakin bahwa ini adalah rencana busuk Fina untuk menghancurkan rumah tangga nya dengan Melly.
"Ayo kita ke kamar dulu" Dayat menarik tangan Melly, Melly dengan wajah bingungnya mengikuti Dayat menuju kamarnya.
"Ngapain sih mas tarik-tarikan gini" Ucap Melly kesal kala sudah sampai didalam kamar.
"Sini mas punya rencana" Ucap Dayat.
Dayat kembali menarik tangan Melly, membawa Melly untuk duduk di kursi panjang nya.
"Mas tau kamu marah. Mas minta maaf" Ucap Dayat lagi. Melly nampak masih diam. Yang membuat Dayat membuang nafas panjang.
"Kamu jangan mudah terprovokasi oleh Fina. Dia itu sengaja membuat kita bertengkar. Gini, mas punya rencana. Kita pura-pura berantem dan membuat Fina seolah-olah berhasil. Nah, aku tau betul dengan sifatnya, dia pasti akan datang kesini untuk memastikannya. Dan kita mulai drama kita disana, mas bakalan buat perhitungan sama Fina" Ucap Dayat panjang lebar.
Melly nampak ragu, "Tapi mas, aku gak mau seperti itu. Nanti menyakiti perasaan Fina" Ucap Melly.
"Kita harus buat pelajaran untuk dia Mell, jika tidak dia akan semakin menjadi" Ucap Dayat mantap.
"Apa mas yakin?" Tanya Melly lagi mastikan.
"Iya, ikutin aja permainannya nanti" Ucap Dayat. Terlihat senyuman menyeringai Dayat muncul dibibir nya.
Malam harinya,
menurut prediksi Dayat. Fina benar-benar datang kerumah Dayat dengan alasan mengunjungi Clara.
__ADS_1
Setelah mengetahui, bahwa Fina sudah datang. Dayat mulai beraksi, kebetulan kamar Clara juga tidak jauh dari kamar Dayat dan Melly, hanya berjarak satu kamar saja karena kamar tengah adalah milik Wira.
"Pergi kamu, aku gak mau tidur sama kamu" Melly melempar bantal kesayangan Dayat keluar, serta Dayat yang didorong dengan paksa oleh Melly agar keluar dari kamar.
Mendengar teriakan Melly, Clara dan Fina nampak keluar dari kamar untuk melihat langsung pertengkaran antara Dayat dan Melly. Wira juga seketika keluar dari kamarnya, dan melihat apa yang terjadi diluar kamarnya.
"Mell, buka pintunya. Jangan marah dong, aku gak mau pisah sama kanu" Rengek Dayat didepan pintu yang sudah ditutup oleh Melly.
"Mell, buka" Ucap Dayat lagi memelas.
Fina menyunggingkan senyuman tipisnya, sepertinya ia senang melihat adegan ini.
"Dayat kamu kenapa? Dan Melly? Ini kan kamar kamu" Fina berjalan kearah Dayat dengan gaya yang dibuat semenarik mungkin.
"Sebaiknya kamu jangan ikut campur Fin" Ucap Dayat dingin.
Dayat tidak menjawab, dia nampak melengos dan berlalu pergi dari sana dengan membawa bantal kesayangannya.
"Dayat, kamu mau kemana?" Teriak Fina. Namun Dayat tidak menggubrisnya dan terus melangkahkan kakinya menjauh dari sana.
"Akhirnya aku bisa membuat mereka bertengkar, menciptakan jarak yang tidak akan bisa kembali lagi" Batin Fina senang, senyuman manisnya melukis dibibir tipisnya.
Diruang keluarga, nampak mama sonia dan ibunya Melly duduk disana sembari berbincang-bincang dan menonton sinetron kesukaan mereka.
"Loh Dayat mau kemana bawa bantal segala?" Tanya Mama Sonia heran. Kala mendapati anaknya Dayat berjalan kearah bangku yang ada didekat mereka.
"Lagi bertengkar?" Tanya mamanya lagi memastikan kala tidak mendapati jawaban dari Dayat.
__ADS_1
"Ya begitulah ma" Jawab Dayat dengan wajah memelas dan tidak bersemangatnya.
Mendengar itu mama sedikit terdiam, "Kamu sudah minta maaf? Pasti kamu kan yang bikin ulah" Tanya mamanya lagi.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Kesalahan Satu Malam
__ADS_1