Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Hari Pertama Dikantor


__ADS_3

"Ahh tidak. Aku pergi dulu" Dayat membantah, dan segera pergi dari sana. Nampak Wira masih menatap kepergian Dayat yang menurutnya sangat aneh.


Di kantor.


Dayat sedikit menghela nafas lega.


"Akhirnya aku kembali lagi kesini. Rasanya seperti mimpi saja" Ucap Dayat senang dengan masih memandang setiap sudut ruangan kerjanya yang tidak berubah sedikitpun.


"Selamat pagi pak" Sebuah suara perempuan mengejutkan Dayat dan segera menoleh padanya.


"Iya selamat pagi" Jawab Dayat santai.


"Maaf pak mengganggu, diluar ada seorang wanita yang sedang mencari bapak" Jawab wanita itu sopan.


"Seorang wanita?" Dayat sedikit berpikir.


"Siapa?" Tanya Dayat kemudian.


"Dia tidak memberitahu namanya pak, dia bilang ingin bertemu bapak" Jawabnya.


"Bawa dia kesini" Ucap Dayat. Dan wanita itu mengangguk mengiyakan dan pergi dari sana.


"Dimana Rian? Kenapa dia lama sekali?" Ucap Dayat lirih.


"Permisi pak"


"Masuk" Seru Dayat dengan masih membelakangi pintu, dan menatap ke dinding kaca transparan yang memperlihatkan langsung pemandangan diluar sana.


"Dayat" Seru seseorang, Dayat seperti mengenal suara itu dan segera menoleh kebelakang.

__ADS_1


"Kamu. Kenapa kamu kesini?" Ucap Dayat ketus.


"Aku dengar kamu sudah kembali kekantor, jadi aku mampir kesini untuk memberikan ini untuk kamu. Dulu kamu sangat menyukai kue ini, dan aku sering sekali mengantar kue ini untuk kamu" Jawab Fina. Ya, wanita itu adalah Fina. Wanita yang sangat Dayat benci.


"Tidak perlu repot-repot Fin. Bawa saja kue mu itu pulang. Dan jangan kembali lagi" Balas Dayat tegas. Dengan kembali membelakangi Fina.


Fina terdiam dengan mata yang terus menatap Dayat dengan begitu dalamnya.


Seketika Dayat terkejut, sepasang tangan melingkar di pinggang nya dengan begitu eratnya.


"Fina lepaskan. Jangan membuat masalah, jika ada yang melihat, apa kata orang nanti" Ucap Dayat yang sudah melepaskan pelukan Fina dari belakang.


Fina terus ingin memeluk tubuh Dayat dengan deraian air matanya yang terus mengalir.


"Biarkan aku sebentar saja memeluk mu Dayat, aku mohon" Ucap Fina parau yang sudah kembali memeluk Dayat dari belakang dengan wajah memelas.


Dayat terdiam mendengar suara Fina yang terdengar begitu menyedihkan itu. Ia membiarkan Fina sejenak memeluknya.


"Sudah lepaskan Fin, tolong pergi dari sini sebelum aku panggilkan Satpam" Ucap Dayat lagi.


"Terimakasih untuk pelukan sesaat nya. Aku sangat merindukan kamu Dayat,,,,,dan"


"Sudah cukup Fin. Aku ingin kamu pergi sekarang. Jangan terlalu berharap lebih dari ku" Ucap Dayat yang sudah memotong perkataan Fina.


"Sekarang pergilah sebelum aku benar-benar mengusir mu dengan Satpam" Ucap Dayat lagi memperingati Fina.


Fina mendecah kesal, dan berlalu pergi dari sana. Namun sebelum itu ia begitu senang karena rencananya akan berhasil kali ini.


Sementara itu, Dayat yang masih didalam ruangan kerja nya duduk dengan sedikit memijit kepalanya.

__ADS_1


Wanita yang tadi memberitahunya tentang kedatangan Fina, berdiri didepan meja kerja Dayat dengan kepala tertunduk.


"Mulai besok dan seterusnya, jangan biarkan wanita itu kembali lagi kesini. Jika dia datang lagi, langsung usir saja. Dan Jika kalian juga tidak bisa melakukan itu, maka bersiaplah untuk keluar dari kantor ini" Ucap Dayat kemudian, setelah beberapa saat berada di suasana keheningan.


"Baik pak, saya mengerti. Saya minta maaf" Jawab wanita itu dengan masih menundukkan kepalanya.


"Baik, sekarang pergi" Jawab Dayat tegas.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,


Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰


Baca juga novel aku yang lainnya,


-Menikahi CEO Yang Kejam 1


-Menikahi CEO Yang Kejam 2

__ADS_1


-Kesalahan Satu Malam


__ADS_2