
"Aku tidak mengganggu, aku hanya ingin bergabung bersama kamu tentunya" Balas Fina dengan nada suara selembut mungkin.
"Tapi aku tidak mengijinkan kamu untuk duduk bersama kami" Balas Dayat dingin.
"Aku tidak perduli. Selagi ada kamu, aku akan tetap disamping mu" Ucap Fina lagi.
Nampak Dayat menyunggingkan senyuman meremehkan.
"Cih, kemana saja kamu selama ini? Aku bahkan tidak melihat wajahmu disaat aku sedang terpuruk" Ucap Dayat mendecah kesal.
"A-aku ada hanya tidak menemui" Ucap Fina terbata-bata dengan sedikit gugup.
"Hah, aku bahkan baru mendengar itu sekarang. Sebaiknya kamu pergi dan jangan mengganggu aku lagi, aku sudah bahagia dengan pernikahan ku bersama Melly" Ucap Dayat tegas. Melly melukis senyum kala mendengarkan perkataan Dayat.
Sementara itu, wajah Fina memerah menahan amarah yang terpendam kepada Melly. Baginya, Melly adalah sebab Dayat menjadi seperti ini sekarang kepadanya.
"Apa hebatnya dia dibanding aku? Aku bahkan bisa bekerja dan menghasilkan uang, yang jelas aku lebih cantik dan modis dari dia. Melly hanya wanita kampung yang tidak beharga sama sekali" Ucap Fina dengan penuh emosi, mengeluarkan segala amarahnya yang meluap-luap.
Dayat menoleh kearah Fina, dengan tatapan tajam menyalanya.
"Jaga ucapan mu Fina. Kau tau perbedaan Melly dan juga dirimu?" Dayat menghentikan perkataan nya sejenak.
"Mas, biarkan saja dia" Melly mencoba menghentikan Dayat untuk melayani perkataan Fina.
__ADS_1
Namun Dayat tidak menggubris nya, dan terus melanjutkan perkataannya.
"Melly tidak pernah menjelekkan siapapun, padahal dia tau bahwa kamu menginginkan suaminya. Dia tidak pernah meninggalkan aku disaat aku membutuhkan perhatian dan juga kasih sayang. Melly adalah seorang wanita yang lemah lembut, bertutur kata yang sopan. Sedangkan kamu? Kebalikan dari Melly, dan itu adalah sesuatu yang sangat aku benci. Kau tidak memiliki hati sebesar Melly, bahkan kamu terlalu egois dan serakah sehingga kamu begitu tergila-gila kepada aku yang jelas-jelas sudah kamu tinggalkan disaat aku benar-benar membutuhkan kamu. Jadi sebaiknya kamu pergi menjauh dan jangan pernah hadir di hidupku lagi" Ucap Dayat tegas disana dengan tatapan lurus kedepan.
Fina begitu geram mendengar penuturan Dayat, sakit rasanya direndahkan dan dihina oleh seseorang yang dia cintai.
"Seandainya kamu tau. Cintaku lebih besar dari pada dia" Batin Fina.
"Ayo sayang, sebaiknya kita pergi saja. Biar kita cari tempat lain untuk makan" Dayat menarik tangan Melly, dan pergi menjauh dari sana. Sementara itu, Fina menatap tajam kepergian Dayat dan Melly yang semakin menjauh.
Sebelum itu, Dayat memerintahkan Rian untuk mengambil makanan yang sempat mereka pesan tadi dan membayarnya di kasir.
Didalam mobil,
"Gak apa-apa mas" Balas Melly dengan senyuman manisnya.
"Mas, makasih ya" Ucap Melly kemudian.
Dayat menautkan kedua alisnya, "Makasih untuk apa?" Tanya Dayat bingung.
"Terimakasih karena sudah mencintai aku apa adanya" Balas Melly.
Dayat tersenyum, dengan mengusap lembut pucuk kepala Melly. "Aku yang seharusnya berterimakasih. Karena kamu, aku tau cinta yang sebenarnya seperti apa. Kamu yang sudah mengajarkan aku bahwa mencintai tidak selalu tentang fisik, tentang harta atau tentang rupa. Cinta dengan ketulusan serta hati yang ikhlas, telah menyempurnakan segalanya" Balas Dayat dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Anak genius: Kesalahan Satu Malam
__ADS_1